RASA YANG TERDALAM

RASA YANG TERDALAM
Mendapat Restu Calon Mertua


__ADS_3

"Apa kamu benar-benar mencintai anak saya, apa tidak ada motif lain dibalik perasaanmu." tanya Pak Ridwan penuh selidik.


Pak Ridwan akan melakukan apaan untuk kebahagiaan putri semata wayangnya terlebih dia pernah kehilangan Keyla bertahun-tahun lamanya.


"Kenapa Om berpikir seperti itu, saya akui saya memang dulu orang yang tidak terlalu mampu, bahkan kehidupan keluarga saya jauh dari kata keharmonisan. Tapi saya tidak mempunyai niat apapun terhadap putri, Om. Semua itu murni perasaan cinta saya kepada putri Om." Riky mengatakan yang sejujurnya.


"Apa omonganmu bisa saya percaya." Pak Ridwan masih mencari kebenaran dari perkataan Riky.


"Lalu apa yang bisa saya lakukan untuk membuktikan perkataan saya bahwa semua itu memang benar." tanya Riky.


Pak Ridwan terlihat berpikir, ia tak mau salah mengambil keputusan.


"Apa kamu bisa meninggalkan putri saya dan membiarkannya hidup bahagia dengan orang lain ?" tanya Pak Ridwan dengan menatap Mata Riky, mencari kebenaran atas jawaban yang akan ia sampaikan.


Riky menatap nanar mata Pak Ridwan, mendengar pertanyaan dari beliau membuat hatinya terluka, Riky tak pernah berpikir untuk meninggalkan Keyla, bahkan kejadian dia terpisah dengan Keyla satu tahun yang lalu itu sudah membuat Riky merasa kehilangan belahan jiwanya. Lalu sekarang haruskah dia terpisah lagi dengan Keyla. Sanggupkah Riky melakukannya.


"Bagaimana, apa kamu bisa melakukannya, ! saya yakin kamu bisa, karena kamu pernah terpisah dengan putri saya selama satu tahun terakhir ini." Pak Ridwan masih menatap Riky dalam.


"Saya, tidak pernah berpikir bahwa saya akan kehilangan Keyla untuk kedua kalinya, selama ini saya selalu menunggu Keyla kembali kepada saya. Saya pun baru mengetahui jika perpisahan kami itu hanyalah sebuah kesalahpahaman belaka. Meskipun begitu saya tidak pernah membenci putri bapak." Riky menatap Pak Ridwan sendu.


"Saya hanya butuh jawaban darimu, bukan penjelasanmu." Pak Ridwan bersikap tegas.


"Terserah apa yang Om pikirkan tentang saya, satu yang ingin saya sampaikan bahwa saya tidak akan melepaskan Keyla, setelah penantian saya terhadap putri Om, sangatlah tidak mungkin jika saya melepaskan putri, Om begitu saja. Saya sangat mencintainya bahkan menyerahkan nyawa saya akan saya lakukan hanya untuk Keyla." ucap Riky penuh penekanan.


Setelah mengatakan itu Riky memalingkan muka, menyeka air mata yang hendak turun dari pelupuk mata. Rasanya sangat sakit mendengar permintaan dari Om Ridwan.


Bahkan, Pak Ridwan sebenarnya imut terenyuh atas jawaban yang Riky lontarkan. Ia cukup bisa merasakan penderitaan mereka berdua.

__ADS_1


"Oh, benarkah semua yang kamu katakan. Saya harap itu semua adalah kejujuran bukan hanya karangan belaka." Pak Ridwan masih menatap mata Riky.


"Saya tahu Om pasti tidak akan mudah percaya pada semua perkataan saya, namun saya harap Om sendiri bisa membedakan yang baik dan buruk untuk putri Om sendiri." ucap Riky.


"Mungkin kamu benar, Saya harus memilih yang terbaik untuk anak saya. Saya akui, saya belum mengenalmu dengan baik, yang lebih mengenalmu adalah orang tua angkat Keyla." Pak Ridwan berucap dengan tenang.


"Jika Om masih memaksa saya untuk melepaskan Keyla untuk orang lain, Maaf Om, saya nggak bisa, benar-benar nggak bisa. Keyla adalah tujuan hidup saya, impian terbesar saya untuk menjadikannya satu-satunya wanita yang saya cintai seumur hidup saya." Riky mengucapkan tanpa keraguan.


