RAGA

RAGA
Raga | 14


__ADS_3

Malam ini, Meisya berkutat pada pelajarannya. Tugasnya sangat banyak, ia sudah kelas 12. la menguncir rambutnya asal, ia mengerjakan tugasnya dengan meja panjang yang biasa ia pakai untuk belajar. Ponselnya bergetar tanpa henti, sungguh, ini sangat menganggu Meisya.


la melirik, ternyata panggilan dari Raga. Meisya masih fokus pada tugasnya.


Dan ponselnya bergetar sekali lagi. Meisya geram, ia pun mengangkatnya.


"Apa sih?!" omel Meisya.


"Jalan yuk? aku laper nih, mau makan diluar sama kamu. Bisa gak?"


"Gak."


"Sya, masih marah soal Paula? Iya Sya, sorry, tapi Paula bener-bener harus aku jaga, aku udah janji sama orang tuanya. Dan orangtua aku pun tau, aku bener-bener minta maaf. Kalau ada kata diatas kata maaf, itu yang ingin aku ucapin ke kamu Sya.."


Meisya menghela nafasnya, "Lupain masalah ini. Aku bener-bener lagi pusing dan gak mau memperkeruh masalah Ga. Aku lagi banyak tugas," ucap Meisya kepada Raga.


"Iya Sya-"


"Emang Paula gak bisa nemenin makan diluar?" tanya Meisya sinis.


"Gak bisa. Dia lagi sakit."


"Kalo laper, kerumah aja. Aku masakin. Aku gak bisa keluar, banyak tu—”


"-Aku otw!"


Beep.


Meisya kembali berkutat pada tugasnya, sungguh, ini sangat melelahkan. Tetapi ia harus belajar dengan benar, ia tidak ingin mengecewakan Alira juga kedua orangtuanya.


...🌸🌸🌸...


Pagi hari ini, Meisya pergi kesekolahnya menaiki sebuah bus. Raga tidak bisa mengantarnya karena Paula kembali masuk rumah sakit, entah ada apa pada gadis itu.


BRUK!


"Eh-Maaf gak sengaja!" seru Meisya ketika ia menabrak seseorang. Cowok itu hanya terdiam dan tersenyum.


"Gak apa." katanya.


Meisya pun duduk disamping cowok tadi yang ia tabrak, karena hanya disana tempat yang kosong.


"Nama gue Geri. Lo?" Meisya menoleh, membalas senyuman cowok itu.


"Meisya."


"Masih sekolah? Sekolah dimana?" tanya Geri kepada Meisya.


Tanpa menoleh, Meisya menjawab. "SMA Scorpio."


"Waah, gue alumni situ. Baru lulus tahun ini," kata cowok itu.


Meisya pun menoleh, "Berarti lo kenal Raga?"


Cowok itu terkekeh, "Siapa sih yang gak kenal sama Raga Samudera? Most wanted loh, anak badung kayak dia kok gak banyak dikenal." ujar Geri.


"Kok gue gak pernah liat lo ya?" tanya Meisya.


Geri terkekeh, "Gue emang jarang muncul disekolah.” kata Geri. Membuat Meisya tersenyum simpul.


"Ah ya lo mau kemana?" tanya Meisya.


"Rumah sakit," jawab Geri singkat.

__ADS_1


"Ohh, siapa yang sakit?"


"Temen gue," kata Geri lagi.


Meisya hanya mengangguk, "Gue duluan." ucap Meisya kepada Geri. Geri pun hanya tersenyum simpul kepada Meisya.


*Untuk memperjelas,


Semua peran remaja yang ada disini itu dulunya sekolah di SMA Scorpio. Kecuali Troy, Gaga, Rama dan Leon. Mereka bertiga sekolahnya di SMA Ciago. Sama-sama kelas 12.


Untuk Dhirga dan Viga, dia satu angkatan. Mereka angkatan diatas angkatan Raga. Umpamanya, Dhirga dan Viga angkatan 201A di SMA Scorpio.


Kalau Raga, Remi, Dandi, Geri dan Paula itu angkatan dibawah Dhirga dan Viga. Umpamanya, mereka angkatan 201B di SMA Scorpio.


Nah kalau Meisya, Iqbal dan Ratras. Mereka angkatan dibawah Raga. Mereka sama-sama kelas 12. Umpamanya, mereka angkatan 201C.


*Cuma ngejelasin, kalo udah ngerti ya udah hehe.


Meisya pun memasuki gerbang, ia memasuki kelasnya. Ternyata hanya ada Affa, Meisya menghampiri Affa yang tengah membaca buku tersebut.


"Karlin mana?" tanya Meisya kepada Affa.


"Gak masuk dia Sya, pergi katanya ada acara keluarga." Meisya hanya memanggut-manggut saja. Ia duduk disamping Affa, menaruh tasnya diatas meja.


"Ada pr gak sih Fa?" tanya Meisya.


