
Dito kembali ke ruang kerjanya dengan diam - diam, sebenarnya Ia juga takut kalau ketahuan, tapi disisi lain Ia juga senang karena bisa membantu sahabat dari kakaknya Tio.
Di ruangan Keyla berpikir bagaimana caranya agar bisa mengetahui siapa yang telah menjadi pengemar rahasianya.
"Lebih biak Aku simpan hadiah ini jika Aku sudah mengetahui dengan jelas siapa orangnya, baru Aku memakainya."
jam sudah menunjukkan makan siang.
Seperti biasa Kevin selalu menjemput Keyla untuk makan Siang. Itu bentuk perhatiannya kepada Keyla untuk memenangkan hatinya.
Masuk keruangan Keyla."Keyla, ayo Kita makan siang, ini sudah waktunya makan siang."
"Iya, sebentar lagi tanggung tinggal dikit ini." masih setia menatap laptop di depan matanya.
"Ayolah, jangan sampai Kamu sakit karena telat makan, pekerjaan bisa dilanjutkan nanti."
"Iya, ini juga sudah selesai, ayo ...." pergi mencari makan siang.
***
Di restoran padang Riky juga sedang makan siang dengan Tania. Mereka habis meeting dengan klien sekaligus makan karena sudah waktunya makan siang. Mereka sedang membahas mengenai keuntungan yang signifikan dengan kerja keras mereka. Untuk itu mereka merayakannya.
"Riky selamat ya kamu berhasil memenangkan proyek lagi. Semua itu memang pantas kamu dapatkan, sesuai dengan kerja kerasmu selama ini."
"Terimakasih Tania, ini juga karena kamu telah ikut membantu meyakinkan klien tersebut untuk memilih Kita menjadi partner bisnis yang menguntungkan bagi kedua belah pihak."
Keyla dan Kevin juga memilih restoran padang untuk makan siang. Saat Keyla dan Kevin masuk pelanggan sudah hampir memenuhi tempat duduk hanya tersisa dua itupun di pojok.
Riky sendiri menyadari kehadiran dari Keyla, Ia mencoba menghindar, tak mungkin jika Ia harus menemuinya saat bersama dengan seorang cewek yang juga telah bekerja sama dengan Keyla.
"Bagaimana ini, lebih baik Aku pergi dari sini, bisa jadi masalah jika Keyla melihatku dengan Tania.Tania Aku ke toilet dulu ya." berjalan menuju toilet.
"Tingkah Riky aneh sekali tidak seperti biasanya, ada apa dengannya. "
Tania mengedarkan pandangan ke sekeliling pelangan yang sibuk dengan makanannya. Menatap deretan meja makan paling ujung ia melihat Keyla dan Kevin sedang memesan makanan.
"Itu seperti Keyla dan Kevin, lebih baik aku kesana menyapa mereka jika Riky kembali dia pasti akan mencariku."
__ADS_1
berjalan menuju meja Keyla.
Di toilet Riky sedikit mengubah penampilannya untuk bisa keluar dari restoran itu tanpa di ketahui oleh Tania dan Keyla.
Setelah berhasil keluar, Riky baru menghubungi Tania jika mamanya meminta ia harus segera pulang.
"Hey, Kalian disini juga, Aku ganggu nggak kalau ikut gabung dengan kalian. Temen makan Aku tiba - tiba saja pergi, katanya mamanya minta dia pulang."
"Tentu Tania, silahkan duduk kita makan siang bareng."
'kenapa Tania harus ikut gabung, padahal aku ingin bisa makan berdua saja dengan Keyla, sekarang rencanaku gagal untuk bisa mendekati Keyla gara - gara Tania.' ucap Kevin dalam hati.
"Kamu bisa pesan, kami sudah lebih dulu pesan soalnya. itu makanannya datang.",
"Kalian makan saja aku juga sudah makan sedikit tadi, sebelum ditinggal pulang temanku mood ku sekarang lagi tidak baik Aku pesan jus saja untuk menemani kalian makan."
"Baiklah jika memang begitu, ngomong - ngomong terimakasih ya sudah mau bergabung dengan perusahaan ku, semoga dengan adanya kerjasama ini perusahaam Kita semakin sukses.
