
Di dalam perjalanan Dinda merasa bete dan kesal Donny yang masih fokus dengan menyetir melihat Dinda di kaca spion Motornya.
"Sudah lah tidak usah bete begitu"Hibur Donny namun Dinda menghiraukan dan tetap merasa kesal.
"Jika manyun terus nanti cantiknya hilang loh.."Ledek Donny tapi tetap menghiraukan.
"Jangan putus asa, masih ada hari esok" Ujar Donny yang berusaha menghibur Dinda.
"Aaaaakkhhhhhhh"Teriak Dinda dan menujuk mukul badan belakang Donny dan membuat Donny memberhentikan Motornya di pinggir jalan.
"Aduh..Aduuh.. Sakit Din"Jerit Donny kesakitan karena di pukul Oleh Dinda.
"Kenapa.. kenapa dia lebih memilih dia" Kesal Dinda dan memulai Mata Dinda berkaca-kaca.
"Cinta itu itu butuh pengorbanan" Ujar Donny.
"Aku tahu, tapi kenapa rasanya begitu Sakit sekali Don"Tanya Dinda dan membuat Dinda tak menahan air matanya yang mengalir begitu saja di pipinya.Donny yang tak kuat melihat orang yang dia sayangi sedih lalu memeluknya.
"Kadang demi orang yang kita sayangi harus rela menahan rasa sakit ini demi orang yang kita sayangi"Ujar Donny.
"Tapi sampai kapan aku harus menahan rasa sakit ini Don"Tanya Dinda, Donny yang tak tahu harus jawab apa hanya bisa terdiam sambil mengelus rambut Dinda.
"Entahlah Din,tapi jika kamu memang menyukai Raffa kejarlah dan perjuangin" Jawab Donny dengan bijak walau hatinya juga terluka namun Donny tetap berusaha membuat Dinda bahagia wanita yang dia sayangi.
"Iya benar kata kamu, aku harus memperjuangi orang yang aku sayang. aku tidak boleh kalah dari Claudia" Bisik Dinda yang masih di pelukan Donny.
"Iya sudah kita pulang,hari semakin malam"Ajak Donny dan melepaskan pelukannya.Dinda lalu memeluk Donny dan kepalanya di pundak belakang Donny, Donny melihat tangan Dinda yang memeluknya.Donny pun menyalakan mesin motornya dan melaju kembali.
***
Malam semakin larut,angin bertiup kencang hanya berbunyi mesin motor yang sedang melaju, kadang saling menyapa setiap kali lewat.kebisuan dari mulut mereka terkunci satu sama lain, setiap ingin memulai bicara kadang terganggu dengan suara mesin mobil gede yang lewat atau bunyi klakson bus dan mobil yang melewati mereka.
Claudia berusaha membuka topik bicaraan, "Ekh Fa..."
"Iya Clau" Sahut Raffa.
"Kira-kira rencana kita berhasil nggak yah buat Dinda dan Donny bisa lebih dekat lagi"Ujar Claudia sambil berfikir
__ADS_1
"Yah, semoga berhasil"Sahut Raffa.
"Clau.."Panggil Raffa gantian.
"Iya Fa" Sahut Claudia.
"Rumahmu masih jauh"Tanya Raffa.
"Sedikit lagi"Jawab Claudia.
"Oh ya Clau, kamu ada acara tidak"Tanya Raffa.
"Tidak ada"Jawab Claudia.
"Emang kenapa"Tanya Claudia Balik dan sedikit penasaran.
"Kalau tidak ada acara,mau nggak besok kamu temenin aku ke rumah aku"Tanya Raffa dan di dalam hatinya Raffa berharap Claudia berkata mau.
Claudia hanya bisa tersenyum dan senyuman manis Claudia terlihat di kaca spion motor Raffa,Raffa pun membalas senyuman manis kepada Claudia.
"Bagaimana mau kan"Harap Raffa dengan jawaban Claudia.
"Apa rumahmu masih jauh"Tanya Raffa.
"Itu pagar warna merah"Jawab Claudia sambil menunjuk pagar rumahnya.Claudia dan Raffa pun sampai di gerbang rumah Claudia, Claudia turun dari motor Raffa.
