
"Riky siapa, keyla. Sepertinya aku baru dengar nama itu dari kamu." tanya Kevin.
"Riky yang pernah ketemu kita waktu di restoran padang, yang nggak sengaja nabrak Aku, ingat nggak." ucap Keyla menjelaskan.
Kevin tampak mengingat - ingat kejadian yang di maksud Keyla.
"Oh ... , laki - laki itu bernama Riky." ucap Kevin.
Keyla tampak memperhatikan jam di tangannya. Memikirkan, apakah dia jujur saja kepada Kevin siapa Riky, apa hubungannya dengan Riky.
"Kevin, sepertinya aku nggak bisa lanjutkan perjodohan ini. Maafkan Aku, bukan maksud aku memberimu harapan, tapi waktu itu Aku masih bingung dengan perasaan ku sendiri. Masalah seseorang yang sudah menjadi penghuni hatiku Riky lah orangnya." jelas Keyla.
Keyla tak mau memberikan harapan palsu lagi kepada Kevin, Ia terlalu baik untuk Keyla.
"Kamu pantas mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku, Kevin. Seseorang yang benar - benar sangat mencintaimu. Tapi bukan diriku. Aku minta maaf untuk itu." ucap Keyla berharap Kevin melepasnya.
"Jujur, Keyla, Aku sudah sangat mencintaimu, Apa tidak ada tempat untukku di hatimu sedikitpun, jika memang tidak ada apa kita bisa menjalin hubungan sebagai teman." tanya Kevin berharap.
"Aku takut jika itu akan lebih menyakitimu, Kevin. Hubungan pertemanan kita tidak akan seperti hubungan pertemanan yang lain. Mengertilah, Aku tidak bisa mencintai siapapun selain Riky, dia cinta pertamaku yang tak pernah aku lupakan." ucap Keyla meminta pengertian Riky.
"Baiklah, kamu tidak usah khawatir aku akan menghilangkan rasa cinta yang Aku miliki untukmu, Asalkan kita menjadi berteman. Memiliki teman sepertimu adalah keberuntungan bagiku. Jadi kita berteman, oke." Kevin masih berharap bisa menjalin hubungan sebagai teman.
"Jika itu keinginanmu, Aku sangat berterimakasih karena kamu mau mengerti kan posisi aku, Aku harap hubungan kita kedepannya murni sebagai teman. Tidak ada yang harus terluka karena Aku." ucap Keyla.
"Untuk makan siang ini Maaf Aku nggak bisa, lain kali saja." ucap Keyla.
Tak lama Riky sampai di depan kantor Keyla, Ia memang tidak masuk hanya menunggu di depan kantor. Dari kejauhan Ia dapat melihat Keyla sedang berbicara dengan seorang laki - laki yang seperti familiar dalam ingatannya.
"Laki - laki itu seperti ... , Ya, dia yang bersama dengan Keyla saat makan di restoran Padang." ucap Riky berhasil mengingat siapa orang itu.
"Apa lebih baik Aku samperin Keyla sama laki - laki itu, ya. Sepertinya mereka sedang bicara serius. Jika Aku ke sana dan justru menganggu Keyla dengan Kliennya bagaimana. Lebih baik Aku tunggu disini saja." ucap Riky.
__ADS_1
"Baiklah, jika begitu Aku mau bertemu dengan Papamu saja, kebetulan selain ingin mengajakmu makan siang Aku juga ada urusan dengan beliau." Kevin berlalu dari hadapan Keyla.
Riky yang melihat kalau laki - laki yang bersama dengan Keyla sudah menghilang, Ia memberikan pesan untuk Keyla yang membuat Keyla tersenyum karena yang di tunggu akhirnya datang juga. Keyla kemudian berjalan ke depan, sesuai dengan pesan yang dikirim oleh Riky.
"Hey ...." melambaykan tangan kepada Keyla.
Keyla menghampiri Riky, mereka memutuskan untuk makan di restoran dekat taman. Restoran itu baru dibuka beberapa hari yang lalu, membuat restoran itu memiliki antrian yang
panjang.
"Kenapa kita makan disini, disini sangat ramai yang ada kita tidak jadi makan tapi hanya mengantri saja disini." tanya Keyla.
