
tak terasa mereka sudah sampai dirumah sakit, Bu Anjani dan pak Ridwan bergegas mencari keberadaan kamar Keyla. Riky yang masih terduduk di lantai tak menyadari jika Orang tua Keyla sudah tiba dirumah sakit.
"Bagaimana keadaan anak Saya, ? mang apa yang terjadi sampai Keyla mengalami kecelakaan ?" Pak Ridwan masih bertanya dengan Sabar.
Bu Anjani yang sudah emosi menampar Riky, "Gara-gara kamu anak saya kecelakaan. Lebih biak kamu pergi jauh dari hidup anak saya. Pergi sekarang..." Bu Anjani berteriak penuh emosi.
"Tenanglah, Ma. Semua bisa dibicarakan dengan baik-baik, nggak harus dengan emosi." Pak Ridwan menenangkan Istrinya.
Bu Anjani menangis histeris, ia tak ingin kehilangan Putrinya untuk kedua kalinya.
"Keyla, Pa. hisk... hisk... hisk..." Pak Ridwan menenangkan Istrinya yang kehilangan kendali.
"Keyla pasti sembuh, Ma. Kita harus yakin, semua akan baik-baik saja."
Meskipun di usir namun Riky tetap tidak pergi dari ruang ICU Keyla. Ia ingin sekali menemani kekasihnya dalam keadaan apapun.
Di dalam ruangan ICU para Dokter sedang melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawa Pasien. Ada darah beku yang harus segera di keluarkan agar tidak menyumbat aliran darah lainnya. Operasi itu sudah berjalan satu jam tapi masih belum ada tanpa-tanda operasi telah selesai.
"Dok, denyut jadi pasian mulai melemah." Suster yang membantu jalannya operasi memperlihatkan monitor yang bergaris tak beraturan semakin melemah.
"Siapkan alat pacu jantung, kita harus melakukannya dalam hitungan ketiga." ucap Dokter Vino. Alat itu sekarang sudah berada di tangan Dokter, mereka sedang bersiap untuk membuat detak jantung Keyla berdetak lebih cepat. Dalam hitungan yang diperkirakan, Detak jantung Keyla kembali normal. Semua bersyukur untuk hal itu. Operasi pun di lanjutkan. Tak berselang lama, Salah satu Dokter keluar Ruangan memberitahukan bahwa Keyla telah melewati masa kritisnya, tapi ada sedikit kabar buruk yang harus di sampaikan Dokter.
"Dengan keluarga Pasien, Pak Ridwan dan Bu Anjani berlari menghampiri Dokter. Bisa keruangan saya sebentar !" pinta Dokter Vino. Mereka mengikuti Dokter Vino dari belakang. Setelah sampai di ruangan Dokter Vino mempersilahkan mereka berdua untuk duduk. "Begini Pak, Buk, Pasien telah melewati masa kritisnya, tapi ada yang perlu bapak Dan ibu tahu, Putri Bapak dan ibu mengalami kelumpuhan, Tapi tenang saja itu masih bisa di sembuhkan dengan jalan terapi, tapi itu juga membutuhkan waktu yang cukup lama. Saya turut prihatin Pak, Buk. Setelah ini Putri bapak akan kami pindahkan ke ruang perawatan. Setelah di pindahkan baru bapak Dan Ibu bisa menjenguknya, tapi tetap harus menggunakan baju pelindung.
__ADS_1
Sedangkan di luar pintu Dokter Vino, Riky yang mengintip inginendengar penjelasan Dokter mengenai Keyla jatuh luruh ke lantai, mendapatkan kenyataan yang menyakitkan mengenai kekasihnya. Riky tak bisa membayangkan betapa Keyla akan menderita dengan kondisinya sekarang ini.
"Lakukan yang terbaik Dok, saya akan bayar berapapun yang dibutuhkan asalkan putri saya bisa berjalan kembali." ucap Bu Anjani.
"Tentu, Bu. Kami akan melakukan yang terbaik. Ini resep yang harus anda tebus." Dokter memberikan beberapa Resep kepada Pak Ridwan.
"Kalau begitu saya permisi, Dok." mereka meninggalkan ruangan Dokter Vino.
Riky yang mengetahui mereka akan keluar, segera bangkit dan bersembunyi. Riky memilih pergi ke taman rumah sakit untuk memenangkan pikirannya.
Sering telfon berbunyi dari saku Celana Riky, Riky mengambil handphone mengecek siapa yang memanggilnya.
Mama, nama yang tercantum di atas panggilan yang berlangsung. Riky mengeser tombol hijau dan mendekatkan nya dengan telinga.
