
Keyla berjalan masuk kedalam kantor.
Ia sudah di tunggu di ruangan Papanya.
"Ckleek...." Keyla membuka pintu.
"Keyla kemari sayang. Untung saja kmu nggak terlambat, papa pikir kamu melupakan meeting hari ini." Pak Ridwan merasa lega.
"Keyla tidak mungkin melupakan tanggung jawab Keyla, Pa.
"Kevin , kamu masih disini. Aku ikut kamu nggak akan ikut meeting hari ini." ucap Keyla.
"Mana mungkin aku melupakannya Keyla, aku akan tetap bersikap profesional, bukankah begitu, Om." Kevin bersikap biasa saja.
Sebenarnya perasaan Kevin hari ini benar-benar hancur terlebih melihat Sendiri Keyla bermesraan dengan kekasihnya, Riky. Tapi apalah daya Jika keyla sudah dengan terang-terangan mengatakan lebih memilih Riky dibanding dirinya.
"Ayo kita pergi." ajak Papanya Keyla.
"Loh, bukannya meeting itu diadakan di kantor kita, Pa." tanya Keyla bingung.
"Tadi Papa dapat pesan jika meeting nya kan diadakan di Restoran seafood yang terletak di jalan Kusumo, katanya sekali menjamu kita karena ini klien dari luar kota. Ayo, kita berangkat." mereka pergi meninggalkan gedung megah milik Adinata Grup.
Saat di jalan Keyla merasa ada yang ia lewatkan, ia coba mengingat-ingat apa itu.
"Bukankah ini jalan menuju restoran kuliner seafood milik tante Isma, mamanya Riky. Tapi apa mungkin Papa akan mengadakan meeting di restoran itu. Mungkin ini hanya dugaan ku saja." ucap Keyla dalam hati.
Hingga akhirnya Pak Ridwan benar-benar berhenti di depan restoran milik Riky.
"Astaga, ternyata benar dugaan ku, Kami akan melakukan Meeting di sini. bagaimana jika Aku bertemu dengan Riky lagi akankah Papa marah. Aku masih takut jika Papa belum memberiku restu untuk bersama Riky." Keyla melamun.
"Keyla, kamu kenapa, Ayo turun klien kita apk Andre sudah menunggu di dalam." Pak Ridwan membuyarkan lamunan Keyla.
"Iya Pa." Keyla turun dari mobil.
Mereka bertiga berjalan masuk ke dalam restoran dan menemui pak Andre.
"Selamat siang, Maaf menunggu, saya harap bapak tidak terlalu lama menunggu." ucap Pak Ridwan.
"Tenang Pak Ridwan, saya juga baru Sampai , silahkan duduk." pinta Pak Andre.
__ADS_1
Pak Ridwan, Keyla, dan Kevin duduk dan memesan makanan ringan untuk menemani mereka meeting.
Dari kejauhan Riky sedang sibuk memberi arahan pada beberapa karyawan barunya.
Riky tidak menyadari kehadiran Keyla, Pak Ridwan, kevin dan Pak Andre.
Pak Andre sendiri adalah rekam kerja Dari Riky, beliau memiliki saham tiga puluh persen pada perusahan Riky.
Itu yang membuat Pak Andre memilih melakukan meeting di restoran ..
"Bisa kita mulai saja, bagaimana Pak Ridwan mengenai pembangunan proyek di Kalimantan. Apa susah ada kelanjutannya, saya kesini untuk hal itu sekalian ada keperluan lain di restoran ini." ucap Pak Andre.
"Oh, tidak apa Pak Andre, kami mengerti." ucap Papanya Keyla.
Sedari tadi mata Keyla tidak lepas mencari keberadaan Riky.
"Apakah Riky berada di restoran ini, kata dia tadi hendak ke restoran mengurus beberapa hal disini, lalu dimana dia sekarang." tanya Keyla dalma hati.
Kevin yang memperhatikan Keyla sedari tadi mulai menanyakan apa yang sedang Keyla cari.
Menjentikkan jari di depan muka Keyla." kamu mencari siapa, Keyla ?"
"Oh, Aku kira kamu lagi cari seseorang dari tadi, yasudah kalau begitu." ucap Kevin.
Tatapan Pak Andre tertuju pada Riky yang baru saja selesai memberi arahan pada Karyawannya.
