RASA YANG TERDALAM

RASA YANG TERDALAM
Kecelakaan


__ADS_3

Riky sudah tidak sabar menunggu kedatangan Kekasihnya, Keyla. Baginya setiap menit yang di lalui sangatlah lama. Dengan perasaan gugup Riky tetap menunggu.


***


Keyla mematikan Handphone miliknya, namun tak sengaja tanggal Keyla justru menjatuhkan Handphonenya.


"Kenapa harus jatuh," Keyla mencoba mengambilnya, namun sayang ia tidak melihat keadaan jalan saat hendak mengambil hpnya, hingga menyebabkan kecelakaan terjadi. Untuk menghindari kecelakaan, Keyla sempat membanting setir ke kiri. Tapi tetap saja mobil yang Keyla kemudikan menabrak mobil yang berlawanan, itu menyebabkan kecelakaan yang dialami beruntun.


Kecelakaan itu menyebabkan kemacetan total. Para warga yang beras di sekitar kejadian ikut membantu. Semua korban dibawa ke Rumah Sakit Pelita Harapan.


Hingga pukul delapan malam, akhirnya kemacetan bisa diatasi dan kondisi jalan bisa kembali seperti semula.


***


Riky menunggu hingga pukul delapan malam, meski perasaannya mengatakan ada sesuatu yang terjadi, tapi Riky tetap menunggu Keyla hingga sebuah panggilan tertera pada Handphone milik Riky, dengan perasaan senang Riky menerima panggilan tersebut karena memang nama yang tertera adalah Keyla.


"Kamu dimana, Keyla, jangan buat aku menunggu terlalu lama !" ucap Riky dengan cemas. Ia dapat merasakan sesuatu telah terjadi, tapi Riky masih belum mengerti apa itu.


"Maaf, Pak. Saya bukan Keyla, saya menemukan Handphone ini di tempat kecelakaan terjadi. Saya hanya ingin mengabarkan bahwa korban di bawa ke Rumah Sakit Pelita Harapan. Kebetulan saya ikut membawa korban ke Rumah Sakit. Jika bapak adalah salah satu keluarga korban lebih baik bapak ke Rumah Sakit sekarang. Saya tutup dulu Pak, saya tunggu kedatangan bapak." ucap Pak Didik memberikan kabar.


Tak ada jawaban dari seberang. Handphone yang Riky pegang jatuh dan berserakan ke mana-mana.

__ADS_1


Seketika itu kaki Riky terasa lemas, ia tak mampu menahan kabar mengenai kecelakaan, Keyla. Seakan dunia dan impiannya hancur.


"Aku nggak boleh seperti ini, Aku harus menemani Keyla disetiap saatnya. Bertahanlah, Keyla demi Aku. Aku datang Keyla." Riky memunguti hpnya yang berserakan dan segera pergi menuju Rumah Sakit Pelita Harapan sesuai instruksi yang dia dapat. Di sepanjang jalan, Riky tak henti-hentinya menangis, ia rak menyangka jika Keyla yang tadinya masih berbicara dan tersenyum sangat manis kepadanya sekarang mengalami kecelakaan. Riky masih belum bisa menerima kenyataan itu. Riky mengemudi dengan kecepatan tinggi, ia ingin segera mengetahui kondisi Keyla. Keadaan jalanan yang sedikit sepi memudahkannya sampai di Rumah Sakit.


Dalam waktu tiga puluh menit Riky sampai di Rumah Sakit Pelita Harapan. Dengan sedikit berlari, Riky menanyakan pada salah satu suster yang bertugas.


"Suster, dimana kamar korban kecelakaan yang baru saja dibawa ke rumah sakit ini." tanya Riky.


"Sekarang para korban sedang dibawa ke ruang ICU di lantai dua, karena keadaannya cukup gawat.


Tanpa menunggu lama, Riky langsung menuju Ruang ICU. Di Sana Riky dapat melihat Keyla yang terbaring lemah, sedang ditangani oleh dokter.


