
"Baiklah Keyla, Mama mengerti menghadiri acar itu juga sangat penting. Mama dan Papa akan ikut menghadirinya. Kami tidak akan berlibur tanpa Kamu, sayang." ucap Bu Anjani.
"Jangan seperti itu, Ma. Sayang sekali tiket dan persiapan yang sudah mama siapkan. Lebih baik Papa dan Mama pergi berdua itung - itung kalian bulan madu lagi, Keyla juga ingin melihat kalian bahagia berlibur bersama. Please Mama mau ya tetap berlibur dengan Papa." Keyla memohon pada Mamanya.
"Oke ... oke ... Mama akan tetap berlibur dengan Papa, tapi kamu ingat lain kali jika kita merencanakan liburan bersama batalkan semua pekerjaan mu dan ikut bersama kita. Ini perintah Keyla." ucap Bu Anjani.
"Siap Bu Bos. Ayo kita masuk dan istirahat Keyla sudah lelah seharian bekerja." ucap Keyla.
"Istirahat yang cukup ya, Keyla. Jangan bergadang pekerjaan kantor bisa diselesaikan di kantor." ucap Mamanya.
"Iya Mamaku yang cantik, tambah cantik setelah dari salon. Keyla masuk dulu Ya. Good night, ma." Keyla meninggalkan Mamanya yang berada di ruang tamu.
Setelah masuk kamar keyla memilih untuk menghubungi Riky untuk mengabari jika Ia sudah sampai di rumah.
Hati Keyla sekarang sedang di penuhi dengan bunga - bunga yang bermekaran. Semua itu tidak dapat Ia sembunyikan. Kebahagiaan itu tiba - tiba hilang dari wajah Keyla mengingat jika Mama dan Papanya sangat menginginkan Ia bisa bersanding dengan Kevin, bukan Riky.
"Bagaimana dengan Kevin, Ia pasti sangat berharap Aku membukakan pintu hati untuk dirinya. Sekarang pintu itu sudah tertutup dan pemiliknya masih tetap sama yaitu 'Riky selamanya." ucap Keyla bimbang.
Keyla tidak mau membuat Kevin lebih berharap bisa memiliki tempat di hati Keyla. Tapi apalah daya Ia juga nggak bisa menolah keinginan orang tuanya.
" Mungkin sebaiknya Aku jujur ke Kevin mengenai siapa pemilik hati ini, mungkin Kevin akan mengerti dengan keadaanku, dan bisa membantuku bersatu dengan Riky. Ya sepertinya itu pilihan yang tepat." Ucap Keyla dalam hati.
"Sudahlah, sekarang lebih baik Aku tidur, besok Aku harus bangun pagi." ucap Keyla,
Tak lama setelah itu Keyla tertidur dengan lelap.
Sedangkan Bu Anjani sedang berpikir, bagaimana bisa Keyla mengetahui jika Riky pernah datang ke rumah satu tahun yang lalu. Karena yang mengetahui masalah itu hanyalah Riky, suaminya dan Ia sendiri.
"Apa aku tanya ke Papa ya, Siapa tahu Keyla tahunya dari Papa." ucap Mama Keyla.
__ADS_1
Menghampiri suaminya di ruang kerja.
"Pa, papa tahu nggak tadi Keyla tanya - tanya soal Riky lo Pah, Riky putranya bu Isma, yang satu kampus dengan Keyla." ucap Bu Anjani cemas.
"Terus ada apa memang mereka ada hubungan apa, kenapa mama terlihat khawatir ayo ceritakan pada Papa." Pak Ridwan ingin tahu apa yang di sembunyikan oleh istrinya.
"Sebenarnya, Keyla pernah cerita ke mama kalau dia punya hubungan dengan Riky putranya Bu Isma, itu sebelum kecelakaan orang tua angkatnya Keyla. Ya, memang waktu itu Keyla meminta kita untuk memaafkan perbuatan Riky yang telah menyebabkan kecelakaan itu, tapi mama nggak bisa melihat Keyla terpukul atas meninggalnya mereka. Terlebih mama mengetahui kalau Riky berpacaran dengan Keyla secara diam - diam. Karena itu mama merencanakan memisahkan mereka berdua apapun caranya." ucap Bu Anjani.
