
Dua pelayan cantik datang, mereka adalah pelayan baru, bahkan baru saja Riky memberikan instruksi kepada mereka.
"Tolong layani mereka dengan baik." perintah Riky.
"Baik Pak, masnya mau pesan apa ?" tanya Pelayan.
Tio dan Dion tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, bukan mereka tak menghargai Riky sebagai pemilik restoran, tapi karena ini kesempatan langka yang diberikan Riky kepada mereka, lagipula kapan lagi Riky akan memberikan makanan gratis untuk sahabatnya ini.
"Ini beneran, kan kita bisa pilih menu sesuka kita." Tio berucap.
"Kalau yang paling mahal, boleh." tanya Dion polos.
"Terserah kalian mau pilih yang mana saja, hari ini aku gratiskan khusus untuk kalian. Ya itung-itungvsebagaibtanda terimakasih gue, kalian udah bantuin gue dapatin apa yang gue mau." senyuman tak lepas dari wajah Riky.
"Syukurlah kalau begitu kita turut bahagia. Dan kita do'ain semoga Tante Anjani bisa segera memberikan restu untuk kalian berdua, ya." Tio mendoakan kebaikan sahabatnya.
"Thank's ya. Ayo dimakan, Aku akan kembali sebentar lagi." Riky meninggalkan mereka berdua, itu dia lakukan agar Tio dan Dion tidak sungkan-sungkan untuk menikmati makanan di restoran Riky.
Riky pergi ke ruangannya, ia ingin memberikan kabar baik ini kepada Mamanya.
"Kring, hallo, Ma, Riky punya kabar bahagia, Ma. Riky udah ketemu sama Papanya Keyla, dan Mama tahu nggak apa yang kami bicarakan." Riky tak sabar memberitahukan pada Mamanya.
"Memang apa, Riky. Jangan buat mama penasaran dong, cepat katakan, apa Pak Ridwan memberikan restu atau bagaimana." Bu Isma tidak sabar mendengar jawaban anaknya.
"Perkiraan Mama, benar sekali. Papanya Keyla sudah memberikan restu tinggal Bu Anjani yang belum memberikan restunya." ucap Riky.
"Mama selalu mendoakan, semoga kamu bisa segera meminang Keyla menjadi istrimu, Riky. Mama sangat mengharapkan itu." ucap Bu Isma.
Dengan Riky mendapat restu, keinginan Bu Isma untuk segera menimang cucu bertambah dekat.
"Ya sudah, Ma. Riky mau menemani Tio dan Dion dulu, kebetulan Riky meminta mereka untuk datang ke restoran Riky, hanya sekedar berbagi kebahagiaan dan berbagi rezeki, ma." Riky menutup Telponnya.
Tio dan Dion hari ini sangat puas bisa merasakan masakan sahabat mereka secara langsung, ditambah bisa di bawa pulang.
Riky, menghampiri mereka dan menceritakan kejadian bagaimana dia bertemu dengan Papanya Keyla, dan mendapat restu darinya.
__ADS_1
"Terus rencana lo mengenai pengagum rahasia Keyla bagaimana, apa nggak sebaiknya lo jujur saja jika semua hadiah itu dari lo. Gue rasa Keyla bakalan Terima hadiah itu dengan senang hati." saran dari kedua sahabatnya.
"Perkataan kalian benar juga, Mulai sekarang gue harus jalani semuanya dengan kejujuran jika gue pingin hubungan gue bisa langgeng." Riky menerima saran mereka.
"Terus rencana lo apa, apa ada yang bisa kita bantu, sepertinya ada jika dilihat dari senyum misterius lo itu." Tio sudah bisa menebak apa yang Riky pikirkan.
Selena pertemanan mereka hanya Tio lah yang sangat mengerti Riky. Mereka bagaikan saudara, meskipun sebenarnya bukan.
"Lo emang orang yang paling ngerti gue banget, gue mau malam ini menjadi malam sepesial gue sama Keyla, kalian bisa bantu gue atur semuanya ?" tanya Riky.
"Ya elah Rik, soal begituan ya nggak perlu ditanya, kita pasti bantuin lo, apapun itu. Karena memang itu gunanya sahabat, selalu mendukung satu sama lain." Tio mengingatkan lagi tugas sahabat.
