
Raffa yang masih tertidur pulas dan hari ini bagian dia dan Donny libur, mereka gunakan waktu libur untuk tidur sampai siang.waktu terus berputar, pekerja yang sedang bekerja sedang masih bekerja,suara mesin las dan bor saling berlomba-lomba.Raffa yang sedikit terganggu dengan suara berisikan mesin terbangun dan melihat jam di ponselnya yang menujuk pukul 09:30 wib.Raffa menengok Donny yang masih tertidur pulas, mungkin sudah terbiasa dengan suara berisik dari mesin.Raffa beranjak pergi dari tempatnya dan menuju ke arah jendela,Raffa buka sebelah jendela yang sedikit tertutup,sinar matahari yang masuk ke dalam menyilaukan matanya dan Raffa sedikit menutup wajahnya dengan tangannya,Raffa melihat ke arah luar jendela.
"Duuuh..Fa silau" Donny terbangun karena terkena paparan sinar matahari yang masuk ke dalam.
"Banguun.. sudah siang, udah kaya kebo loe.ada suara berisik masih molor aja,gue mah nggak bisa" Ujar Raffa sengaja buka jendela terbuka lebar.
"Gue masih ngantuk Bray" Ucap Donny mengambil bantal dan menutupi kepalanya dari sinar matahari.
"Mau ikut nggak"Ajak Raffa.
"Kemana...??"
"Cari makan terus kita jalan-jalan" Ujar Raffa yang masih berdiri didepan jendela.
"Males gue lah" Nolak Donny yang lebih milih tidur.
"Hmmm.. Dasar kebo loe" Raffa menarik bantalnya Donny yang lagi buat penutup,Raffa kembali melepar lagi bantalnya ke Donny dan kabur buru-buru ambil handuk, masuk ke dalam kamar mandi.
"SIALAN LOE RAFFA..." Teriak Donny dan akhirnya tak bisa tidur lagi.
10 menit kemudian Raffa keluar dari kamar mandi, handuk yang masih dililit setang badan, begitu perfect badan Raffa.Rambut yang masih basah, lagi-lagi Raffa ngejaili Donny yang masih tidur-tiduran, Rambut Raffa yang masih basah Raffa sengaja geleng-geleng rambutnya ke arah Donny.Donny yang sedikit kesal karena di ganggu melepar bantal ke arah Raffa namun Raffa menyundul bantalnya dan mengenai Donny.
"Nggak asyik loe, ganggu gue tidur" Donny sedikit protes kepada Raffa.Raffa yang senang melihat ekspresi wajah kawannya tertawa kecil.
"Haha.."
Raffa sudah rapi dengan baju berwarna hitam, Sweater warna biru muda,celana jeans,hias jam tangan di tangan kanannya dan sepatu putih.begitu tamapan dan keren penampilan Raffa.
__ADS_1
"wiiiiiih.... keren banget gaya loe" Ujar Donny terpesona dengan gaya still Raffa.
"Loe beneran mau disini aja" Ucap Raffa.
"Yah lah gue disini aja"Ujar Donny menarik bantal.
"Dasar kebo.." Raffa pun pergi keluar dan meninggalkan Donny di kosan.
____________________________________________________________
Begitu ramai kota metropolitan, dimana kota ini kota yang terkenal panas dan macet, banyak pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir trotoar jalan dan menyebabkan kemacetan lalu lintas.Raffa yang sedang duduk di halte bus tak sengaja melihat brosur di sampingnya,Raffa membaca brosur yang berisi pertandingan bela diri.Selesai membaca Raffa lipat brosur itu dan memasukkan ke dalam kantong sweater nya,30 menit Raffa menunggu bus akhirnya busnya datan.satu per satu mereka masuk ke dalam bus,Raffa yang paling belakang masuk ke dalam bus,Raffa memilih tempat duduk,Raffa pilih nomor 3 paling belakang, duduk dekat jendela.Raffa mengambil handphone dan handset, Handset di colok ke lubang handphone dan memasang handset ke kuping,Raffa menyalainkan music kesukaannya.Handphonenya lalu di masuki ke dalam sweaternya,Raffa mulai menikmati irama musik yang sedang Raffa dengar dan pandangannya ke arah jalan.tak lama kondektur bus menagih duit kepada Raffa.Raffa memberikan duit kepada kondektur bus itu,Raffa membenarkan posisi duduknya,Raffa lalu memejamkan matanya sebentar.30 menit kondektur bertriak "MONAS..MONAS..MONAS.." Raffa pun terbangun dan membenarkan posisi duduknya,bus yang berhenti di halte,Raffa beranjak pergi dari tempat duduknya dan keluar dari bus.Raffa berjalan menuju Monas, walau Raffa menuju masuk Monas lumayan jauh.Ketika Raffa sedikit asyik sedang mainin handphone,Raffa tak sengaja menabrak seorang wanita yang berpakaian seorang lelaki dan mengenai topi Rambut di ikat.
