
Dalam satu jam Pekerjaan Riky dan Dion telah selesai, Mereka memang sengaja menyelesaikannya dengan cepat agar penyamaran mereka tak terbongkar.
"Kita harus segera keluar, apa kau bisa lebih cepat." ucap Riky.
"Iya ... iya ... sebentar lagi selesai, masalah seperti ini kecil bagiku. Kau percayakan saja semuanya kepadaku, tapi jangan membuat aku gugup, itu akan menganggu konsentrasi ku." ucap Dion memperingatkan.
Setelah semuanya selesai, mereka pergi meninggalkan kantor Keyla.
"Huh ... untung saja tak ketahuan, Terimakasih untuk bantuannya, Dion. Ternyata kamu bisa diandalkan juga gimana kalau kamu jadi partner aku aja, tentunya dalam misi seperti ini. Tenang saja Aku akan memberimu tips, kau mau." ucap Riky berharap mendapat teman untuk membantunya.
"Oke ... , tawaran mas saya terima, pekerjaan yang mas berikan sepertinya tak terlalu sulit, saya pasti bisa melakukannya." ucap Dion dengan percaya diri.
"Oke, percaya diri sekali kamu, tapi Aku suka. Artinya kita deal ya." berjabat tangan untuk persetujuan mereka.
"Papa Aku sepertinya nggak bisa ikut liburan ke Swis, Tepat di hari itu sudah menjadi tempat peletakkan baru pondasi pertama pembangunan panti Asuhan. Dan acara itu sudah dipersiapkan sebelumnya." ucap Keyla sedih.
"Itu artinya kamu tak bisa ikut liburan, dong." ucap Pak Ridwan.
"Maaf Pa, sepertinya begitu ini juga penting bagi Keyla membangun Sebuah panti Asuhan itu merupakan mimpi dari Almarhum Bapak dan Ibu. Keyla tak bisa mengabaikannya." ucap Keyla memberi penjelasan.
"Hey ... kenapa kamu harus bersedih, jika memang alasanmu membatalkan rencana liburan Kita itu juga hal penting bagimu itu tak masalah Keyla. Papa mengerti, namun tiket sudah Papa pesan sepertinya Papa dan Mama harus tetap pergi. Apa kamu tak keberatan papa dan maninggalkanmu sendiri disini ?" tanya Pak Ridwan.
"Keyla sudah besar Pa, keyla bisa menjaga diri, siapa memang yang berani mengusik keluarga Adinata, bukankah begitu, Pa." ucap Keyla. Mereka berdua tertawa bersama memperlihatkan kekompakan Ayah dan Anak.
Setelah merasa lega karena sudah menceritakan masalahnya dan menemukan jalan keluarnya, Keyla kembali ke ruangannya sendiri.
"Itu Apa, seperti hadiah." ucap Keyla penasaran.
Mengambil hadiah tersebut dan membukanya.
"Waw ... ini indah sekali sebuah liontin, apa di dalamnya ada Fotonya." Keyla membuka kalung liontin itu.
__ADS_1
"Tidak ada fotonya, tapi liontin ini seperti_" ucap Keyla terjeda.
Lebih baik aku menyimpannya Siapa pun yang mengirimnya aku ucapkan terimakasih." ucap Keyla.
Hari ini Keyla harus pulang lebih awal untuk mengantar Mamanya pergi ke salon tante Zahra.
Ia sudah beberapa kali mendapat panggilan dari mamanya yang meminta Untuk segera di antar Ke Salon Jeng Zahra.
Mamanya ingin bisa pergi dengan Keyla karena di sana juga ada jeng Wiryo, Niat Bu Anjani adalah membuat anaknya dan calon mertuanya itu lebih dekat. Sehingga saat menikah Keyla tidak mengalami nasib seperti yang ada di sinetron FTV yang mertuanya suka zholim dengan menantunya.
"Cepat Keyla, Mama ada janji sama jeng Wiryo di butik, habis dari butik kita sekalian ke salonnya jeng Zahra. Disana pelayanannya sangat memuaskan." ucap Bu Anjani.