"Ada."


"Serius? Pr apaaaa?!"


"Pr cari digoogle gimana caranya biar gak jadi cewek bego." ketus Affa kepada Meisya.


"Lah?"


"Lo tuh gimana sih Sya? Lo gak mikir? Lo udah disakitin gini sama Raga, masih mau bertahan?!" ucap Affa geram.


“Bener? Please, gue gak mau lo nangis terus. Tegas dikit jadi cewek!" kata Affa.


Meisya memeluk Affa dari samping, "Iya Fa, makasih banyak ya..."


Affa mengangguk, “Apapun itu, asal jangan bikin lo sakit hati lagi. Gue gak akan tinggal diam." ucap Affa.


"Oh iya, gue kan nanti malem mau jalan sama Iqbal. Lo mau kan bantu make-up'in gue? Tau sendiri gue gimana.."


Meisya terkekeh, "Gue kerumah lo apa gimana?"


"Iya, nanti jam limaan gue jemput lo. Jangan kemana-mana!"


Meisya mengangguk dan tersenyum, “SIAP!"


...🌸🌸🌸...


Sore ini, Meisya sudah ada dirumah Affa. la kini tengah merias wajah Affa dengan baik dan sempurna.


"Ih jangan goyang-goyang!"


"Nanti kecolok Sya!"


"Enggak akan kalo lo diem aja, Affa!"


"Iya-iya ini diem!"


Make-up pun selesai. Affa bercermin. Sungguh, Meisya sangat ahli akan hal seperti ini. Affa pangling pada dirinya sendiri, ia terlihat sangat cantik.

__ADS_1


"Rambutnya di curly aja ya?"


"Terserah lo Sya, yang penting rapih." kata Affa seraya terkekeh.


Meisya mulai melakukan aksinya, helai demi helai ia tatan dengan rapih.


"Selesai deh!" pekik Meisya girang. Ia membawa Affa ke kaca, "Gue cantik banget Sya!" pekik Affa kegirangan. Meisya pun tersenyum.


"Sekarang lo pake dressnya," ucap Meisya kepada Affa. Dan setelah selesai memakai dress, Affa kembali bercermin. la puas dengan hasil kerja Meisya, tidak salah ia meminta Meisya membantunya.


"Yuk ke depan, Iqbal udah nunggu." ucap Meisya.


Selesai membantu Affa, Meisya pun pergi kerumah sakit untuk menjenguk Paula. Raga sudah ada disana, Meisya sengaja tak memberitahu Raga jika ingin kesana.


Dinaikinya taksi yang ada didepannya.


"Rumah Sakit Medika ya pak," supir itu pun mengangguk.


Sesampainya dirumah sakit tersebut, Meisya berjalan menuju meja administrasi. Menanyakan dimana Paula dirawat. Setelah mendapatkan informasi, Meisya pun berjalan menaiki lift untuk menuju kamar tersebut.


VIP


Orchid III


ia menemukan ruangan tersebut, Meisya pun membuka gagang pintu.


“Lagian kan gue gak minta lo untuk kesini,"


"Emangnya salah gue jenguk lo?"


"Paula gak mau Ger, lo bisa dateng lagi besok."


"Emm-Permisi," Meisya pun memasuki ruangan tersebut. Disana ada Raga, Remi, Dandi, Paula dan seseorang yang ia jumpai tadi pagi di bus, ia adalah... Geri?


"Loh Geri?" ucap Meisya seraya menunjuk Geri.


"Kalau gitu, gue duluan. Cepet sembuh Pau, Permisi." Geri berlalu melewati Meisya tanpa menoleh kearah cewek itu. Meisya kembali mendekati Raga. "Geri itu.. Siapa Ga?"


"Loh kamu kok disini?" tanya Raga.


Meisya mendekati brankar Paula, "Hai," sapa Meisya kepada Paula. Tersenyum manis kepada gadis itu, lalu Meisya meletakkan buah yang tadi sempat ia beli diatas meja.


"Jenguk Paula, gak boleh emang?” tanya Meisya kepada Raga.


"Kamu kenapa disini?" tanya Meisya. "Ah ya, aku lupa, udah rutinitas ya, hehe." katanya.


Remi dan Dandi memandang Meisya, kedua cowok itu terdiam.


"Kamu udah makan?" tanya Raga.


"Udah."


"Minjem hape kamu dong, Sya. Mau login Instagram, hape aku mati." ujar Raga. Meisya pun memberikan ponselnya kepada Raga.


Meisya duduk disofa yang ada disana bersama Remi dan Dandi.


Ting


08788737XXXX


Save ya Sya-Viga


Deg

__ADS_1


Raga cepat-cepat menghapus pesan itu, tangannya mengepal. la melirik ke arah Meisya. Apa jangan-jangan.. Siswi yang diincar oleh Viga ialah Meisya? kekasihnya?


BERSAMBUNG...


__ADS_2