
Riky datang dengan menggunakan motor yang di parkir sedikit jauh dari pagar rumah Keyla.
(Turunlah, sebentar saja), pesan terkirim.
Keyla berjalan dengan berjinjit agar tak menimbulkan suara. Waktu menunjukkan pukul 22.00, biasanya orang tua Keyla sudah tidur. Meskipun begitu Keyla tetap takut ketahuan. Sampai di depan rumah Keyla langsung menghampiri Riky, memeluknya untuk melepaskan rindu baru tiga hari mereka tidak bertemu rasanya sudah tak bisa menahan rindu.
"Aku mencintaimu Keyla jangan pernah tinggalkan Aku. Meski apapun yang terjadi berjanjilah jangan tinggalkan aku." ucap Riky dengan muka memelas.
"Iya, iya aku janji. Sekarang kamu mau kasih aku apa sampai aku harus menemui mu secara diam - diam seperti ini." tanya Keyla penasaran.
"Tutuplah mataku sebentar, Aku mohon. " ucap Riky.
Keyla menutup matanya.
Riky memberikan sebuah liontin yang didalamnya sudah di pasang foto mereka berdua. Memasangkannya pada leher Keyla.
"Semoga kamu menyukai hadiah kecil dariku." ucap Riky.
Dalam hati Keyla sudah menebak apa hadiah yang diberikan Riky untuknya lewat gerakan yang dirasakan oleh Keyla.
"Kak Riky memberiku liontin, ini cantik sekali kak didalamnya ada foto kita berdua, terimakasih kak, Aku mencintaimu Kak." ucap Keyla sambil memeluk sang kekasih.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu, Keyla." ucap Riky merasa beruntung bisa memiliki Keyla sebagai kekasihnya meskipun masih menyembunyikan hubungannya.
"Sekarang kakak bisa pulang, kan." tanya Keyla.
"Baiklah karena Aku juga sudah berjanji kepadamu, maka aku akan langsung pulang. Terimakasih untuk pertemuan singkat ini." ucap Riky berpamitan pulang.
Riky menunggu Keyla hingga masuk kedalam rumah baru ia menjalankan motornya meninggalkan rumah Keyla.
Di dalam kamar Keyla tersenyum bahagia selalu mendapat kejutan dari pujaan hatinya.
Flashback off
"Apa Aku berikan kalung liontin yang sama saja dengan yang pernah aku berikan, hanya saja tak perlu aku berikan foto kami berdua, ya sepertinya ide itu bagus juga." ucap Riky bersemangat.
"Tumben anak Mama pagi - pagi sudah rapi." tanya Bu Isma.
Riky hanya tersenyum mendengar mamanya bicara.
"Do'akan Riky ya Ma, supaya apa yang Riky inginkan bisa Riky capai." Riky meminta restu mamanya.
"Hari ini Mama lihat penampilan kamu berbeda dari biasnya. Memang kamu mau kemana, pagi - pagi sudah rapi ?" tanya Mamanya Riky.
__ADS_1
"Tidak ada yang berbeda Ma, hari ini memang kebetulan Riky bangun pagi. Riky mau kerumah Tio dulu sebelum ke kantor." ucap Riky.
"Ooh, Ayo duduk makanlah bersama Mama sebelum kamu ke kantor. Mama sudah menyiapkan makanan kesukaan kamu." ucap Bu Isma mengajak Riky.
Mereka menikmati sarapan pagi dengan nasi goreng spesial buatan Bu Isma.
"Apa kamu sungguh yakin akan mengejar cintamu lagi, yakin jika Keyla masih memiliki rasa terhadapmu dan yakin jika orang tua Keyla akan memaafkan kesalahanmu." tanya Bu Isma
"Riky sangat yakin, Ma, kalau Keyla masih mencintai Riky, buktinya Keyla masih menyimpan kenangan yang Riky berikan untuk Keyla." ucap Riky.
"Jika memang keputusanmu sudah bulat mama tidak bisa menentang mu, Mama hanya bisa membantu lewat Do'a, Semoga kamu segera mendapatkan kebahagiaan mu, hanya itu yang mama inginkan." ucap Bu Isma.
"Terimakasih Ma, Riky bersyukur memiliki Mama yang selalu ada buat Riky." Riky memeluk mamanya.
"Kamu adalah satu - satunya harta yang Mama miliki, wajar jika Mama menginginkan yang terbaik untukmu." ucap mamanya Riky.
"Riky pergi dulu ya, Ma, mau ke toko perhiasan bersama Tio." ucap Riky berlalu pergi meninggalkan Rumahnya.
"Semoga kamu bisa mendapat apa yang kamu inginkan, yang terbaik untuk kalian berdua, semoga Bu Anjani dan Pak Ridwan akan menerimamu menjadi pasangan hidup dari putrinya. Seperti impian Mama dulu, menjadikan Keyla sebagai menantu Mama." ucap Bu Isma dalam hati.
Riky menjemput Tio untuk menemaninya memilih Perhiasan liontin yang akan diberikan kepada Keyla.
__ADS_1
"Kalung liontin sudah Aku beli sekarang bantu Aku untuk mengirimkan hadiah tersebut kepada Keyla." ucap Riky meminta bantuan.
"Memang rencanamu apa ?" tanya Tio.