"Aduuuh.. kalau jalan hati-hati dong" Ujar Wanita itu sedikit sensi sambil memperhatikan wajah Raffa.
"Sorry.. sorry gue nggak sengaja" Ucap Raffa minta maaf.
"Dinda.." Ucap Raffa yang juga kenal dengan wajah wanita itu.Dinda adalah teman Sekolah SMA Raffa,Dinda wanita yang tomboi dan cantik,Dinda juga satu skul dengan Raffa belajar bela diri di Sekolahan.
"Bagaimana kabar loe Fa??" Tanya Dinda sangat senang bisa bertemu lagi dengan Raffa.
"Baik.."
"Loe sama aja kayak dulu, tetap dingin, pendiam dan Cuek" Ucap Dinda yang sudah afal sifat Raffa.
"Loe juga sama, masih kaya cowok aja penampilannya" balas Raffa.
"Kan loe tahu sendiri,gue kalau pakai pakaian cewek nggak cocok dan nyaman" Ujar Dinda,Raffa yang mendengar protes Dinda hanya tersenyum kecil.
__ADS_1
"Sudah kaya bajaj,ngeles Mulu"Ujar Raffa, Dinda langsung ketawa kecil.
"Loe mau kemana" Tanya Dinda
"Yah gue mau masuk ke dalam Monas sambil menikmati pemandangan alam yang indah ini" Ujar Raffa.
"Boleh gue temenin" Dinda menawarkan diri kepada Raffa.
"Boleh.."
Dinda pun ikut dengan Raffa ke dalam Monas,Raffa dan Dinda menikmati pandangan di dalam Monas, mereka mengelilingi zaman sejerah di dalam Monas sampai ke tugu Monas, Dinda merasa senang sekali, seperti biasa Raffa yang cuek hanya bisa diam dan memandang luasnya di luar sana di lihat dari atas.Dinda memandang wajah Raffa orang yang dulu dia sukai sampai sekarang ini,Dinda tak berani mengungkapkan perasaannya karena takut perasaannya di tolak.
"Akh..Fa coba loe tahu perasaan gue selama ini, mungkin gue sangat bahagia banget, selalu ada berada loe setiap hari.tapi nggak apa-apalah kaya begini juga yang penting gue bisa dekat dengan orang yang gue sayang" Gumama hati Dinda masih menatap Raffa.
"Dinda kita turun yuk" Ajak Raffa menengok ke arah Dinda. "Hei..hei.." Raffa melambaikan tangan ke wajah Dinda yang sedang menatap Raffa.
"Akh..yah Fa" Dinda sedikit terkejut.
"Loe nggak apa-apa kan"
"Nggak apa-apa kok" (tersenyum)
"Yah sudah kita turun yuk" Ajak Raffa dan jalan duluan.
"Ikh.. dasaaaar deh,sifat cuek dan dinginnya nggak pernah hilang" Protes Dinda dalam hati dan kaki sebelahnya sedikit ijak lantai, pergi dari sana dan mereka masuk ke dalam lift.Sampai di bawah Monas dan keluar dari museum,Dinda mengajak Raffa berfoto-foto sama badut dan kadang berdua.Dinda sangat senang sekali dapat momen bersama dengan Raffa.Selesai berfoto-foto mereka pergi dari Monas dan pergi ke cafe untuk makan dan minum santai di sana.
__ADS_1