
Hati Dinda sangat terluka dan dalam hatinya seakan banyak pertanyaan di hatinya, "Kenapa Claudia seperti sudah sangat mengenal Raffa?? ada hubungan apa Claudia dengan Raffa."
Donny yang masih setia menemani Dinda sedikit khawatir dan Donny bisa merasakan apa yang Dinda rasakan,Rasa hati yang terluka melihat orang yang Dinda sukai bersama orang terdekat pelukan.
"Din.. Dinda"Panggil Donny menepuk pundak Dinda dan Dinda tersadar dari lamunannya.
"Iya Don" Sahut Dinda menengok ke arah Donny yang sudah berdiri.
"Ayo kita samperin Raffa dan Claudia"Ajak Donny,namun Dinda merasa tak kuat dan Dinda terdiam kembali dan melihat ke arah Raffa dan Claudia yang masih pelukan.Donny yang tahu bagaimana perasaan Dinda sekarang ikut merasakan sedih.
"Jika kamu tidak ingin kesana tidak apa-apa" Ujar Donny dan kembali Duduk lagi.
"Apa kamu Cemburu dengan Claudia"Tanya Donny penasaran dan ikut melihat ke arah Raffa dan Claudia.
"Buat apa aku cemburu"Bohong Dinda.
"Tidak usah membohongi hatimu, aku bisa melihat dari matamu kalau kau cemburu"Ucap Donny.
Dinda lalu tersenyum paksa dan berusaha bahwa dia tidak cemburu, "Aku benaran tidak cemburu."
"Mungkin kamu bisa membohongi seluruh dunia tapi kamu tidak bisa membohongi dirimu sendiri" Ujar Donny.
"Sudahlah lama-lama kamu seperti paranormal saja.ayo kita samperin Raffa"Ajak Dinda dan berusaha tersenyum walau sebenarnya hatinya rapuh dan terluka, Dinda pun beranjak pergi dari tempat duduknya dan di ikuti oleh Donny dari belakang.Donny yang tahu Dinda pura-pura tidak apa-apa.
"Raffa.. aku senang kamu menang,kamu berhasil"Ujar Claudia bahagia dan melepaskan pelukannya.
"Fa, selamat yah kamu berhasil, semoga kamu bisa jadi bela diri yang hebat lagi" Sambung Dinda yang sudah di bawah,Claudia yang merasa tak suka membuang muka dengan senyum sinis.
"Wah.. hebat bro, selamat yah"Kagum Donny sambil menepuk pundak Raffa.
"Yah sama-sama teman,ini semua berkat dukungan dan semangat kalian.tanpa ada kalian di sini mungkin aku tidak ada apa-apanya"Balas Raffa dengan hati senang dan mata berkaca-kaca.
"Ayo kita rayakan kemenangan kamu" Ujar Donny.
"Ok,kita rayakan dengan makan-makan"Sahut Raffa.
__ADS_1
"Tapi kamu bersih-bersih dulu, kamu sangat bau"Ledek Claudia tersenyum sambil memencet hidungnya.
"Baiklah" Raffa pun pergi ke ruang ganti, ketika akan ke ruang ganti Hendra, Lukman dan teman-temannya datang menghampiri Raffa.
"Waah, sangat hebat dirimu"Ucap Hendra dengan senyuman paksa.
"Aku tak akan sabar dengan pertandingan selanjutnya dan mengalahkan dirimu"Lanjut Hendra dengan nada mulai emosi.
"Aku juga tidak sabar bisa melawanmu" Ucap Raffa tantang balik.
"Ternyata kau punya keberanian juga"Ujar Hendra sinis.
Dinda yang melihat Hendra sedang bersama Raffa lalu menghampiri mereka, "Kak Hendra, aku ingin bicara dengan Kakak"
"Mau bicara apa"Tanya Hendra.
"Sudahlah, ada yang ingin aku tanyakan kepada Kakak"Jawab Dinda lalu pergi.
"Kita akan bertemu di pertandingan selanjutnya" Tegas Hendra lalu mengikuti Dinda dari belakang.
"Dek,apa yang ingin kamu tanyakan"Tanya Hendra masih bingung.
