
"Ada apa dengan kakiku, kenapa tidak bisa di gerakkan, suster, kenapa kakiku, katakan kenapa..." Keyla menangis histeris, tidak bisa menggerakkan kakinya, bahkan merasakan pun tidak.
"Apa tidak ada yang bisa memberitahuku, apa yang terjadi denganku?" tanya Keyla, masih mencari jawaban.
Riky yang berada tak jauh dari Keyla, ikut merasakan rasa sakit yang dialami oleh kekasihnya itu, bagaimana tidak, kehilangan salah satu kemampuan pada tubuh pasti akan memberikan dampak yang buruk untuk tubuh yang lain. ketidaknyamanan pasti dirasakan oleh, Keyla.
"Keyla, tenanglah, aku disini bersamamu. Jangan takut, aku akan menemanimu, membantumu sembuh, percayalah keajaiban itu ada." Riky mencoba menyalurkan kepercayaan, bahwa mukjizat itu benar adanya.
Mendengar ucapan Riky, keyla merasa sedikit tenang. Dalam hatinya sudah menduga apa yang di sampaikan oleh Riky adalah keadaanya sekarang sedang tidak baik-baik saja.
"Apa itu artinya, aku mengalami kelumpuhan, jawab aku, apa itu benar?" tanya Keyla mencari jawaban.
sebelum bisa menjawab, bulir bening jatuh dari netra mata Riky,"Itu benar, Keyla. Kuatkanlah hatimu. Ingat saja apa yang aku katakan." Riky masih mencoba menumbuhkan rasa percaya diri keyla yang mungkin sekarang sudah tidak ada.
"Bagaimana keadaan Keyla, suster, apa semuanya baik-baik saja?" ucap Riky ingin memastikan selain kakinya tidak ada lagi hal serius yang membahayakan nyawa Keyla.
__ADS_1
"Bapak tenang saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan, semuanya baik. Bu Keyla hanya perlu melakukan pengecekan rutin besok hingga dua hari setelah itu baru di perbolehkan pulang." ucap Suster,
setelah melakukan tugasnya, suster tersebut keluar dari ruangan Keyla, meninggalkan Keyla dengan Riky sendiri. Dilihat dari tatapan mereka berdua, suster itu sudah menyadari jika diantara mereka ada hubungan spesial.
"Tenanglah Keyla, tataplah mataku, apa kamu melihat harapan dari mata ini?" Lagi-lagi Riky memberikan pertanyaan yang bisa membangkitkan semangat Keyla. Keyla menuruti permintaan, Riky.
Memang benar Keyla bisa melihat sedikit harapan dirinya pasti bisa sembuh, dengan dukungan orang-orang yang sangat menyayangi dirinya bukan mustahil, Keyla akan mendapatkan kesempatan berjalan lagi. lagipula kelumpuhan Keyla hanya sementara bukan permanen.
krek...
"Keyla, kamu sudah sadar, sayang. Mama khawatir sekali denganmu. Katakan apa yang sakit, Keyla?" tanya bu Anjani sambil memeluk putrinya yang baru mendapatkan kesadarannya.
"Biarkan Keyla istirahat dulu, Ma. sepertinya dia juga baru saja membuka mata, Apakah itu benar, Riky?" Pak Ridwan beralih tanya kepada Riky.
"Om benar, Keyla baru saja membuka mata, suster juga baru saja keluar dari ruangan ini. Katanya tidak ada yang perlu di khawatirkan, Keyla hanya perlu melakukan pemeriksaan ulang selama dua hari, setelah itu baru bisa pulang."
__ADS_1
Pak Ridwan memperhatikan penjelasan Riky dengan saksama. "Itu artinya Keyla juga sudah tahu mengenai keadaannya yang lumpuh?" tanya Pak Ridwan.
"Keyla sudah mengetahuinya, lagipula Keyla juga sudah bisa merasakan jika ada yang salah dengan tubuh keyla." jawab Keyla datar.
"Sayang, kamu jangan bersedih, masih ada mama dan papa yang akan menemanimu, dan disini juga ada Riky yang selalu bersamamu. Kamu tahu nggak, Riky dari kemarin belum pulang sama sekali, ia menunggu kamu hingga sadar. Meski Mama beberapa kali mengusirnya, tapi dia tidak meninggalkan tempat ini sedikitpun. Ma baru tahu jika cintanya kepadamu memang tulus." ucap Bu Anjani mulai menyukai Riky.
"Papa punya kabar gembira untuk kamu, kamu tahu apa itu?" Pak Ridwan ingin putrinya menebak apa yang ingin di sampaikan kepadanya.
"Keyla tidak tahu, Pa, lagipula keyla masih belum memiliki minat untuk menebak apa pun dari Papa." Keyla menjawabnya dengan lemas.
Pak Ridwan memberikan senyum terindahnya untuk menyampaikan kabar gembira itu pada Keyla.
"Dalam satu minggu kedepan kalian akan melangsungkan pernikahan. Mama dan Papa sudah merestui kalian berdua. rencananya kalian akan menikah dengan sederhana, setelah kamu sembuh kita akan merayakan pernikahan kalian dengan sangat mewah, bagaimana?" tanya Pak Ridwan.
"Saya setuju dengan apa yang om katakan, tinggal Keyla, apakah dia menerima saya sebagai pasangannya?" Riky beralih tanya pada Keyla.
__ADS_1
Keyla merasa ini terburu-buru tapi dia juga sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekatnya, maka ia menyetujui pernikahan itu.