"Iya ... iya ... , kalian memang yang terbaik."
"Sekarang kita balik dulu ya, thanks makananya, nanti lo kasih tahu kota tempatnya dimana, kita bakalan atur sesuai kemauan lo. lo tinggal Terima beres aja." Tio semangat mengerjakannya jika itu demi melihat temannya bahagia.
"Thanks ya, nanti gue kabari."
Setelah mereka pulang, Riky kembali ke ruangannya. Senyuman tidak pernah pudar dari wajahnya. hari ini adalah hari yang membahagiakan.
"Hallo, Keyla, kamu malam ini sibuk nggak. Apa kamu nanti malam bisa datang ke taman puspa aku tunggu disana ya, pokoknya harus datang nggak ada kata nggak bisa datang." pinta Riky.
Perencanaan, dan hiasan sudah sangat sempurna, tinggal menunggu orang yang akan dinner romantis malam ini, semua itu berkat Tio dan Dion yang sudah bekerja keras mewujudkan semua keinginan sahabatnya Riky.
Riky tidak menjemput Keyla, ia ada kendala sedikit di kantor tapi tetap Riky usahakan datang lebih dulu.
"Semuanya sudah benar, kan Dion. malam ini harus berjalan dengan sempurna, lampunya apakah sudah benar." Tio bertanya.
"Sudah kak, kak Tio nggak usah khawatir, semua sudah beres. Tapi dimana Riky, katanya hanya pergi sebentar kenapa nggak balik-balik." Dion khawatir.
Tak lama, orang yang mereka bicarakan datang juga.
"Sorry ya gue telat, gimana semua beres ?" tanya Riky.
"Ya lo lihat aja sendiri, apa yang kurang nanti bisa kita tambahin."
__ADS_1
"Waw... ini sangat keren, lo emang berbakat jika diminta mendekorasi acara seperti ini. Kesan romantis sangat terlihat, makasih ya, semua ini berkat kalian berdua." ucap Riky menyanjung.
"Ya iyalah, gue gitu lo, lo nggak bakalan kecewa malam ini. Kalau gitu gue sama Dion balik dulu ya. Kita nggak mau ganggu orang yang lagi kasmaran." ucap Tio menggoda.
Mereka pergi meninggalkan Riky sendiri.
***
Di rumah Keyla.
Hari ini Keyla berdandan sangat cantik, ia sangat bahagia telah mendapat restu dari Papanya hanya tinggal membujuk mamanya untuk menerima Riky. Setelah itu semua beres.
"Kamu mau kemana, Keyla, dengan dandanan secantik ini, ? apa kamu mau ketemuan sama si Riky itu." tanya Bu Anjani ketus.
"Iya, Ma. Hari ini aku ada janji dinner romantis sama Riky. Aku pergi dulu ya ma." Keyla meninggalkan mamanya di ruang tamu.
"Kenapa kamu sekarang tidak menurut dengan mama, apa mama salah, Mama hanya ingin yang terbaik untukmu." Bu Anjani sedih.
Keyla memilih mengemudi sendiri mobilnya, hari ini mungkin ia akan pulang terlambat. Menyalakan mesin mobil dan mulai membelah padatnya jalanan karena malam minggu. Ia sangat senang bisa dinner romantis dengan sang pujaan hati secara terang -terangan tanpa dihantui rasa takut.
Riky yang sudah tidak sabar bertemu dengan Keyla memilih menghubungi Keyla.
Riky melakukan panggilan Video call dengan Keyla.
Kring... kring... HP Keyla berbunyi.
Keyla sempat tidak mengangkat panggilan tersebut, tapi karena riky memanggilnya berulang kali ia takut terjadi apa-apa dengan kekasihnya itu.
"Iya, Riky, sebentar lagi aku sampai, jangan telfon terus, aku lagi mengemudi ini." jawab Keyla.
"Baiklah, cepatlah sampai dan hati-hati mengemudinya." pesan Riky.
"Baiklah sayangku. Tunggu aku disana." ucap Keyla disertai senyuman paling manis.
Mendengar perkataan Keyla hati Riky sedikit lega. Ia hanya berharap, Keyla segera datang dan Riky akan melamarnya malam ini.
__ADS_1