Rahasia (Who Are You?)

Rahasia (Who Are You?)
16. SEBUAH RASA


__ADS_3

Dari kisah malu-malu dan menjadi dekat. Dunia itu punya kejutan. Meika turun dari jok belakang motor milik Raihan. Semua pandangan menjadi terfokus ke arah mereka. Ada yang memuji ada pula yang menghujat. Sebagian memuji Raihan dan Meika yang terlihat serasi, namun sebagian menghujat dan menganggap Meika penghianat karena mendekati Raihan setelah Reina menghilang. Bahkan muncul spekulasi jika Reina menghilang karena sakit hati. Meika hanya bisa menerima semua itu. Baginya, selama dia benar, tidak peduli apa kata orang. Dia pasti baik-baik saja.


Raihan menggenggam tangan kanan Meika dan menuntunnya. Ia hanya mencoba memberikan Meika rasa aman. Gadis itu rapuh dan mungkin juga memiliki trauma. Raihan pemuda baik.


Meika yang diperlakukan sedemikian merasa hatinya menghangat. Tanpa diketahui seorang pun, gadis itu menunduk dengan wajah tersipu.


Seperti kepingan dari adegan drama percintaan remaja. Raihan seperti pemeran pria utama yang memang ditakdirkan untuk bersama pemeran utama wanita. Hanya saja, Meika berpikir. Apakah dia telah merebut posisi pemeran utama itu dari Reina?.


***


Tokyo...


Reina, menatap sakura yang bermekaran. Senyuman menghiasi perjalanannya menuju subway. Dia, akan berangkat sekolah hari ini. Di hari pertama yang indah dan dia yang berusaha untuk bahagia. Terlepas dari patah hatinya. Mungkin memang Raihan bukan untuknya. Dia sudah mengambil keputusan, tentu saja ia harus mengikhlaskan.


Pemuda berkacata tebal adalah satu-satunya orang dengan almamater yang sama dengannya. duduk di kursi depan Reina. Sepasang Earphone pada telinganya dengan pensil mekanik dan sebuah skectchbook ditangannya. Terlihat dia sedang menggerakan tangannya untuk membentuk beberapa garis. Tanpa sadar Reina tersenyum tipis menatap pemuda itu. Pemberhentian berikutnya akan menjadi lokasi pemberhentian untuk Reina dan ia masih terus menatap pemuda di hadapannya.


Sepertinya, aku kembali jatuh cinta


subway itu berhenti. Reina turun bersama pemuda berkacamata itu. Mereka berjalan menuju sekolah yang tidak jauh dari lokasi pemberhentian. Berdampingan tanpa suara. Pemuda itu dua puluh sentimeter lebih tinggi dari Reina. Satu momen membuat mereka saling menatap. Lalu keduanya memalingkan muka karena merasa wajahnya memanas dan tersipu. Beberapa kali Reina menepuk kedua pipinya. Sedangkan pemuda itu hanya menutup wajahnya dengan punggung tangan kirinya.


"Reina.." ucap Reina pada pemuda itu sambil mengulurkan tangannya. Dia tahu pemuda itu juga dari negara yang sama dengannya.


"Rama." jawabnya dan keduanya berjabat tangan.

__ADS_1


Mereka mulai saling berbicara hingga sampai di sekolah. Lalu keduanya berpisah. Rama pergi ke kelas dan Reina harus mengurus berkas kepindahannya.


Pintu ruang digeser dengan pelan. Hana Sensei masuk dan menuliskan sebuah nama pada papan tulis di kelas. Lalu menyuruh seseorang untuk masuk. Gadis cantik itu segera masuk. Senyumnya manis dan ramah. Terlihat seperti karakter yang bisa membuat siapapun jatuh cinta hanya dengan lima detik menatapnya.


Tanpa di duga, Rama berada di kelas yang sama dengannya. Bangku di dekat jendela pada deret kedua dari belakang. Reina duduk dibelakang Rama.


Sekolah itu adalah sekolah khusus Indonesia yang berada disana. Tentu disana berisi anak-anak Indonesia. Reina tidak perlu beradaptasi keras dengan bahasa. Ya, bisa dibilang dia masih perlu belajar dengan bahasa dari negri sakura itu.


ketika waktu istirahat tiba, beberapa siswa berhamburan keluar. Tinggal beberapa gelintir saja yang berada di dalam. Termasuk Reina, Rama dan empat siswa lainnya. Lalu, datang satu orang gadis dengan kulit putih, rambutnya berwarna kecoklatan dan dandanannya terlihat norak dimata Reina. Lihat saja bagaimana gadis itu mengekspos pahanya dengan mengenakan rok yang terlalu pendek itu. Reina hanya tertawa geli sendiri. Terlebih lagi ketika gadis itu menghampiri Rama dan bergelayut manja.


oh dia sudah memiliki pawang


Rengekan manja itu menyakiti telinga Reina. Ia memilih pergi keluar dan berkeliling. Dia ingin mencari teman baru.


