
Pak Ridwan mengajak Kevin untuk makan siang di restoran padang dekat taman, di restoran ini makanannya enak.
"Biasanya om dan tante suka mampir makan di sini, Kamu harus coba pasti ketagihan." ucap Pak Ridwan.
Restoran itu menghadap ke arah taman kota, di sana banyak orang yang berjualan. Dan di taman itu banyak juga yang menghabiskan waktu hanya sekedar bersantai.
"Restoran ini tempatnya sangat strategis om, dengan menghadap ke taman maka pemandangan taman dan anak - anak yang bermain, semua itu menambah nilai plus untuk restoran ini." ucap Kevin memuji.
Pak Ridwan memulai pembicaraan mengenai Keyla.
"Sebelumnya maafkan om, om benar - benar tidak tahu kalau Keyla pernah memiliki kekasih. Keyla tidak pernah menceritakannya pada om. Dia hanya menceritakannya pada mamanya. itupun satu tahun yang lalu." ucap Pak Ridwan mulai menjelaskan.
"Tak apa om, Aku tahu, Keyla pernah mengatakan jika dia belum bisa menerimaku karena di dalam hatinya masih ada nama orang lain, waktu itu dia hanya berkompromi dengan hatinya." ucap Kevin.
"Sebagai orang tua Keyla om ingin yang terbaik untuk anak Om. Om hanya ingin melihatnya bahagia, dengan siapapun yang akan dipilih oleh Keyla."
"Keyla juga sudah menjelaskannya padaku siapa itu Riky, dan hubungannya sekarang." ucap Kevin sedih.
"Om tidak terlalu tahu banyak mengenai Riky, yang om tahu dia adalah teman satu kampusnya Keyla, ia mempunyai usaha kuliner yang cukup maju saat itu Dan yang mengenalnya lebih dalam adalah pak Andi dan bu yuli Karena Riky lebih sering bertemu dengan Mereka di bandingkan dengan Om sendiri." jelas Pak Ridwan.
"Kevin mengerti Om, tapi Kevin juga sudah terlanjur mencintai Keyla Om. Kevin nggak bisa pungkiri itu, rasa itu sudah hadir dalam hati Kevin. Meski selama ini Kevin tahu Keyla tidak mencintai Kevin." ucap Kevin ingin melepaskan semua beben yang dia rasakan.
"Om tidak bisa memaksa Keyla untuk menerimamu, Nak. Itu murni pilihan Keyla." ucap Pak Ridwan.
"Kevin ngerti kok Om. posisi Om sebagai orang tua adalah mendukung setiap keputusan yang diambil anaknya. Kevin akan berusaha menghapus rasa ini meskipun itu hal yang tak mungkin bisa Kevin lakukan, tapi Kevin akan tetap berusaha." Kevin berbicara sambil tersenyum.
Ia memperlihatkan bahwa ia baik - baik saja meskipun dalam hatinya ia merasa hancur, mengetahui cintanya benar - benar bertepuk sebelah tangan.
Pak Ridwan yang bisa merasakan yang di rasakan Kevin sengaja mengalihkan perhatian Kevin jadi membahas masalah bisnis.
Untuk sejenak ia lupa masalahnya.
__ADS_1
"Terimakasih untuk makanannya Kevin, Om senang bisa maka siang bersamamu, dan om bangga sama kamu, kamu bisa menerima apa keputusan yang Keyla buat untuk masa depannya, meskipun itu bukan kamu." Pak Ridwan bangga dengan Kevin.
Saat hendak kembali ke kantor Kevin dan Pak Ridwan berpapasan dengan Keyla yang juga ingin kembali ke kantor.
"Papa, Papa dan Kevin sedang apa disini ?" tanya Keyla.
"Tadi Kevin ajakin makan Papa, ya sekalian kita bahas bisnis sambil makan siang." ucap Pak Ridwan.
Riky yang mengetahui itu langsung memberikan salam pada Papa Keyla, bagaimanapun reaksinya Riky akan menerimanya. Sedangkan pak Ridwan sendiri tidak membenci Kevin hanya menyayangkan kejadian satu tahun yang lalu. Tapi ia mencoba menerima apa yang menjadi pilihan Keyla. Toh cinta mereka sudah di uji selama satu tahun terakhir, mereka terpisah tapi masih saking mencintai. itu sudah membuktikan bahwa cinta mereka sangat kuat.
