RAGA

RAGA
Part 5


__ADS_3

Hari ini SMA RAJAWALI nampak sangat ramai oleh para siswa maupun tamu undangan. Semua mengenakan dress code abu-abu yang sudah di tentukan oleh pihak panitia.


"Ra ini tadi gue dititipin sama seseorang" ucap seorang siswi yang menghampiri Indira di depan ruangannya.


"Ini apaan?"tanya Indira bingung melihat kotak kecil seperti sebuah kado yang baru saja diberikan padanya.


"Gak tau" sahut siswi tersebut sebelum pamit pergi meninggalkan Indira sendiri.


Indira membawa kotak itu masuk ke dalam ruangannya tapi betapa terkejutnya dia begitu membuka pintu terdapat banyak sekali bunga mawar putih yang disusun rapih di atas meja dan kelopak mawar merah di lantai.


"Wow" hanya itu yang mampu terucap dari bibir Indira."Kerjaan siapa ya? Apa mungkin Dirga?"


"Rara ini ad..." suara orang tersebut terpotong saat melihat kedalam ruangan Indira."Kamu ngapain dekor ruangan? Emang nanti ruangan kamu di pakai juga?"


"Bukan aku Dir. Aku kira malah ini kerjaan kamu"


"Kenapa kamu bisa mikir ini dari aku? Gak mungkinlah aku buat hal kek gini" sahut Dirga.


Indira duduk di sofa masih dengan tatapan bingung memandangi tiap sudut ruangan yang dipenuhi bunga.


"Itu kotak apa?" tanya Dirga yang melihat kotak di tangan Indira.


"Ah iya! Ini tadi ada yang ngasih aku katanya dari seseorang" jawab Indira menunjukkan kotak yang dipegangnya kepada Dirga.


Dirga mengambil kotak itu dan membukanya di depan Indira. Tak ada yang aneh dari kotak tersebut,isinya hanya sebuah pulpen bertinta emas tak ada hal lain.


"Kurang kerjaan banget" ketus Dirga.


"Mungkin yang ngasih ini adalah orang yang sama" tebak Indira yang mendapat atensi penuh dari Dirga.


"Bisa jadi your secret admirer" ucap Dirga mata menyelidik.


"Dih apaan sih"


"Ya secara kamu kan banyak fansnya" sanggah Dirga cuek.


"Kamu tuh banyak fansnya,playboy cap telor asin doang sombong!" sahut Indira tak kalah cuek.


"Udahlah ayo buruan acaranya udah mau dimulai tuh" ajak Dirga.


Mereka berdua berjalan bersama beriringan bak putri dan pangeran. Dirga yang mengenakan tuxedo abu-abu dengan kemeja putih tanpa dasi sangat pas dengan Indira yang memakai dress abu-abu batas lutut tanpa make up berlebihan yang terkesan natural.


Semua mata tertuju pada mereka berdua yang sedang berjalan menuju panggung utama karena acara pembuka akan di isi oleh mereka dengan membawakan sebuah lagu.


"Wagelaseh ganteng banget calon imamku!"


"Udah pas banget itu buat ngelamar aku"


"Woy bidadari lewat!"


"Dirgaa kapan ketemu sama ayah ibu!"


"Rara love youu!"


Setidaknya begitulah suara-suara yang terdengar saat mereka berdua berjalan di koridor yang ramai. Benar-benar memukau.


"Rara tunggu" ucap Dirga sesaat sebelum mereka menaiki panggung karena suara MC sudah mempersilahkan mereka untuk naik.


"Kebiasaan" ucap Dirga membenarkan letak anak rambut Indira yang berantakan."Lain kali rambutnya di kucir biasa aja" lanjutnya dengan telaten merapihkan rambut ke belakang telinga Indira.


Sesaat Indira seperti kehabisan pasokan oksigen karena jarak wajahnya dengan Dirga benar-benar dekat bahkan dia mampu merasakan nafas Dirga menerpa wajahnya.


"Kok ganteng ya?" batin Indira namun segera ditepisnya."Apaan sih ganteng dari mananya coba!"


"Hei" panggil Dirga mengembalikan kesadaran Indira.

__ADS_1


"Ah iya,ayo" Indira berjalan mendahului Dirga naik ke atas panggung berusaha meredakan detak jantungnya yang menggila.


"Selamat sore semua!" sapa Indira yang berperan sebagai penyanyi dan Dirga sebagai gitaris yang mengirinya.


"Selamat ulang tahun untuk yayasan Rajawali. Semoga bisa menjadi yayasan terbaik di Indonesia dengan murid-murid yang berprestasi" doa Indira yang di aminkan oleh para hadirin.


