
Reina membuka mata perlahan, ada seseorang tersenyum kepadanya dan seorang dokter disebelahnya. Ia melihat kepada dirinya. Ada pakaian pasien melekat pada tubuh itu.
"dokter?" Tanya Reina
"iya? Reina. siapakah dirimu?" Tanya Dokter
"aku Reina."
Dia adalah seorang pasien yang mengidap kepribadian ganda. Berulang kali dia berubah menjadi orang lain. Orang yang sebenarnya tidak ada tetapi menjadi ada. Seluruh kisah yang diceritakan sebelumnya hanyalah imajinasi dari Reina.
Tentang Meika, Milla, Rania, Raihan, seorang bayi dan Jepang.
Reina hanya sedikit ketakutan, sendirian membuatnya menjadi sedemikian.
Seseorang yang berada disampingnya adalah Rama. Tunangannya. seluruh masalah ini berawal dari pertikaian antara Reina dan ayahnya.
Seorang pria dewasa di usia awal lima puluhan menunggu di luar ruang praktek. Sedikit sesal menjalar pada dirinya. Andaikan dia tidak melakukan kesalahan, pasti putrinya terselamatkan.
Reina sebenarnya adalah gadis berusia dua puluh empat Tahun. kedua orang tuanya bercerai disaat ia berumur tiga tahun. Lalu ia tinggal bersama ibunya. Di usianya yang ke dua puluh tahun, sang ibu meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit tumor yang menyerang otaknya.
Tiga tahun kemudian dilanjutkan dengan kepergian sahabatnya yang mengalami kecelakaan lalu lintas. Gadis itu kesepian dan tidak memiliki tempat untuk bersandar.
Sang ayah yang begitu sulit ditemui, dan memiliki kesibukan dengan dunianya sendiri. Ayahnya sudah berkeluarga dan mereka tidak tahu jika ayahnya pernah menikah sebelumnya. Sebenarnya sang ibu sambung sudah tahu, tetapi ia meminta kepada ayah Reina untuk merahasiakan hal itu.
Banyak masalah yang dialami Reina. Bahkan hidupnya begitu sulit. Dia hanya seorang gadis dua puluh tahun dan harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri.
Rasa kesepian menghantarkan Reina pada perubahan sikapnya. Bahkan dia bisa melupakan apa yang baru saja ia lakukan.
Hingga salah satu temannya bercerita mengenai sebuah kejadian yang ia dan reina lakukan di hari sebelumnya. Tetapi Reina sama sekali tidak dapat mengingatnya. Sejak hari itu Reina pergi ke seorang ahli jiwa atau psikiater. Dia dinyatakan berkepribadian ganda atau Alter Ego. hal itulah yang menyebabkan dia memiliki diri yang lain dan tidak dapat mengingatnya.
__ADS_1
Guncangannya semakin buruk ketika krisis ekonomi menimpa dirinya. Sebuah kasus penipuan yang merugikannya. Membuat Reina memiliki banyak pinjaman dan kesulitan dalam pembayaran.
Rama selalu setia disamping Reina. menemaninya dalam dua puluh empat jam setiap hari. bahkan pemuda itu juga menyuruh temannya yang merupakan seorang psikiater untuk menemaninya dikala ia sedang tidak bisa bersama Reina. karena semua hal akan semakin sulit ketika Reina sendirian dan menjadi dirinya yang lain.
"Reina, kamu ingat dirimu sekarang? namamu adalah Reina, bukan Meika, Milla atau Rania." ucap sang dokter yang tidak lain adalah psikiater senior di klinik kesehatan itu.
Tiba-tiba gadis itu tertawa, lalu menangis sesenggukan.
"iya aku Reina."
Beberapa jam yang lalu gadis itu menghilang dari rumah. setelahnya sahabat Rama yang harus menjaga Reina itu pergi ke kamar mandi sebentar. kemudian Reina ditemukan di sebuah taman bermain yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Rama keluar dari ruangan dokter itu untuk menemui Pak Wijaya. Ayah kandung Reina.
