
Vin melajukan kendaraanya menuju kantor polisi, saat ia mendapat kabar terbaru adiknya.
“Permisi pak jadi apa perkembangan adik saya?" ucap Vin.
"Kami baru saja mendapatkan titik lokasi keberadaan adik anda, ia berada di jalan lengkeng, namun beberapa detik kemudian titik itu hilang kami sudah memberi taukan hal ini kepada agent khusus yang saya biscarakan tempo lalu" ucap polisi.
"Lalu apa jawabanya?" ucap Vin.
"Agent Leta sudah mengetahui semuanya bahkan, menurut info yang saya dapat saat ini ja sendang menyusun rencana untuk menyelamatkan adik anda" ucap Polisi.
"Kalau begitu terimakasih pak, saya permisi" ucap Vin yang langsung pergi meninggalkan kantor polisi.
Sisi lain......
"Ray kita balik ya, dah sore" ucap Dela.
"Iya tiati di jalan" ucap Raya yang masih berada di pintu apart nya, saat teman tanya sudah menjauh ia langsung masuk ke kamarnya untuk memeriksa keadaan Vin.
Raya melihat gerak gerik Han melewati monitor yang ada di kamarnya, hingga ia melihat Vin yang sudah sampai di tempat tujuanya, arena amera pengintai yang ada di mobil Vin terhalang rumput Raya langsung meretas cctv yang berada di sekitar Vin.
"Shitt" gumamnya ketika tau tempat yang di tuju Vin, Raya pun langsung meretas ponsel vIN. Tak membutuhkan watu yang lama Raya sudah mendapatkan semua isi ponsel Vin, ia melihat gerak gerik Vin ketika sampai di sebuah rumah tua, Vin terlihat bingung namun sedetik kemudian Vin langsung memasuki rumah itu.
(Aldo-Raya)
"Bang kantor om 10 menit" ucap Raya
"oke"
Raya langsung mematikan ponselnya sepihak, dan langsung menuju kantor om nya.
Skipp..
Sesampainya Raya di kantor om nya, dengan jalan yang tergesa gesa Raya langsung memasuki ruangan omnya tanpa permisi.
"Abang mana?" ucap Raya.
"Sebentar lagi sampai" ucap Glend.
"ohh oke Raya masih sabar" ucap Raya.
"Maaf telat dua menit" ucap Aldo dari arah pintu.
"Tidak apa apa, silahkan duduk dan apa yang membawa kalian berdua kemari?" ucap Glend.
"Gini om, jadi niat kita untuk menyelamatkan korban dan menangkap pelaku kita lakukan sekarang, karena" ucap Raya terpotong untuk mengambil laptop dan memutar salah satu vidio lalu memberikan vidio itu kepada Glend.
"Liat dulu" ucap Gresline.
Vidio itu berisi linda dan adiknya yang merencanakan pembunuhan terhadap Nayla.
__ADS_1
"Kita gak bisa nunda ini, kita harus cepet cepet nyelamatin korban, biar mereka gak di bunuh" ucap Aldo.
"Baik laksanakan rencana kalian, pulang dengan selamat dan jangan sampai identitas kalian terbongkar" ucap Glend.
"Laksanakan" ucap Raya dan Aldo bersamaan.
skip....
Sesampainya Raya dan Aldo di lokasi mereka langsung mengenakan masker mereka masing masing tak lupa dengan senjata yang sudah mereka genggam.
"saya akan lewat pintu depan" ucap Kenzo.
"Laksanakan" ucap Raya yang langaung pergi menuju belakang rumah itu.
Dengan mengendap endap dan selalu waspada ia membuka pintu belakang rumah tersebut dan langsung masuk ke dalam untuk mencari Vin, Nayla dan teman temanya Nayla. Vin bisa berada di tempat ini karena saat ia pulang dari kantor polisi, Vin penasaran dengan rumah yang di ceritakan oleh polisi tadi dan ja pun langsung masuk, ia juga bertemu dengan adiknya namun sayang ia malah terjebak bersama adiknya.
Saat Raya berhasil masuk begitu juga dengan Aldo ia sudah berada di dalam malah ja sudah bertemu dengan para korban, dengan cepat ja melepaskan ikatan pada salah satu korban, namun saat Aldo hendak melepaskan ikatan pada salah satu korban lainya ia tertangkap basah oleh pelaku alias Linda.
