Raffa Yang Mengejar Mimpi

Raffa Yang Mengejar Mimpi
Bab 2


__ADS_3

 


Raffa rebahan di atas bangku dari kayu sambil mandangin bintang\-bintang di langit,Raffa lalu menghela nafasnya.


 


"Akh... bagaimana caranya buat bikin orang tua gue bahagia?? jika gue harus begini-begini saja.." Gumam Raffa dalam hatinya yang masih menatap bintang-bintang di langit.


"Dooooor" Donny yang tiba-tiba datang dan mengkageti Raffa yang sedang ngelamun tapi Raffa tak kaget malah tetep melihat bintang di langit. "Ngelamun ajak loe" Donny yang menggeser badan Raffa, Raffa pun geser sedikit.


"Ganggu aja loe" Ucap Raffa "Suka-suka gue" Raffa yang sedikit sinis.


"Jangan kebanyakan ngelamun,tuuh tetangga gue gara-gara kebanyakan ngelamun ayamnya pada mati" Ujar Donny sedikit hibur Raffa.


"Terus lucu gitu??? terus gue ketawa dengan lucuan itu" Ucap Raffa dingin


"Yah nggak gitu juga" Ujar Donny. "Loe akhir-akhir ini suka ngelamun Mulu kenapa sie??" Tanya Donny yang sedikit penasaran.


"Nggak apa-apa" Sedikit berbohong.


"Kalau loe kangen sama orang tua loe telepon"Saran Donny.


"Nggak lah yang ada nanti nyokap gue banyak tanya" Tolak Raffa dan menghela nafas.


"Yah maklum lah,loe kan anak cowok satu-satunya, pasti banyak tanya.habis Minggu ini loe belum kasih kabar kan" Ujar Donny. "Telepon dulu dih, kabarin nyokap loe" Tambah Donny.


"Nanti aja lah" Raffa pun bangun dari tempatnya dan pergi meninggalkan Donny yang ada di bangku yang sedang tidur juga.


"Loe mau kemana..??"Tanya Donny namun tak di jawab oleh Raffa.


"Dasar..gue punya teman benar-benar deh"Gerutu Donny dalam hati yang melihat Raffa pergi ke warung depan, Donny lalu benarkan posisi tidurnya dan pandangannya ke atas langit.


_____________________________________________

__ADS_1


Raffa yang sedang berjalan-jalan tak tahu tujuan,Raffa melihat sekolah bela diri.Di dalam sana ada beberapa jumlah murid yang sedang latihan bela diri.Ketika Raffa sedang melihat mereka latihan seorang guru menengok ke arah Raffa dengan tatapan yang kurang suka,Guru itu bernama Jiraya dan menghampiri Raffa yang sedang berdiri di gerbang pintu.


"Ngapain kamu disini" Tanya Jiraya dengan nada sinis.


"Saya hanya melihat-melihat saja kok"Ucap Raffa sopan dan santai.


"Jangan loe mata-matain sekolah kami"Teriak salah satu murid yang tadi sedang latihan.


"Apa benar kamu di sini mau mata-matain"Tambah Jiraya sedikit curiga kepada Raffa.


"Nggak,saya bukan mata-mata.saya hanya tukang bangunan"Ucap Raffa walau sebenarnya Raffa sedikit jago bela diri tapi belum begitu.


"Bohong.." salah satu provokasi dan yang lain mulai terpancing.


"Yah sudah kita hajar saja" mereka pun keluar dan mulai hendak akan menyerang Raffa.Raffa yang tetap santai tapi sudah ambil siap bertindak.


"Tahan amarah kalian, jangan permalukan nama sekolah bela diri ini"Jiraya menahan Anak muridnya, mereka pun terhenti.Jiraya yang baca gerak Raffa sedikit curiga.


"Wooy Raffa...gue cari-cari loe kemana-mana ternyata ada di sini loh" Ucap Donny. "Lah terus,nih rame-rame ada apa" Tanya Donny yang sebenarnya sudah lihat Raffa akan di keroyok namun berusaha pura-pura tak tahu.