"Berikanlah saya kesempatan untuk bisa membuktikan bahwa saya memang pantas untuk putri Om." pinta Riky.


Pak Ridwan terlihat menghela nafas berat. Ia sangat ingin melihat putrinya bahagia dengan pilihannya sendiri.


Seketika senyum terbit di sudut bibir Pak Ridwan, Ia cukup puas dengan apa yang dikatakan Riky. Mengenai ucapannya tadi hanyalah untuk mengetes ketulusan cintanya.


"Jika kamu memang benar-benar mencintai anak Saya, saya merestui hubungan kalian. Maaf, tadi saya hanya bercanda, untuk mengetahui kebenarannya saya harus melakukan itu." Pak Ridwan memeluk Riky.


Ia sangat menyukai orang yang hanya mencintai satu wanita dalam hidupnya dan rela memberikan nyawanya untuk kebahagiaan wanita itu. Laki-laki seperti itu bagi Pak Ridwan sangatlah langka pada zaman sekarang.


"Saya harap kamu membuktikan janji dan perkataan mu ya, Riky. Saya permisi dulu. Oh ya, untuk Mamanya Keyla kamu harus mencari cara sendiri untuk bisa meluluhkan hatinya. Semangatlah, kamu pasti bisa." Pak Ridwan memberi masukan.


"Terimakasih, Om, saya akan membuktikan omongan Saya." Riky bahagia, senyuman tak pernah lepas dari wajahnya.


Pak Ridwan pergi meninggalkan Restoran dan menemui Keyla dan Kevin yang sudah menunggu di parkiran.


"Papa, Papa kenapa lama sekali, apa yang Papa bicarakan sama Riky, Pa." tanya Keyla.


Pak Ridwan keluar dari restoran dengan wajah tersenyum. Ia merasa pilihan putrinya tidak salah.

__ADS_1


"Papa tidak mengatakan apa pun Keyla, hanya sedikit menguji cintanya, dan ternyata jawabannya sesuai dengan apa yang Papa harapkan dari calon suamimu.


Keyla tersenyum bahagia, mendengar apa yang dikatakan oleh Papanya. Ia tak percaya jika Riky, kekasihnya sudah mendapatkan restu dari sang ayah.


"Papa serius, Papa nggak lagi bercanda, kan." tanya Keyla memastikan.


"Memang wajah Papa terlihat sedang bercanda. Oh ya, Nak Kevin, sebelumnya Om minta maaf ya, sepertinya rencana perjodohan kalian di batalkan. Om nggak bisa jika harus memaksakan kehendak Om pada Keyla. Om hanya ingin melihatnya bahagia. Dan Om harap kamu mengerti." Pak Ridwan meminta Maaf mewakili keluarganya dengan menangkup kan kedua tanggan di dada.


Kevin yang melihat Om Ridwan seperti itu tak tega jika harus berkata kasar. lagipula semuanya belum terlalu jauh, rasa cinta untuk Keyla masih belum dalam. Hanya rasa sakit itu masih terasa.


"Sebaiknya kita kembali ke kantor, yang lalu biarlah berlalu, Om. Saya tidak marah kok." ucap Kevin.


***


Riky yang bahagia tak mau melewatkan membagi kebahagiaanya dengan Tio dan Dion. Menghubungi mereka untuk berkumpul di restoran miliknya.


Tak lama mereka berdua datang dengan tergesa-gesa.


"Ada apa lo suruh kita kesini, apa lo punya masalah ?" tanya Tio.


"Iya kak, memang ada apa sih, kok kayaknya penting banget." Dion ikut bertanya.


"Sebenarnya nggak ada masalah apapun, hanya ... hanya ingin kasih tahu kalian bahwa gue udah dapat restu dari Papanya Keyla, Gue seneng banget, dan untuk itu kalian aku traktir makan sepuasnya disini kalau perlu kalian bawa pulang." ungkap Riky.


"Lo serius, lo nggak lagi bercanda, kan." Tio masih belum percaya dengan apa yang dikatakan Riky.


"Iyalah, Gue nggak pernah main-main kalau menyangkut Keyla. Ceritanya panjang, sekarang kalian makan dulu entar Gue ceritain secara detail." ucap Riky.

__ADS_1


Riky pun memanggil pegawainya untuk melayani kedua sahabatnya.


***


__ADS_2