Brugggggg
Linda memukul area leher Aldo dengan balok kayu yang membuat Aldo oleng. Melihat keadaan Aldo yang oleng dengan cepat Linda mengarahkan pisau yang di berikan oleh adiknya kepada Aldo.
Jlebbbb
"HHHHH" teriak Aldo saat melihat Raya
"yang tertusuk bukan dirinya, malainkan Raya.
Melihat Raya yang menyerang Linda dengan cepat Aldo juga ikut menyerang Linda.
"STOPPP kalian lukai kk gua, gua bunuh cowo ini" ucap Adik Linda dengan menudongkan pisau ke leher Vin.
Senyum kemenangan pun terpancar dari wajah Linda, karna tak mau ambil pusing Raya pun langsung mengeluarkan pistolnya dan menembak kaki adik Linda agar ia terjatuh dan melepaskan Vin.
"Berani berani nya lu tembak adik gua" ucap Linda yang bersiap menyerang Raya lagi namun sayang, gerakan Linda sudah terbaca oleh Aldo dan Aldo pun langsung menangkap lalu mengikat Linda dan adiknya agar tidak kabur.
Melihat para tersangka yang sudah di tangkap dengan segera Raya menghubungi polisi untuk menindak lanjuti kasus ini.
"Pak, sudah di tangkap" ucap Raya yang langsung mematikan telponya dan beralih menuju para korban untuk melepas ikatan mereka dan membawanya ke rumah sakit.
beberapa petugas polisi udah datang menuju tempat tersebut untuk menangkap pelaku dan membawa para korban kerumah sakit.
"Terimakasih atas kerja samanya Agent R dan Agent A" ucap Polisi tersebut dan langsung berjabat tangan.
"Sama sama kalau begitu kami pamit" Ucap Aldo yang langsung pergi di ikuti Raya.
Raya dan Aldo pun melinggalkan lokasi dan segera menuju rumah sakit Khusus Agent untuk memeriksa tangan Raya yang tadi tertusuk.
Saat sudah sampai di rumah sakit Raya dan Aldo melepas semua atribut agent nya, hingga menyisakan satu pistol yang selalu mereka bawa kemana pun yang tersimpan dengan rapih di balik hoodie yang mereka kenakan.
"Langsung ke UGD aja buat di bersiin" ucap Aldo.
"Iyaa" ucap Raya.
__ADS_1
Saat mereka memasuki UGD beberapa perawat langsung menghampiri Raya yang tanganya sudah berlumuran darah.
"Kenapa lagi Ray?" ucap salah satu perawat.
"Eh ka Jeisika, ketusuk ka" ucap Raya dengan santainya.
"Makanya kalo ngejalanin misi hati hati jangan ceroboh gini" ucap Jesika.
"Iya ka Jeje" ucap Raya dengan memutar bola matanya malas.
Drettttt dertttttt
"Hp sapa tu" ucap Aldo.
"Bukan gua" ucap Jesika.
"Hp gua hehe" ucap Raya dengan cerngiran khasnya dan langsung mengambil ponselnya yang berada di nakas.
"sapa dek? Ucap Aldo.
"Biasa cogan" ucap Raya dan langsung mengangkat telpon tersebut.
Cogan
"Bee"
"Ba be ba be, emang gua babi hah"
"Ama pacar gak boleh judes, ntar jelek kagak ada yang mau pacaran ama lu"
"Songong, paan nelpon malem malem"
"Be besok gua pindah ke indo, terus nanti sekolah di SMA Angkasa"
"Serius? Yeeeee kalo gitu ntar senin gua pindah sekolah ke sana deh"
"Yaudah cuma mau ngasih tau itu dong, jan lupa tidur ye bye bye be"
"Iya bye juge nan"
Tutt tutt. Gresline pun mematikan telponya sepihak.
"Bang besok Ahnan mau pindah ke sini dan sekolah di sma Angkasa" ucap Raya.
"Terus?" ucap Aldo.
"Gua mau pindah ke sana kan misi di sekolah ini juga udah selesai" ucap Raya.
"Yaudah nanti abang bilang ke om" ucap Aldo.
"Yaudah kalo gitu kita pulang ya ka jeje" ucap Raya dan langsung pergi meninggalkan rumah sakit khusus di ikuti oleh Aldo.
"Iya hati hati, jangan luka lagi" teriak Jesika.
__ADS_1