Bu Anjani menangis, takut putrinya akan membencinya jika mengetahui kebenaran itu.
Pak Ridwan terkejut mendengar penuturan dari Istrinya ia tak menyangka jika istrinya bisa berbuat sejauh itu.
"Bagaimana Mama bisa melakukan itu, dan kenapa Mama nggak pernah cerita ke Papa." tanya Pak Ridwan.
"Maafkan Mama, Pa. Mama hanya ingin Keyla mendapatkan pasangan yang sesuai dengan kita juga menyanyangi Keyla sepenuh hati, Mama menyesal Pa. Sekarang Mama harus bagaimana Pa Keyla akan memaafkan mama, kan Pa." ucap Bu Anjani takut.
"Mama tenang saja, putri kita pasti akan memaafkan Mama, jika dia saja bisa memaafkan orang yang menyebabkan orang tua angkatnya meninggal maka Ia juga pasti memaafkan mama." ucap Pak Ridwan menenangkan Istrinya.
"Papa benar, Mama akan bicara kepada Keyla. Semoga Ia mau mengerti alasan mama melakukan itu." ucap Bu Anjani.
"Yasudah, hapus air mata Mama, sekarang kita tidur sudah malam." ucap Pak Ridwan.
***
Riky sangat bahagia. Setelah sampai dirumah Ia meminta izin kepada mamanya untuk menemui sahabatnya Tio. Ia ingin menceritakan kejadian barusan yang dia alami.
Menyetir mobil membelah jalanan yang mulai sepi kendaraan menuju rumah Tio. Tak lupa Riky juga menghubungi Dion teman barunya untuk ikut bergabung dengan mereka di rumah Tio.
Tak lama Riky sudah sampai di rumah Tio.
__ADS_1
Tio sendiri sedang bersantai dengan adiknya di teras rumah.
"Itu sepertinya Riky, pasti di mau curhat masalah hati lagi." ucap Tio sudah bisa menebak apa arah pembicaraan mereka.
"Selamat mendengarkan kakakku tersayang Aku istirahat dulu saja ya, besok aku masih banyak pekerjaan di kantor." ucap Dito mengejek kakaknya.
"Diam kau, punya adik satu kok sukanya mengejek kakaknya." ucap Tio kesal.
Riky turun dari mobil, berlari kecil menghampiri Tio dan memeluknya wajahnya penuh kebahagiaan.
"Sepertinya ada yang lagi bahagia. Ada apa ceritakan saja." ucap Tio penasaran.
"Lo benar Tio, Aku sedang bahagia, Lo tau tadi gue ketemu Keyla bahkan gue bicara sama dia, gue sudah ungkapkan perasaan gue sama dia." ucap Riky.
"Lo serius, sudah ungkapkan isi hati lo pada Keyla." ucap Tio tak percaya.
"Lo nggak lihat muka gue nggak bercanda. Gue serius Tio, dan lo tau nggak apa jawaban Keyla tadi." ucap Riky.
"Apa jawabannya, cepat kasih tau gue, jangan buat gue penasaran." ucap Tio tidak sabar.
"Keyla juga masih mencintai gue." Riky tersenyum bahagia
Tio juga ikut bahagia mendengar temannya bahagia.
"Akhirnya penantian li berakhir juga, terus apa orang tua Keyla juga sudah mengetahui hubungan kalian ?" ucap Tio.
"Masalah itu gue dan Keyla masih belum kasih tahu orang tua Keyla, gue penasaran siapa yang sudah membuat gue dan Keyla salah paham selama ini." Riky menjelaskan.
"Maksud lo ada orang yang tak ingin kalian bersatu gitu." ucap Tio.
__ADS_1
"Iya ... , gue juga baru tahu, tadi kata Keyla gue kirim surat untuknya yang mengatakan kalau gue akan pergi jauh dan minta dia buat lupain gue. Aneh kan padahal gue kan nggak pernah kirim surat apapun." ucap Riky.
"Tega benar itu orang, nggak suka kali ya dia lihat orang bahagia sampai bisa lakuin hal seperti itu." Tio ikut kesal mendengar cerita Riky.