"Buat apa kita mata-matain kalian"Ucap Donny


"Kalau kalian bukan mata-mata kenapa dia ada di gerbang sekolah kita"Tanya salah satu murid Jiraya.


"Yang orang punya mata, jadi teman gue ingin lihat latihan bela diri kalian, Emang ada yang salah apa..??"Tanya Donny sedikit bikin emosi.Raffa menepuk keningnya melihat tingkah laku temannya.


"Bagaimana kita percaya kalau kalian hanya tukang bangunan" salah satu murid Jiraya yang tak percaya dengan perkataan Donny.


"Kalau kalian tidak percaya tanya saja sama mandor di sini" Donny yang tetap santai dan menujuk arah ke mandor.Jiraya langsung menghampiri mandor bangunan yang sedang buat perapian.setelah Jiraya yang sudah bertanya dan kembali lagi.


"Bagaimana Guru?? apa benar mereka berdua hanya tukang bangunan..??" Tanya muridnya.


"Ayo,semua kembali masuk" Ajak Jiraya Murid-muridnya ke dalam,Jiraya masuk kedalam dan tak menjawab pertanyaan muridnya itu.muridny yang tak mengerti hanya terdiam dan menatap ke arah Raffa dan Donny dengan tatapan sinis.

__ADS_1


"Yuk kita pergi dari sini"Ajak Donny pergi dari tempat itu, Raffa pun pergi.


"Guru kenapa, kenapa Guru diam saja!!! Apa benar mereka berdua bukan mata-mata" Tanya Muridnya kepada Jiraya.


"Iya, mereka berdua hanya tukang bangunan" Jiraya yang sebenarnya masih kurang yakin dengan perkataan mandor itu.


***


Raffa dan Donny menuju mandor yang lagi dekat dengan perapian.


"Bos terima kasih yah sudah nyelamati kita berdua" Ucap Donny yang berterima kasih menutupi identitas mereka berdua.


"Habis kalian ngapain di sana"Tanya mandor yang ternyata guru silat mereka. "Bela diri kalian tuh belum begitu mahir dan banyak latihan" Tambah pak mandor sambil membakar ayam di perapian.


"Tahu tuh Raffa, nyari masalah saja" Donny menyalahkan Raffa.


"Yah tadinya gue cuma jalan-jalan aja,Eh pas gue lewat depan sekolah bela diri yah gue hanya ingin lihat latihan bela diri mereka.tapi Gurunya tak suka melihat kehadiran gue yang sedang melihat latihan mereka" Ucap Raffa dengan nada santai dan duduk di samping pak mandor yang sedang masih bakar ayam.


"Tapi gue heran deh sama mereka kenapa mereka nggak suka jika ada yang melihat latihan mereka"Tanya Donny tangn di dagu sambil berfikir.


"Mungkin mereka tak suka latihan mereka di ketahui oleh orang lain"Jawab Pak mandor mengoles bahan ke ayamnya yang sedang di bakar.


"Yah, mereka juga bilang begitu.Aku di tuduh mata-matain bela diri mereka" Jawab Raffa dengan alis mata di angkat.


"Wah.. pak bos aroma bau ayamnya sangat enak" Ujar Donny yang mencium bau ayam bakar milik pak mandor bikin perut Donny lapar dan mengahlikan obrolan.


"Jelas enak,siapa dulu yang bakar..!!" Pak mandor yang sedikit sombong kepada Donny.


"Boleh nih pak Bos" Donny yang beri kode ke Pak Mandor.


"Dasar,perut karet.padahal tadi loe makan banyak masih aja lapar" Raffa yang meledek Donny, Donny yang di Ledek hanya tertawa kecil.


"Hehehe.."

__ADS_1


"Yah ok, bentar lagi ayamnya matang" Ujar Pak Mandor sambil mengipas-kipas Baranya tetap menyala.


"Asyiiiik.." Donny yang sangat senang kaya anak kecil di kasih permen.Tak lama ayam yang sedang di bakar oleh Pak Mandor di angkat dan mereka makan Ayam bakar sangat empuk dan enak itu.selesai makan mereka pun tidur.


__ADS_2