Melambaikan tangan dan memanggil Riky untuk mendekat.
"Kemarilah Pak Riky, ikut gabung dengan kami." ajak Pak Andre.
Riky yang tidak begitu jelas melihat siapa saja yang duduk dengan rekan bisnisnya itu mengikuti kemauannya untuk bergabung.
"Duduklah disini masih ada kursi kosong." ajak Pak Andre.
Riky yang sudah sampai di meja mereka terkejut, ternyata mereka orang terdekatnya yang tentunya Riky sangat mengenalnya terutama Keyla.
Ia pun tetap bersikap profesional , mereka hanya membahas pekerjaan tidak lebih.
"Pak Riky ini merupakan pemilik dari restoran ini loh, Pak Ridwan. Restoran beliau ini sudah masuk jajaran kuliner yang terkenal, rasanya juga tidak kalah dengan restoran di luar negri." Pak Andre menyanjung Pak Riky.
__ADS_1
Pak Ridwan yang sudah mengenal Riky hanya mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.
"Kebetulan saya juga sudah mengenal Pak Riky ini, beliau adalah teman kuliah anak saya dulu. tapi sudah lama mereka tidak bertemu." jelas Pak Ridwan.
Sedangkan Kevin hanya diam memperhatikan Keyla yang selalu memandang Riky, seakan di meja tersebut hanya mereka berdua.
"Baiklah kita tetapkan pembangunan pabrik batu bara di kota kalimantan itu akan dimulai bulan depan, bagaimana." tanya Pak Andre.
"Saya setuju dengan Pak Ridwan, itu waktu yang tepat untuk memulai pembangunan pabrik tersebut. Kira-kira berapa lama pembangunan itu akan selesai ?" tanya Kevin ikut bicara setelah cukup lama dia diam hanya memperhatikan.
"Kalau begitu kesepakatan kita deal ya Pak Ridwan." ucap Pak Andre.
"Sepertinya pembangunan ini memakan waktu selama tujuh bulan Pak Kevin." jelas Pak Andre.
"Baiklah kamu setuju, semoga proyek ini berjalan dengan lancar ya Pak Andre." ucap Papanya Keyla.
Keyla pun ikut memberikan beberapa penerapan pembangunan yang akan dilaksanakan bulan depan.
"Jika sudah deal, saya mau pamit undur diri terlebih dahulu, saya hendak kembali ke kalimantan hari ini, istri saya sedang membutuhkan kehadiran saya di sampingnya karena kurang beberapa hari ini saya akan menjadi seorang ayah." ucap Pak Andre sumringah.
"Wah selamat Pak Andre, semoga lancar sampai hari H ya, semoga selamat ibu dan bayinya." ucap Keyla ikut mendoakan.
"Terimakasih atas do'anya bu Keyla. saya juga mendoakan semoga Pak Ridwan ini juga bisa segera menimang cucu." ucap Pak Andre.
Keyla dan Riky saling pandang, hal itu diketahui oleh Pak Ridwan dan Kevin.
"Baiklah saya permisi dulu." Pak Andre menjabat tangan merek untuk mengakhiri pertemuan ini.
Tinggal mereka berempat, Riky merasa canggung bertemu dengan Pak Ridwan, selama ini riku lebih dekat dengan Pak Andi selalu bapak angkat Keyla di banding dengan Pak Ridwan yang merupakan ayah kandung Keyla.
"Mumpung kamu ada disini, saya mau bicara empat mata dengan kamu, Riky." pinta Pak Ridwan.
"Kalian tunggu di luar, sebentar lagi Papa menyusul kalian." ucap Pak Ridwan.
Keyla dan Kevin berjalan menuju parkiran, sedangkan Pak Ridwan dan Riky berbicara di ruangan Riky.
"Ada yang ingin saya tanyakan, saya harap kamu jawab dengan jujur ini menyangkut kebahagiaan anak tunggal saya." pinta Pak Ridwan.
Mata Riky menatap mata milik Pak Ridwan, menunjukkan jika Riky akan menjawabnya dengan kejujuran dan keberanian penuh.
__ADS_1
"Tanyakan saja apa yang ingin bapak tanyakan, saya akan menjawabnya dengan jujur." ucap Riky penuh penekanan.