Hanya saja, baru beranjak dari bangkunya. suara geseran kaki kursi itu membuat Rama menengok ke arahnya.


Gadis yang Reina tebak sebagai kekasih Rama itu juga ikut menengok ke arahnya.


"keluar sebentar." Reina menganggukan kepalanya, lali permisi keluar.


Sebelum itu. Dia sempat melirik gadis itu sedang menatapnya tidak suka. Masa bodoh, Reina tidak merasa memiliki urusan dengan gadis itu.


***

__ADS_1


Meika berjalan seorang diri menuju ruang extrakurikulernya. Dulu, semua terasa mudah. Namun, sejak kasus hilangnya Reina dan tindak kasus yang dilakukan kedua orang tua angkatnya, semua berubah. Bahkan Meika juga merasa benci dengan dirinya sendiri. Mila, saudara kembarnya pun masih belum ditemukan. Ia tidak tahu harus apa.


Raihan yang berhati malaikat. Dia adalah satu-satunya manusia yang menjadi pelindung untuk Meika disaat seperti ini. Belum berapa lama sejak semua insiden itu terjadi. Meika mencoba meyakini sebuah rasa untuk Raihan yang masih tersimpan dalam hati kecilnya. Bohong jika ia tidak merasa bahagia, hanya saja. Tidak apakah dia memiliki rasa itu?


"ada apa Mei? kenapa diam saja? tenang, tidak ada yang berani melukaimu." ujar Raihan sembari mengusap pucuk kepala Meika


cinta bisa tumbuh dimana saja dan tidak membutuhkan alasan. siapapun bisa jatuh cinta kepada siapa saja.


Banyak hal di dunia ini yang terjadi secara ajaib. Meika adalah salah satu yang mengalami keajaiban itu. Senja menggoda membawakan jingga. Meika duduk di teras belakang rumah Raihan. Beberapa saat ia nampak tersenyum dan tersipu sembari memegangi kedua pipinya. Raihan yang sedang berjalan dari dapur menuju lantai dua tidak sengaja melihatnya. Pemuda itu kemudian tersenyum tipis. Tingkah Meika terlihat menggemaskan dan menjadi hiburan tersendiri bagi Raihan.


Sejak kapan dia terlihat begitu menggemaskan?


Diam-diam Raihan mengabadikan momen itu ke dalam ponselnya. Ia mengambil video beberapa detik dan kembali memasukkan ponsel pintarnya ke dalam saku celana rumahannya. Kemudian meninggalkan Meika dengan imajinasinya.


Hanya saja, Raihan melewatkan satu hal. Imajinasi itu berkembang menjadi tidak terkontrol yang akan menjadi sangat merepotkan nantinya.


Hari-hari terus berjalan, semua terasa cepat berlalu. Meika dan Raihan menjadi lebih intents satu sama lain. Hanya saja belum ada kepastian dari hubungan keduanya. Dari rasa sekedar suka, menjadi cinta. Meika rasa dirinya memang mencintai Raihan.


Meika senang dengan kedekatannya dengan Raihan. Namun, disisi lain. Ia juga dihantui dengan rasa bersalah. Jatuh cinta kepada Raihan seperti kesalahan. terkadang ia merasa mengkhianati Reina seperti kata orang-orang di sekolah.


***


Hari minggu di Tokyo. Reina mengayuh sepedanya dengan santai menyusuri jalanan sekitar rumahnya. Hari ini adalah pertama kalinya dia pergi berkeliling seorang diri. Sebenarnya dia juga cukup takut tersesat. Berbekal ponsel pintar dan beberapa uang yang cukup, ia memberanikan diri. Dia berhenti di tempat penitipan sepeda yang tidak jauh dari stasiun kereta bawah tanah. Ia akan pergi dan bertemu teman di kota sebelah.

__ADS_1


"pergi sendiri?" Reina yang sedang menuruni tangga menuju stasiun bawah tanah itu menengok pada sumber suara.


"Rama?" ucap Reina sedikit terkejut


__ADS_2