Pandangan Kevin tertuju pada laki - laki yang berada di samping Keyla. Ia sudah bisa menebak jika Itu adalah Riky. Kevin mengulurkan tangan tanda perkenalan.
"Saya Kevin, senang bisa bertemu dengan anda." ucap Kevin.
"Saya Riky, senang juga bisa bertemu dengan Anda. Keyla sudah menceritakan tentang Anda, sepertinya Anda orang yang sangat baik, semoga Allah membalas kebaikan anda." Do'a Riky tulus.
"Kamu mau balik ke kantor Keyla, apa nggak sekalian balik bareng kita. kita kan sejalan." ucap Pak Ridwan mengajak Keyla.
"Baiklah, Papa dan Kevin balik dulu ya. Dan Riky jaga Anak saya baik - baik." ucap Papanya Keyla.
"Siap om, Riky akan menjaganya dengan sangat baik, om tidak usah khawatir." Riky meyakinkan Papanya Keyla.
Pak Ridwan Dan Kevin memilih pergi ke kantor meninggalkan Keyla dan Riky.
"Itu tadi cowok yang kamu ceritakan yang akan di jodohkan dengan mu, Keyla. Kenapa kamu tidak menerimanya padahal tadi itu tampan dan mapan, lebih mapan dia daripada aku. Tapi lebih gantengan Aku dikit." Riky mengoda Keyla.
Keyla mencubit pinggang Riky,"Jadi kamu ingin Aku memilih dia daripada kamu, gitu." jawab Keyla.
"Ti-tidak begitu, Aku ingin kamu memilih aku, aku hanya bercanda, jangan marah nanti mukanya tambah jelek." setelah mengatakan Riky berlari menuju mobil.
"Kamu ya, sini aku beri pelajaran biar nggak seenaknya ngatain aku jelek." Keyla mengejar Riky yang kabur setelah mengatakan dia jelek.
__ADS_1
Sampai di mobil, Riky membawa keyla dalam pelukannya, merasakan sisa - sisa kerinduan yang belum hilang.
"Jangan pernah pergi dariku, Keyla, selamanya tetaplah disisiku, aku sangat membutuhkan mu, bagiku kaulah segalanya." tak terasa bulir bening menetes dari mata Riky.
Ia sangat takut jika , mamanya tidak segera memberi restu, maka hubungannya dengan keyla tidak akan menuju kearah pernikahan.
"Jangan berkata seperti itu, Aku akan selamanya menjadi milikmu, percayalah kepadaku cinta dan jiwa ini hanya untukmu." Keyla meyakinkan Riky hal atas dirinya.
"Kita akan berjuang bersama, Riky. Mamaku sebenarnya orang yang baik, aku yakin suatu saat mama akan menerima hubungan kita. Kita hanya perlu bersabar." ucap Keyla.
Riky pun tersenyum mengiyakan ucapan Keyla.
"Sekarang kita pergi kemana ?" tanya Keyla.
"Kita ketemu mamaku, lagipula jarak dari sini ke rumahku tidaklah jauh. Kamu mau ?" tanya Riky.
Keyla mengangguk tanda mengiyakan. Mereka telah tiba di rumah yang disambut oleh Bu Isma, mamanya Riky.
Sengaja Bu Isma mengundang Keyla hanya untuk berbicang - bincang sebentar.
"Akhirnya Kalian datang juga, mama sudah menunggu dari tadi. Sini masuk sayang." ajak Bu Isma.
Keyla menuruti permintaan mamanya Riky, sebenarnya keyla masih canggung untuk bertemu dengan mamanya Riky, ini pertama kali Ia bertemu kembali dengan Bu Isma setelah satu tahun yang lalu.
"Duduklah Keyla, tante ingin bisa lebih dekat dengan kamu." ucap Bu Isma.
"Keyla juga ingin lebih mengenal tante, bagaimana keadaan tante, semua baik, kan." tanya Keyla.
"Semuanya baik, tante hanya berharap kalian bisa segera menikah, tante sangat pingin menimang cucu. kapan kalian akan menikah." tanya Bu Isma.
"Ma, jangan bicarakan soal itu dulu ya, Riky janji akan segera meminang Keyla, berikan sedikit waktu untuk kami agar bisa mendapatkan restu dari Bu Anjani terlebih dahulu." Riky meyakinkan mamanya.
__ADS_1
"Iya, iya, mama juga ingin kalian menikah dengan restu kedua orang tua, tapi usahakan secepatnya ya." Bu Isma berbicara dengan nada memelas.