"Terima kasih yah sudah anterin aku pulang"Ujar Claudia tersenyum.
"Iya,aku juga terima kasih"Balas Raffa.
"Iya sudah kamu balik terus istirahat"Ucap Claudia.
"Iya sudah kamu masuk dih,nanti aku balik setelah kamu masuk"Ujar Raffa menyuruh Claudia masuk.
Claudia hanya bisa tersenyum, "Ya sudah aku masuk dulu,kamu hati-hati di jalan,Daah," Pamit Claudia sambil melambaikan tangan ke arah Raffa.
"Iya,Daah.."Balas Raffa dan melambaikan tangan ke arah Claudia.
__ADS_1
Claudia lalu masuk ke dalam halaman rumahnya dan mulai masuk ke dalam rumahnya.Setelah Claudia masuk ke rumah,Raffa pun menyalakan mesin motornya dan melaju motornya.Saat Claudia masuk ke dalam rumah dan menutup pintu sudah ada lelaki yang sudah menunggu di ruang tamu, lelaki itu berbeda berapa tahun dengan Lelaki itu Leon adalah Kakak Claudia dan tidak cuma itu,Leon adalah bela diri yang sangat hebat dan menang sampai sudah internasional.belum ada yang bisa mengalahkan kehebatan bela diri Leon.
"Sama siapa kamu pulang"Tanya Leon kepada Claudia.
"Sama Teman"Jawab Claudia sedikit kesal.
"Dimana Hendra"Tanya Leon lagi.
Claudia hanya bisa menghela nafas lelah "Sudah lah kak,aku sudah gede dan aku juga bisa jaga diri."
"Kakak tanya dimana Hendra?? Kenapa dia tidak anterin kamu"Ulang Leon yang mulai emosi.
"Aku sama Hendra sudah putus"Ujar Claudia lalu pergi menaiki anak tangga.
"Tunggu.." Leon memberhentikan langkah Claudia, Claudia pun berhenti.
"Apa lagi kak"Kesal Claudia.
"Kenapa kamu putus"Tanya Leon penasaran.
"Please Kak..!! jangan ikut campur urusan pribadi aku" Protes Claudia lalu membalikkan badannya ke arah Leon kakaknya yang sedang duduk dengan santai sambil membaca buku.
"Sampai kapan sih kak?? Kakak terus urusin pribadi aku?? Aku sudah gede dan aku berhak memilih apa yang aku mau"Tambah Claudia dan emosi.
Brrrkkkk...
"Kamu adalah tanggung jawab Kakak dan tetap Kakak harus mengawasi kamu"Desah Leon dan menutup bukunya dengan kencang dan bangun dari tempat duduknya lalu menuju ke arah Claudia.
"Kakak tahu kamu sudah gede, kakak hanya ingin kamu tidak salah lelaki"Ujar Leon dan menaiki anak tangga.
"Aku akan buktikan ke Kakak kalau aku tidak salah pilih" Claudia yakin kalau dia tidak salah pilih dan akan membuktikan ke Leon kakaknya kalau Claudia tidak salah pilih lelaki.
"Kita lihat aja"Tantang balik Leon kepada Claudia adiknya, Leon pun kembali melangkah ke atas dan di ikuti Claudia dari belakang.
Di dalam kamar Claudia melepaskan tas Selempangnya dari pundaknya dan melepar tasnya ke sofa panjang di kamarnya.Claudia lalu ke kamar mandi, Claudia menyalakan kran dan membasuh wajahnya Claudia mengambil handuk kecil yang tergantung di kamar mandi,Dia lap wajahnya dan bercermin sambil berfikir tentang tantangannya.
"Akh.."Claudia hanya bisa menghela nafas lelah, Claudia keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju kasurnya, Claudia menjatuhkan tubuhnya ke kasur empuknya.Fikirnya terus melayang-layang atap kamarnya.
__ADS_1
"Apa aku bisa menyakinkan Kakak" bisik Claudia yang tahu sifat kakaknya seperti apa.
"Apa aku sama Raffa bisa bersama"Resah Claudia yang tahu perbedaan antara Raffa dan Claudia.pasti keluarga Claudia tidak akan pernah setuju.pikiran Claudia saat ini benar-benar kacau.