"Riky menjawab dengan lesu."Riky ada di rumah sakit, Ma. Keyla tadi malam kecelakaan, Maaf, baru bisa memberikan kabar sekarang." Mengingatnya membuat bulir bening itu menetes membasahi pipi.
"Apa yang kamu katakan, Riky. Bagaimana bisa itu terjadi, lalu bagaimana keadaan Keyla sekarang. Mama kesana ya, mama ingin jenguk Keyla." pinta Mamanya Riky.
Mendengar itu Riky menghentikan mamanya, "Mama jangan kesini dulu, Bu Anjani masih marah kepada Riky, beliau masih shock dengan Keadaan putrinya. Nanti jika keadaan sudah lebih baik mama bisa menjenguk Keyla." Riky mencoba memberi pengertian kepada mamanya.
"Ya sudah kalau begitu, Mama tunggu kabar darimu, kamu segera pulang, mama tutup telfonnya." bu Isma menutup panggilan.
Riky terdiam, semua yang ia impikan semuanya hancur berantakan. melihat Keyla dengan keadaan seperti ini sangat membuat hati Riky hancur. Riky merasakan ada tangan yang terulur memegang pundaknya dari arah kiri, Riky menoleh. Pak Ridwan memeluk Riky. "Boleh om minta sesuatu kepadamu, jika kamu sangup maka lakukanlah jika tidak itu pilihmu." Pak Ridwan mengajak duduk, memulai pembicaraan mengenai putrinya.
__ADS_1
"Sebelumnya klau belum menceritakan kepada saya kenapa Keyla sampai kecelakaan. ceritakanlah agar hati ini tidak menduga-duga hingga melakukan kesalahan." pinta Pak Ridwan.
Riky mulai menceritakan kejadian sebelum Keyla mengalami kecelakaan, dimana dia sedang melakukan video Call hingga beberapa menit kemudian ada telfon yang mengabarkan kejadian tersebut.
"Jadi bukan kamu penyebab kecelakaan putri saya." pak Ridwan masih menerawang kedepan memikirkan setiap perkataan Riky.
"Bagaimana keadaan keyla, Om. Riky boleh menemuinya sebentar. Riky mohon, Om." pinta Riky dengan tatapan memelas.
"Temuilah, jika itu bisa memberi kekuatan untuk putri Om, Om izinkan. Tapi sebelum itu bisakah kita bicara hal penting. Ini mengenai_" ucap Om Ridwan terjeda.
Hati Riky mengatakan jika Om Ridwan akan membahas kondisi putrinya yang sekarang sudah tidak bisa berjalan.
"Riky tahu, Om akan membahas mengenai kondisi Keyla, bukan. Om nggak usah khawatir, Riky sudah mengetahui semuanya. Saat Om dan Tante di ruangan Dokter Vino, Riky mengikuti dan ikut mendengar setiap perkataan yang Dokter Vino jelaskan." ucap Riky tak terasa air matanya menetes.
"Jadi kamu sudah tahu, lalu apa kamu tahu apa maksud saya membicarakan hal ini kepadamu ? Saya harap kamu menjawabnya dengan kepastian dan kejujuran karena ini menyangkut kebahagiaan putri saya satu-satunya.
"Tanyakanlah, Om jika saya bisa menjawab, saya akan menjawabnya dengan pasti. Apalagi ini mengenai putri Om." Riky menatap Pak Ridwan menanti pertanyaan apa yang akan di tanyakan kepadanya.
Dalam hati Pak Ridwan merasa yakin jika Riky akan tetap menerima putrinya dengan apa adanya.
"Baiklah, kamu sudah mengetahui keadaan dari putri Om, apa kamu masih tetap mencintainya, sebesar kamu mencintai putri saya sebelum dia mengalami kecelakaan ? Apa cinta itu masih ada, jika iya apakah kamu mau menerima Keyla menjadi Istrimu dengan keadaan lumpuh. Jika kamu setuju kami akan menikahkan kalian." pinta Pak Ridwan menatap Riky penuh kepercayaan.
Riky terkejut, Om Ridwan mengatakan jika dia akan menikahkan mereka secepat ini.
__ADS_1
"Riky menerima permintaan, Om. Bagi Riky, Keyla adalah segalanya, Riky nggak masalah dengan keadaannya yang sekarang. Riky ingin selalu menjadi kekuatannya menjalani pahitnya kehidupan ini. Sekali lagi dengan mantap Riky menyetujui permintaan, Om Ridwan." Riky menampilkan senyum termanisnya yang menandakan tidak ada penyesalan dari keputusannya.