"Kakak apa benar kakak putus dengan Claudia"Tanya Dinda balik, Hendra terkejut dengan apa yang di ucapkan Dinda adiknya itu dan seperti hatinya kembali tertusuk- tusuk.
Hendra yang tak tahu harus berkata apa-apa hanya bisa tersenyum, "Iya,Kakak sama Claudia putus."
"Habis untuk apa kamu bertanya seperti itu"Lanjut Hendra dan sangat kesal.
"Aku hanya ingin tahu saja, apa karena Kakak sudah hianatin Claudia"Ucap Dinda lalu membalikkan badannya ke arah Hendra,mata Dinda mulai berkaca-kaca.Hendra yang tak kuat melihat mata adiknya yang sedih membuang pandangannya.
"Jawab Kak, apa benar kakak sudah hianatin Claudia"Tegas Dinda yang ingin mendengar ucapan langsung dari kakaknya.
"Sudahlah,habis ini juga tidak ada hubungannya dengan kamu" Ujar Hendra lalu membalikkan badannya dan melangkah kakinya untuk pergi.
"Ternyata aku salah menilai kakak"Kecewa Dinda, Hendra yang mendengar ucapan Dinda berhenti melangkah.Dinda pun berlari melewati kakaknya dengan air mata yang menetes, Hendra lalu mengepal tangannya hatinya bercampur aduk (Sedih,Emosi,kesal dan marah).
__ADS_1
***
Donny, Dinda, Claudia dan Raffa pun merayakan kemenangan dengan makan-makan di tempat makan dekat pinggir jalan.
"Nggak apa-apa kan kita makan disini"Tanya Raffa.
"Nggak kok Ra.."Ucap Dinda namun terpotong.
"Nggak apa-apa kok makan di sini juga"Potong Claudia dan tersenyum manis,Dinda sangat kesal.Donny yang melihat Dinda menepuk pundak untuk sabar.
Mereka masuk ke tempat nasi goreng dan mereka duduk, Dinda yang akan duduk dekat Raffa namun Claudia menyempil, Dinda pun mengalah bergeser, Dinda merasa sangat kesal namun lagi-lagi Donny menenangkan Dinda untuk tidak terpancing emosinya.
"Fa aku yang pesan untuk kamu yah"Tawar Claudia.
"Baiklah" Sahut Raffa.
"Abang"Panggil Claudia pelayan nasi goreng, lalu salah satu pelayan nasi goreng itu menghampiri mereka.
"Iya, mau pesan apa"Tawar pelayan nasi goreng.
"Hmm,saya mau pesan buat calon pacar saya nasi goreng spesial,"Sahut Claudia, mereka yang mendengar ucapan Claudia sangat terkejut ketika mendengar calon pacar.
"Jangan kasih tomat karena calon pacar saya tidak suka tomat dan jangan terlalu pedas"Tambah Claudia, Dinda yang tak kuat menahan rasa cemburunya lalu keluar.
"Kamu mau kemana Din"Tanya Raffa, Claudia yang asyik mempesan kesukaan Raffa lalu menengok.
"Aku mau nyari angin, nggak tahu tiba-tiba sangat panas"Sindir Dinda, Claudia lalu tersenyum sinis.
"Mungkin mau hujan kali yah"Sindir Claudia balik.
"Yah,kalau di sana ada angin mungkin rasa panasmu akan hilang,"Tambah Claudia dan membuat Dinda semakin jengkel dan kesal lalu pergi keluar.
Raffa yang tak mengerti sangat bingung dan mengangkat alis matanya ke arah Donny seaakan dapat jawabannya tapi alhasil tidak ada komentar dari mulut satu katapun dari Donny, Donny yang tahu apa yang terjadi hanya bisa terdiam.Donny lalu mengisyaratkan ke arah Raffa untuk menyusul Dinda, Raffa pun Donny pun bangun dari tempat duduknya dan menyusul Dinda yang ada di luar nasi goreng.
"Ini sudah nggak ada yang pesan lagi"Tanya pelayan nasi goreng.
__ADS_1
"Nanti kedua teman saya nyusul pesannya"Jawab Raffa, lalu pelayan nasi goreng itu pergi dan mengasih tulisan pesan makanan ke temannya.