"Sabar ya pak, saya yang tadi memberikan kabar mengenai korban. karena kebetulan hpnya tadi terjatuh dan saya menemukannya, ini saya kembalikan. Tugas saya sudah selesai, saya permisi dulu. Mengenai korban lainnya sudah saya pasrahkan kepada Rumah Sakit, mungkin pihak Rumah Sakit yang akan memberikan kabar kepada keluarga korban lainnya." ucap Pak didik ikut duduk di samping Riky untuk memberikan sedikit kekuatan kepadanya.


"Terimakasih, Bapak sudah membawa kekasih saya ke Rumah Sakit. ini ada sedikit rezeki untuk bapak terimalah." Riky menyerahkan beberapa helai uang merah kepada Pak Didik sebagai tanda terimakasih.


"Tak perlu memberikan apapun, Pak. Saya ikhlas menolongnya." menolak secara halus, karena memang niat menolongnya tulus.


"saya mohon jangan ditolak, Pak. Begini saja jika Bapak tidak mau, tolong bantu saya sedekahkan kepada yang membutuhkan. Semoga ini bisa membantu keadaan kekasih saya agar cepat pulih, saya ikhlas, Pak." Riky menyerahkan uang tersebut. Ia ingin bersedekah sedikit atas nama kekasihnya Keyla.


"Baiklah, jika itu memang keinginan Bapak, akan saya lakukan. Saya permisi." Pak Didik pergi meninggalkan Riky yang masih terduduk lesu.

__ADS_1


Menyadari ketidak hadiran keluarga Keyla. Riky berpikir mungkin Pak Ridwan dan Bu Anjani belum mengetahui kabar mengenai putrinya.


"Sepertinya, Aku harus memberitahu orang tua Keyla, Keyla pasti membutuhkan kedua orang tuanya." Riky memilih menghubungi Pak Ridwan, karena dia sudah merasa lebih dekat dengan Papanya Keyla.


"Hallo Om, ini Riky, Riky ingin mengabarkan bahwa putri Om, Keyla mengalami kecelakaan sekarang sedang berada di ruang ICU. Riky harap Om segera ke Rumah Sakit Pelita Harapan, Riky tunggu, Om." Riky memberitahukan dengan sesekali isakan kecil keluar dari mulutnya.


"Apa, bagaimana itu bisa terjadi, Tunggu di sana, Om dan Tante akan segera ke sana." Pak Ridwan mematikan telfon sepihak.


Dari nada bicara pak Ridwan barusan, Riky sudah bisa menebak jika beliau terpukul dengan kabar ini, atau bahkan akan menyalahkan Riky atas apa yang terjadi kepada putri semata wayang mereka.


***


"Ma, Mama, Papa dapat kabar dari Riky jika putri kita mengalami kecelakaan dan sekarang ada di Rumah Sakit Pelita Harapan. Sekarang kita pergi kesana." ajak Pak Ridwan.


Bu Anjani yang sedang asik memainkan gawainya mendengar kabar suaminya mengatakan putri kesayangannya kecelakaan refleks menjatuhkan HP miliknya.


"Tadi Papa bilang apa, Keyla kecelakaan ! terus bagaimana keadaannya sekarang, Pa. Ayo kita kesana, dia pasti butuh kita, Pa." bu Anjani panik. Sebagai seorang ibu ketika mendengar bahwa anaknya kecelakaan hatinya pasti hancur. seakan dunianya kehilangan keseimbangannya. Sepanjang perjalanan bu Anjani terus saja menangis, seakan tidak Terima jika putrinya Kecelakaan.


"Mama, tenang dulu. kita do'akan saja semoga Keyla baik-baik saja. lagipula ada Riky yang menjaganya saat ini." ucap Pak Ridwan.


"Apa, Riky, pasti Riky yang menyebabkan Keyla kita Kecelakaan. Mama akan beri dia pelajaran jik situ sampai benar." Bu Anjani emosi. Pak Ridwan tidak menanggapi ucapan istrinya, ia sendiri sudah menyaksikan kedalaman cinta Riky untuk Keyla melalui tatapan matanya. "Mana mungkin orang yang sangat mencintai sanggup melukai. itu tidaklah mungkin." Pak Ridwan bermonolog.

__ADS_1


__ADS_2