"bagaimana Rama?" Tanya Pak Wijaya
"kita hanya harus bersabar dan menemani Reina. untuk pinjamannya yang membuat dia hampir gila itu, saya harap anda juga membantu untuk melunasinya. saya baru bisa membayar beberapa karena untuk saat ini status saya masih mahasiswa yang belum memiliki pekerjaan tetap." tutur Rama
"sayang... kamu bisa ya." ucap Pak Wijaya yang masuk ke dalam ruangan dokter dan melihat Reina terlelap karena terapi dari dokter.
"Pak Wijaya, saya harap anda bisa lebih memberikan perhatian anda kepada Reina." ujar dokter Thomas yang menangani kasus kesehatan mental Reina.
***
Lorong-lorong gelap itu seperti tidak memiliki ujung. langkah kaki Reina sudah lelah berjelajah, semuanya nampak gelap dan dia sendirian. Dia ingin menangis sekarang. Lalu dia terus berjalan hingga menuju ruangan yang penuh dengan cermin. Cermin-cermin itu menampilkan dirinya. Dari ia masih dalam buaian bunda hingga saat ini. ada juga beberapa yang menampilkan Reina dalam dirinya yang berbeda. suara mereka seakan memanggil Reina.
sebuah siluet hitam mendekati Reina. semakin dekat hingga menampakkan diri. fisiknya mirip sekali dengan Reina.
"siapa kamu?" Tanya Reina
__ADS_1
"aku adalah jati dirimu. sosok yang selama ini kau cari. mereka semua yang ada dalam cermin adalah kepalsuan." terangnya
"hahahaha kenapa semua orang mengatakan diri mereka adalah diriku. bukankah ini menyebabkan? kalian membuatku bingung dan tidak tahu tentang siapa diriku sebenarnya!!!" amuk Reina.
Tiba-tiba kepalanya terasa pusing, ia memejamkan mata dan memegang kepalanya. Ketika ia membuka mata, semua yang dilihatnya berwarna putih termasuk seseorang dokter tua yang duduk disebelah kursi pasien itu.
"Reina?" Panggil Dokter itu
"iya dok, aku Reina." jawab Reina
"Apa kamu ingat apa yang terjadi hari ini?" Tanya dokter Thomas
"apa aku melakukan hal aneh lagi?" Tanya Reina
Jika tutur kata yang lembut dan sopan itu sudah pasti Reina. Gadis itu sering mendengar cerita dari dokter pendamping yang merupakan sahabat Rama. dokter pendamping itu selalu memberikan rekaman cctv di rumah Reina dan menjelaskan mengenai apapun yang Reina lakukan ketika Alter Egonya mengambil alih dirinya.
"tidak ada nak, hanya saja kuatkan dirimu. ingat ini. apapun masalahmu, kamu adalah Reina. Tidak ada yang boleh menggantikan dirimu." tutur dokter Thomas
"ambil napas dan keluarkan perlahan terus ulangi hingga kamu merasa lebih baik. Jika sudah dengarkan aku. mulai hari ini, kamu adalah Reina Wijaya. Putri sulung bapak Wijaya dan tunangan dari Rama." tutur dokter
"aku adalah Reina Wijaya, aku adalah Reina Wijaya." ulang Reina
Dokter membuat Reina untuk terus mengingat namanya sekaligus jati dirinya. Semua orang berharap jika gadis itu sembuh dan kembali seperti sedia kala.
"kamu harus sembuh sayang." ucap Pak Wijaya yang saat itu ada disana
"Rei? Kamu ingat aku?" Tanya Rama
"tentu saja, dikehidupan mana pun, Rama adalah milikku" jawab Reina
__ADS_1
Malam itu Reina dibawa pulang, Rama menggenggam erat tangan gadisnya. Memberikan kekuatan bahwa gadis itu tidak sendirian. Pak Wijaya duduk dikursi belakang dengan pikiran sendiri.
Ketika mereka sampai di rumah, Reina sudah tertidur. Rama mengangkat tubuh Reina yang semakin hari nampak semakin kurus. menidurkannya di kamar lalu ia keluar.