" Aminn ...." Tania mengamini setiap doa Keyla dengan tulus. Keyla sekarang kita berteman apa aku bisa bercerita kepadamu. Aku sedang membutuhkan teman curhat. Tetapi jika kamu mau, jika tidak tak apa.
Kevin yang melihat kedekatan Keyla dan Tania terharu, mereka baru kenal tapi sudah bisa mengakrabkan diri satu sama lain.
"Kalian melupakanku, Aku masih disini di hadapan kalian. Kenapa tidak mengajakku untuk berbagi masalah kalian. Aku bisa menjadi pendengar setia untuk kalian berdua."
"Ini masalah wanita Kevin, kau tak akan pernah mengerti, hanya sesama wanita lah yang bisa merasakan kesedihan dari wanita lain." ucap Keyla.
Kevin hanya bisa nyengir kuda mendengar penuturan Keyla.
"Aku tunggu ya jika kamu lagi nggak sibuk." ucap Tania.
"sekarang kalian makan saja Aku harus balik karena masih ada yang harus aku kerjakan di kantor. Lain kali ketemu lagi ya, bye ...."berjalan meninggalkan Keyla dan Kevin yang sedang makan.
" Aku juga temanmukan kenapa kamu tak pernah curhat masalahmu kepadaku, Apa karena Aku cowok bukan cewek jadi kamu nggak mau berbagi dengan ku Keyla." dengan gaya lagi ngambek.
"Kamu mulai deh, kalau lagi ngambek seperti ini kamu terlihat lucu." tersenyum melihat tingkah Kevin yang kekanak - kanakan.
"Biarlah jika seperti ini bisa membuatmu tersenyum maka aku akan terus melakukanya."melirik ke arah Keyla.
__ADS_1
"Oh ya, Tadi om Ridwan datang ke kantor katanya kalian akan pergi ke Swis minggu depan. Beliau juga mengajakku untuk berlibur. Bolehkah Aku ikut ?"
"Kenap kau bertanya seperti itu, Kau bisa ikut Bukanlah Papa sudah mengajakmu."
"Sungguh ...."
"Lebih baik kita kembali ke kantor.jam makan siang pun sudah lewat, Kita harus tetap disiplin meski kita adalah atasan merek." ucap Keyla.
"Baiklah, kita balik ke kantor."
Di dalam mobil Kevin selalu bertanya mengenai masa kecil Keyla, Ia ingin mengetahui lebih banyak tentangnya.Keyla pun terus saja bercerita tentang masa kecilnya yang bahagia meski menjadi orang tak punya. Kebahagiaan memang tak bisa di ukur mengunakan uang, jika kita selalu mensyukuri apapun itu akan terasa lebih indah.
Tak terasa mereka sudah sampai di kantor Keyla.
"Aku balik dulu, sorry nggak bisa mampir lain kali saja."
"Oke, terimakasih untuk makan siangnya."
"Bye ...."
"Bye ...."
***
Riky telah berada di rumah sesuai dengan alasan yang Ia buat untuk mengelabuhi Tania. Untung Riky adalah pemilik perusahaan itu sendiri jika tidak maka ia tak bisa untuk main pulang saja di saat jam kerja berlangsung.
"Riky, kamu sudah pulang, bukannya ini baru habis makan siang. kamu tidak papakan , apa kamu sakit." mamanya meraba kening Riky.
"Tidak sakit lalu kenapa sudah pulang, cerita ke Mama ada apa?" mensejajarkan duduknya dengan Riky.
"Riky tidak punya masalah ma, hanya..., oh ya Riky punya janji sama Tio mau bantuin pemotretannya hari ini, Riky pergi dulu ya Ma." pergi meninggalkan rumah sebelum mamanya lebih banyak bertanya.
"Ada apa dengan Riky tingkahnya aneh sekali." masuk kedalam rumah.
Riky mengendarai mobil menuju rumah Tio, Hari ini Tio memberi kabar jika Ia sedang ada waktu luang sebelum melakukan pemotretan sore nanti.
Tio sudah menunggu kedatangan sahabatnya itu didepan rumah sambil memainkan gitar kesukaannya. Menyanyikan sebuah lagu yang mengisahkan seorang dua kekasih yang sedang jatuh cinta.
__ADS_1