" Iya Ma, Ini Keyla nyetirnya juga udah cepat, Kita juga harus menjaga keselamatan, Ma." ucap Keyla juga tak mau kalah.
***
Riky sedang mengadakan rapat dengan bagian marketing Ia ingin produk buatannya bisa terkenal hingga keluar pulau. Hal itu yang membuat Riky harus segera kembali dari kantor Keyla. Sebagai pimpinan perusahaan Tirta Negara Food Ia sangat dituntut untuk bertanggung jawab untuk setiap produk pemasarannya.
Setelah melakukan rapat Riky memilih untuk mentraktir Tio dan Dion sebagai balas budi karena telah membantunya.
menghubungi mereka berdua untuk bertemu di Coffe Karisma. Disana sudah ada Dion dan Tio yang menunggu.
"Sorry ya gue telat, Gue tadi ada masalah sedikit di kantor, tapi sekarang sudah beres kok." ucap Riky.
"Elo yang minta kita kesini lebih cepat tapi lo sendiri yang datang terlambat." ucap Tio merasa kesal dengan Riky.
"Ya sorry, gue tadi juga maunya datang tepat waktu, tapi apalah dayaku." ucap Riky memelas.
"Sekarang lo kumpulin kita disini ada apa, apa rencana lo selanjutnya." ucap Tio bertanya pada Riky.
"Sekarang lagi nggak ada rencana, gue hanya mau traktir kalian makan aja. Soal rencana selanjutnya kalau klian punya ide bagus beritahu gue, bantuin gue dapatkan belahan jiwa gue kembali, oke." ucap Riky bersemangat.
__ADS_1
Hari ini Ia sangat yakin kalau Keyla juga mencintainya. Keyakinan itu sangat kuat Riky rasakan.
"Lihatlah teman Kita ini sekarang dia senyum - senyum sendiri." ucap Tio ikut tersenyum.
"Biasa, ini efek orang jatuh cinta. senyum - senyum sendiri nggak jelas. Aku juga pernah jatuh cinta tapi nggak sampai seperti ini." ucap Dion.
Mereka berdua suka menggoda Riky yang sedang merasa jatuh cinta lagi.
"Terserah kalian mau ngomong apa, yang terpenting gue punya kesempatan untuk bisa bersama Keyla lagi." ucap Riky.
Mereka menghabiskan waktu dengan bercanda hingga tak terasa waktu cepat berlalu. Bukan seperti anak laki - laki yang lain yang jika bicara langsung ke poin utamanya tapi merek bertiga selalu memiliki topik pembicaraan untuk mereka bahas. Setelah puas bertukar pendapat Mereka memutuskan pulang kerumah masing - masing.
***
Bu Anjani sudah sampai lebih dulu di butik milik jeng Zahra.
"Aduh, dimana jeng Wiryo ini kok belum datang, janjiannya kan tepat waktu, la ini justru sudah lewat dari jam janjian." ucap Bu Anjani tak sabar menunggu.
"Sabar Ma, Bu Wiryo mungkin lagi kena macet. Kita tunggu saja dulu, mungkin sebentar lagi juga datang." ucap Keyla menenangkan mamanya.
"Baiklah kita tunggu sebentar lagi, kalau nggak datang Kita pulang saja." ucap Bu Anjani.
"Ma, lihat disana ada tukang siomay, kayaknya enak, Ma, Keyla mau beli itu dulu ya Ma." ucap Keyla.
"Jangan lama - lama Mama tunggu disini saja, sama Mama belikan satu. Mama juga pingin cobain kayaknya enak." ucap Bu Anjani.
Mereka memakan siomay sambil menunggu kedatangan Bu Wiryo.
Akhirnya yang di tunggu datang juga.
"Maaf ya jeng Anjani, tadi ada sedikit masalah dengan mobil saya, bannya tadi kempes jadi harus di ganti. Sorry ya jeng." ucap Bu Wiryo.
__ADS_1
"Ya, jeng Wiryo, lain kali jangan begitu ya jeng, kita tadi nunggunya lama lo. kali ini kita Maafin, sekarang lebih baik kita masuk, Kita perawatan biar seger lagi pikiran kita, mari jeng wiryo." ucap Bu Anjani.