
"Baiklah jika itu keputusanmu, Om akan urus semuanya. Mengenai istri Om, om akan bicarakan dengannya baik-baik. Kalau begitu Om tinggal dulu." Pak Ridwan meninggalkan di taman, ia ingin menenangkan diri sebelum pergi ke ruangan Keyla.
Dalam hati Riky sangat bersyukur, karena ia sudah mendapat restu serta akan segera menikahi Keyla. Keinginan yang selama ini ia pendam sekarang bisa Riky wujudkan. Meski keadaan Keyla sekarang sudah tidak sempurna, namun Riky tetap menjadikannya sempurna dalam hal apapun. Cinta yang sudah memenuhi hati mereka berdua tidak dapat di hilangkan dengan mudah.
Pak Ridwan menemui Istrinya di ruangan Keyla. "Papa darimana, dari tadi Mama cariin Papa kok nggak ada." tanya Bu Anjani. "Papa dari taman, Ma, Papa ingin bicara berdua dengan Mama, kita bisa keluar sebentar!" pinta Pak Ridwan. Mereka akhirnya keluar dari ruang rawat Keyla.
Di luar ruangan,
__ADS_1
"Ada apa, Pa, sepertinya Papa mau bicara serius." tanya bu Anjani.
"Papa sudah memutuskan untuk menikahkan putri kota Keyla dengan Riky, Ma. Papa harap Mama mau merestui mereka. Papa lihat hanya Riky yang bisa menjaga Keyla dan mendampinginya dalam keadaan seperti ini. Papa yakin Keyla akan bahagia dengan keputusan yang papa ambil. Tadi papa bertemu dengan Riky, dia menangis di taman, dan papa sudah bicara kepadanya untuk menikahi Keyla secepatnya, dan dia setuju. Papa harap mama juga begitu. Kesampingkan lah ego mama dulu, pikirkan kebahagiaan Keyla, dalam keadaan seperti ini Keyla membutuhkan Orang yang sangat di cintainya selain kita, Ma. Papa sudah mengambil keputusan, Keyla akan menikah dengan Riky." ucap pak Ridwan mengatakan dengan tenang namun penuh penekanan.
Bu Anjani terlihat berpikir, bagaimana pun kebahagiaan Keyla juga menjadi keinginannya yang utama.
"Apakah selama ini aku terlalu egois terhadap perasaan putriku. Tapi aku hanya ingin yang terbaik untuk Keyla, hanya itu." Bu Anjani berbicara dalam hati.
__ADS_1
Riky datang ke ruangan Keyla, keadaan Keyla sudah lebih baik. Hanya menunggu siuman untuk memastikan semuanya baik. duduk di samping sang kekasih, mengenggam jari jemari milik kekasih berusaha menyalurkan kekuatan yang dimiliki untuk sang kekasih yang masih setia menutup mata. "Bangunlah, sayang, Aku disini di sisimu. Jangan khawatir, Aku akan tetap di sini. Masih menjagamu dan menyayangimu adalah ketulusan cintaku. Bukalah matamu, aku ingin memberikan kabar baik untukmu." Masih tetap mengenggam tangan Keyla erat.
Menit berikutnya, ada pergerakan jari Keyla yang menandakan jika Keyla mulai menunjukkan kesadarannya.Riky yang melihat itu kemudian memencet bel yang ada di samping Keyla.
Seorang Dokter dan suster masuk, mereka datang karena Riky memencet bell tersebut.
"Saya periksa dulu, ya Pak." ucap suster.
__ADS_1
"Bagaimana keadaannya, suster. Keyla baik-baik saja kan." Riky dilanda kecemasan. Tapi juga ada kebahagiaan karena Keyla telah sadar.
"Semuanya baik, Bapak tidak usah khawatir. Bu Keyla telah menunjukkan kesadarannya. Tak lama Keyla membuka kelopak matanya. Orang yang pertama dia cari adalah Riky. "Riky, Aku dimana, Riky, dimana Riky, aku harus menemuinya." Keyla mencoba bergerak main sayang kakinya sama sekali tidak terasa.