
Raffa dan Dinda sudah berada di Caffe Coffe,mareka juga sudah pesan makanan dan minuman.Terasa hening di antara mereka hanya berisik kecil orang yang sedang asyik orang-orang ngobrol di sekitar mereka sampai pelayan datang lagi dan membawa pesanan mereka, masih hening di antara mereka,Dinda yang tahu harus mulai dari mana,Dinda sedang mencari obrolan di pikirannya.
"Hmmm..kamu lanjut kuliah Fa" Tanya Dinda dengan mulut yang terisi makanannya.
"Gue nggak kuliah" Jawab Raffa singkat.
"terus loe kerj..??" Tanya Dinda lagi.
"mmmm.." Raffa mengangguk sambil menikmati makan.
"Ya ampun ini manusia satu lebih cuek dari gue,akh..." hati Dinda bicara dan menghela nafas.
"Kenapa Din" Tanya Raffa
"Nggak apa-apa" Senyum Dinda. "Loe sudah punya cewek belum Fa" Tanya Dinda sambil mainin sedotan di minumannya.
"Hahaha" Raffa tertawa mendengar ucapan Dinda.
"Kenapa loe malah ketawa" Dinda heran melihat Raffa malah menawainnya.
"Dinda..Dinda mana ada sie cewek yang suka sama gue" Ucap Raffa sambil tersenyum.
"Masa sih?? cowok kaya loe nggak punya pacar" Dinda yang sedikit tidak percaya.
"Benaran gue belum punya pacar dan nggak pernah pacaran" Jawab Raffa.
"kenapa??" Tanya Dinda perasaan.
"Yah gue masih fokus dengan keluarga gue, apalagi gue masih punya 2 adek yang kembar yang masih gue pikir" Nada Raffa sedikit Mello dan matanya mengarah ke lain dan menyender di tempat duduknya.Dinda yang mendengar ucapan Raffa rasa kagum dan bahagia karena Raffa belum punya pacar.
"Ya ampun Fa, loe pas banget buat calon imam gue dan gue seneng banget loe belum punya cewek, jadi masih bisa gue dapatin hati loe Fa" Ucap Dinda dalam hati senang.
"Loe sendiri" Tanya Raffa.
"Sama Fa gue juga masih sendiri" Ujar Dinda,
"Sama apa Din" Tanya Raffa sedikit terkejut.
"Sa-sa-ma masih jomblo" Dinda yang sedikit malu dan membuat Dinda merasa konyol di depan Raffa.
"Aku nggak nanya kamu sudah punya pacar atau belum, tapi aku nanya kamu sendiri kuliah atau kerja" Ucap Raffa.
"Huft... kenapa gue kelihatan bodoh banget sie di depan Raffa" bicara dalam hati merasa malu.
"Oh..gue kira,Gue kuliah" Jawab Dinda sedikit pede.
"Kuliah dimana Din" Tanya Raffa.
"Gue Kuliah di Paris tapi hari ini gue lagi libur,yah jadi gue balik ke Indonesia untuk liburan" Jawab Dinda sambil menyedot minumannya.
__ADS_1
"Oh begitu"Ucap Raffa (santai)
"Dulu kenapa loe nggak ambil beasiswa?? padahal lumayan bisa kuliah di luar negeri"Ujar Dinda.
"Hmmm..gue nggak bisa ninggalin orang tua gue dan 2 adik gue"Ucap Raffa. "Kalau gue terima, bagaimana nanti nasib keluarga gue"Tambah Raffa.
"Pasti beruntung yah jika ada Cewek yang bisa miliki kamu" Ucap Dinda.
"Hahaha" Lagi-lagi Raffa tertawa mendengar ucapan Dinda.
"Lah kok malah ketawa sie" Tanya Dinda bingung.
"Din..Din mama ada sie cewek yang beruntung dekat sama gue?? yang ada itu cewek sengsara sama gue yang tak punya apa-apa"Ujar Raffa sambil merendahkan diri.
"Ikh.. ini orang" hati Dinda mulai protes. "Jangan bicara begitu Fa, pasti ada cewek yang bisa menerima loe apa adanya, contohnya termasuk gue" Ucap Dinda dan terakhir sedikit pelan.
"Akh..Apa Din??"Raffa sedikit terkejut.
"Ehm..yah..yah loe.." Dinda jadi salting tapi beruntung pembicaraannya terpotong oleh nada dering telepon Dinda yang bunyi.Dinda mengambil handphonenya yang ada di dalam tas dan mengangkatnya.