"Tenanglah, Aku sudah menyiapkan makan siang kita, kita kesini bukan untuk mengantri, tapi untuk makan di taman, supaya berbeda dari yang lain. Kita buat momen kecil jadi momen romantis, Keyla. Kamu suka dengan Ide ku." Riky sudah menyiapkan segalanya.
"Baiklah, Sepertinya itu menyenangkan. kita parkir disini saja, sepertinya disini aman untuk parkir." ucap Keyla.
Riky turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Keyla dengan menaruh tangan sebagai pelindung kepalanya supaya tidak terbentur.
Mereka berjalan menuju taman yang sudah di hias dengan indah. Semua itu di siapkan oleh Riky yang tentunya dibantu oleh Tio dan Dion teman yang selalu ada untuknya.
"Ya benar lah, semua ini untukmu. khusus untukmu." ucap Riky.
Keyla sangat menyukai hiasan yang dibuat Riky, Ia teringat saat - saat dengan Riky, Riky selalu bisa membuat Keyla merasa nyaman.
"Ayo duduk kita makan siang, hari ini cuaca sangat mendukung. Makan siang kamu kali ini pasti romantis kan. Bukalah makanan itu aku sendiri yang memasak khusus untukmu." ucap Riky.
"Benar kamu sendiri yang memasak. Ini kan makanan kesukaan Aku." Keyla membuka makanan yang disiapkan Riky untuknya.
"Makanlah, atau mau aku yang menyuapi." tanya Riky.
"Malu dilihat banyak orang Riky, ini di taman bukan di rumah." ucap Keyla.
__ADS_1
"Oh, jadi kalau di rumah kamu mau Aku suapi makan." goda Riky.
"Iya, kalau kita sudah menikah kamu boleh menyuapi aku makan." Keyla menantang Riky.
"Oke, Aku akan segera melamarmu. tapi bagaimana dengan orang tuamu, apa mereka akan menerima kau atau tidak." ucap Riky khawatir.
Keyla yang sedang makan menghentikan aktivitasnya sebentar.
"Ada yang ingin aku katakan kepadamu, Aku harap kamu bisa mengerti alasannya." Keyla ingin mengatakan kebenaran mamanya tapi masih ragu.
"Katakanlah, Aku akan mendengarkannya." ucap Riky meyakinkan Keyla.
"Sebenarnya... sebenarnya Mamakulah yang membuat kita terpisah waktu itu. Mama yang melakukannya ... , Mama melakukannya karena ingin melihat Aku bahagia. Aku harap kamu mengerti apa alasan mamaku melakukannya." Keyla menjelaskan kepada Riky supaya dia tidak salah paham dengan mamanya.
"Benar dugaanku bukan, Mamamulah dalang dari semua ini. Tapi aku tidak akan mundur, aku akan memperjuangkan mu sampai kamu menjadi milikku." ucap Riky meyakinkan Keyla.
"Aku percaya sama kamu Riky, Cinta kita pasti akan menang. Dan kita akan bersatu dalam ikatan pernikahan. Bukan hanya kamu yang akan berjuang tapi aku juga akan ikut berjuang." Keyla mantap dengan keputusannya.
"Sekarang kita lanjut makan, sebentar lagi kamu akan balik ke kantor, kan."
Mereka melupakan masalah mereka sejenak dan memilih menikmati makan siang romantis ini.
Banyak orang yang lalu lalang di taman, setiap orang yang melihat pasangan tersebut mendoakan semoga mereka langgeng.
***
Kevin menemui Pak Ridwan di ruangannya, mengajaknya makan sekaligus membicarakan bisnis.
"Siang Om, bagaimana kabar Om Ridwan, saya kesini mau membicarakan kerjasama kita, juga soal_" Kevin menjeda ucapannya.
"Sepertinya, Om tahu apa yang ingin kamu bicarakan pasti soal Keyla, kan." Pak Ridwan menebak arah pembicaraan Kevin.
__ADS_1
"Iya Om, banyak hal yang ingin Kevin ketahui mengenai Keyla." ungkap Kevin.
"Baiklah kota bicara di luar sekalian kita cari makan siang, Bagaimana." ajak Pak Ridwan.