"Baiklah kami akan membawakan sebuah lagu dari Admesh Kamaleng 'Nyaman' sebagai pembuka acara tahunan ini,semoga kalian menikmati" ucap Indira sebelum memberikan kode kepada Dirga untuk mulai.


Lama sudah ku menanti


Banyak cinta datang dan pergi


Tapi tak pernah aku senyaman ini


Mungkin dirimulah cinta sejati


Semua orang bertepuk tangan meriah saat suara merdu Indira mengalun indah.


Tak akan kuragu lagi


Kujaga sampai ke ujung nadi


Takkan kusia siakan lagi


Buat hidupku lebih berarti


Cintamu senyaman mentari pagi


Seperti pelangi, slalu kunanti


Cintamu tak akan pernah terganti


Selamanya di hati


Aku bahagia, milikimu seutuhnya


Tak akan kuragu lagi


Kujaga sampai ke ujung nadi


Takkan kusia siakan lagi


Buat hidupku lebih berarti


Cintamu senyaman mentari pagi


Seperti pelangi, slalu kunanti


Cintamu tak akan pernah terganti


Selamanya di hati


Aku bahagia, milikimu seutuhnya


Takkan kusia siakan lagi


Buat hidupku lebih berarti


Sesaat Indira dan Dirga saling melempar tatap dan senyum,mereka benar-benar menyihir semua orang untuk bernyanyi bersama mereka. Ada ketulusan dari setiap kata yang mereka nyanyikan.


Cintamu senyaman mentari pagi


Seperti pelangi, slalu kunanti


Cintamu tak akan pernah terganti

__ADS_1


Selamanya di hati


Aku bahagia, milikimu seutuhnya


Cintamu senyaman mentari pagi


Seperti pelangi, slalu kunanti


Cintamu tak akan pernah terganti


Selamanya di hati


Aku bahagia, milikimu seutuhnya


Aku bahagia, milikimu seutuhnya


Aku bahagia, milikimu seutuhnya


Lagu telah selesai mereka nyanyikan dan lagi-lagi mereka saling tatap penuh arti. Tak ada yang tahu arti tatapan itu yang pasti hanya merekalah yang mampu menjawabnya.


Setelah turun dari panggung mereka mendapat banyak godaan dari teman-teman mereka yang bersihtatap dengan mereka berdua.


"Aciecie udah jadian aja" ucap Nisa.


"Ogah!" ucap mereka berdua kompak.


"Gaya kalian berdua ogah-ogahan,awas aja ntar kalo tamat sekolah kami nerima undangan" cetus Reyhan.


"Apaan sih" ucap Indira malu.


Setelahnya hanya suara tawa yang mengiringi langkah keduanya pergi.


"Aduh" keluh Indira saat kepalanya di lempar kertas tapi tak ada seorang pun yang terlihat di sekitar mereka.


"Kenapa Ra?" tanya Dirga khawatir.


"Gatau ini ada yang lempar kertas" jawab Indira mengambil kertas yang tadi di lempar ke arahnya.


Indira membuka gumpalan kertas tersebut dan menemukan sebuah pesan yang memang ditujukan kepadanya.


"Temui aku di taman dekat perpustakaan.


Sendirian atau kamu akan tau akibatnya!!"


Tangan Indira gemetar ada rasa takut yang tercetak jelas di wajahnya. Dirga yang melihat itu menarik Indira untuk duduk di sebuah bangku depan kelas.


"Kamu tenang Ra, I'll be with you" ucap Dirga penuh ketulusan.


"Tap-tapi orang ini..." ucap Indira terpotong."Kenapa? Kamu kenal sama orangnya?" tanya Dirga.


"Pulpen tadi Dir,pulpen" Indira bangkit dari duduknya dan berlari menuju ruangan dimana dia meninggalkan pulpen hadiah dari sosok misterius tadi.


Indira membuka semua bagian pulpen tersebut dan dia menemukan sebuah note yang digulung di dalam pulpen tersebut.


"I miss you Dira"


Begitulah isi note tersebut dan Indira langsung terduduk lemas tanpa kata-kata terucap dari bibirnya. Dirga yang melihat hal itu merasa ada hal aneh yang sedang disembunyikan sahabatnya itu.


"Kenapa dengan pulpennya Ra?"


"Tinta emas,sama seperti surat ancaman tadi" ucap Indira gemetar.


"Kamu tau orangnya?"


Indira menatap dalam ke arah Dirga. Dari wajahnya terlihat jelas rasa khawatir,sedih dan emosi bercampur jadi satu.

__ADS_1


"Ra, ngomong!" tegur Dirga.


"Please tinggalin aku sendiri Dir" sahut Indira tak terbantahkan.


__ADS_2