"Hallo kak"
"Hallo dek, kamu dimana"Tanya kakaknya Dinda.
"Aku lagi di cafe sama temen kak" Jawab Dinda yang masih telepon dengan kakaknya.
"Kenapa ke rumah Tante??"Tanya Dinda ke Kakaknya, masih teleponan.
"Mama dan papa ke luar kota karena ada urusan, sedangkan Kakak harus nginep di asrama untuk nanti audisi bela diri" Ujar Kakaknya di telepon.
"Kak, Dinda ikut atuh audisi itu" pinta Dinda, sekali Dinda melirik ke arah Raffa dimana Raffa yang masih sabar menunggu Dinda yang masih telepon dengan kakaknya.
"Nggak bisa berdua Dek"Ucap Kakaknya.
"Hmmm..ya sudah lah,ya sudah Kak aku lagi sama temen nih" Ucap Dinda sedikit kecewa karena tak bisa ikut lomba.
"Yah..ingat jangan balik malam" pesan Kakaknya.
"Yah kak,bye" Dinda mengakhiri teleponnya dengan Kakaknya.
"Sorry yah Fa lama" cengir Dinda ke Raffa.
"Iya gpp kok"
"Oh ya tadi nggak sengaja dengar Kakak loe ikut perlombaan bela diri"sambung Raffa dan bertanya kepada Dinda.
"Iya,Kakak gue ikut perlombaan bela diri,kakak gue kalau ada perlombaan nggak pernah kasih tahu gue"Ucap Dinda sedikit protes kepada kakaknya.
"Kenapa" Raffa sedikit penasaran.
__ADS_1
"Yah karena Kakak gue nggak mau kalah saing dari gue" Ujar Dinda.
"Berarti bela diri loe hebat dong" Raffa yang sedikit kagum.
"Bela diri gue belum hebat kok" Dinda yang sedikit merendahkan diri.
"Masa sih" Raffa yang sedikit tak percaya.
"Bener kok" Ujar Dinda berusaha meyakinkan Raffa.
"Ya ampun Fa, wajah kamu kenapa bikin hati adem" Ucap Dinda dalam hati yang memandang wajah Raffa.
"Loe kenapa dari tadi lihat gue?? apa ada yang aneh" Ujar Raffa yang sedikit risih karena di pandang Dinda.
"Eng-gak kok..nggak ada yang aneh" Dinda yang lagi-lagi ke pergok Raffa yang terus memandang wajahnya.
"Hmmm..di kira"
"Oh..ya Kakak loe ikut perlombaan ini bukan" Raffa mengambil kertas yang ada di dalam sweaternya dan memberi kepada Dinda, Dinda mengambil kertas perlombaan itu dari tangan Raffa
"Loe dapat dari mana" Dinda membaca isi perlombaan itu.
"Tadi gue nggak sengaja Nemu audisi perlombaan bela diri itu di bangku, samping gue" Raffa menjelaskan kepada Dinda.
"Yah sudah Fa,loe ikut aja perlombaan ini.Lihat hadiah yah,lumayan Fa buat nambah bantu perekonomian keluarga kamu Fa" Dinda ngebujuk Raffa untuk ikut perlombaan bela diri itu.
"Nanti dulu lah,gue juga harus minta izin orang tua gue terutama nyokap gue" (Senyum) Raffa.
"W doain semoga loe dapat izin dan semoga loe jadi bela diri yang terbaik" Dinda memberi semangat untuk Raffa.
"Terima kasih semangatnya Din"Ujar Raffa sambil tersenyum kepada Dinda.
"Ya" Balas Dinda dengan hati senang.
Tutututut..
Raffa pun membuka pesan masuk, yang dia tak kenal,pas Dia melihat isi pesan itu, Raffa sedikit terkejut.
"Ya ampun udah jam segini aja"Kaget Raffa yang melihat jam tangannya sudah jam 04:30
"Emang sudah jam berapa Fa??"Dinda juga ngecek jam di tangannya.
"Sudah jam 04:30 wib" Ucap Raffa
"Ya ampun nggak kerasa, tahu-tahu sudah sore aja" Ucap Dinda sambil tertawa kecil.
"Yah sudah gue cabut dulu yah"Ujar Raffa sambil terburu-buru.
"Yah Fa" Raffa pun beranjak pergi dari tempat duduknya dan pergi,Dinda yang melihat Raffa sudah pergi sedikit ada rasa sedih.Dinda pun pergi juga dari Caffe Coffe.
__ADS_1