Raya Is Badgirl

Raya Is Badgirl
chapter 16


__ADS_3

"Eh kalo gitu ayo, kita ke mall" ucap Lina.


"Ayoo" ucap All.


Raya dan teman temanya beriringan menuju mall, ketika mereka sampai di mall semua orang memuji kecantikan dan ketampanan Raya dkk.


"Ayo kita ke mana dulu?" Ucap Dela antusias yang membuat Raya ingin menusuk nya di tempat, namun ia tetap sabar dan tersenyum.


"Mending ke resto dulu aja, keknya Raya dan kesel nahan lapar dari tadi" ucap Vin.


"Astaga Vin lu perhatian banget kalian cocok deh" ucap Lina.


"Gua udah punya pacar" ucap Raya.


"Gua gak tau Ray sorry yaa" ucap Lina.


"Iya gak papa ko, ayo ah gua lapar" ucap Raya yang langsung berjalan menuju Resto.


Setelah sampai di resto Raya langsung memesan berbagai macam menu makanan.


Ia langsung memakan salah satu makanan.


"Wihh pesen nya banyak banget" ucap Indra


"Lah emang lu pada kagak mau makan apa?" Ucap Raya santai.


"Ya mau lah judes amat si" ucap Indra.


"Yaudah makan lah, mau nunggu tu makanan berjamur apa gimana?" Ucap Raya.


"Iya ini mau" ucap Lina yang langsung memakan makananya di ikuti yang lain.


Saat sedang makan yang di hiasi celoteh ria antara Lina dan Surya, tiba tiba Raya mendapat telpon..

__ADS_1


"Hmm ges gua mau angkat telpon dulu ye" ucap Raya yang langsung pergi agak jauh dari teman temanya karena tak ingin teman temanya tau,


Aldo


"Persiapan, di mall xx ada seorang yang membawa sebuah bomb dan bomb tersebut akan meledak dalam waktu 5 menit lagi, sudah ada beberapa polisi dan agent yang mengamankan tempat, saya tau kau berada di sana, kau pasti paham harus melakukan apa"


Tut tut tut...


Aldo langsung mematikan telponya sepihak.


Setelah mendapat telpon dari Aldo dengan segera Raya berlari menuju teman temanya untuk mengambil tas kecil miliknya yang berisi sebuah pistol.


"Raya mau kemana buru buru banget?" Ucap Surya.


"Gua ada urusan kalian diem di sini, jangan kemana mana setelah dua jam, tunggu di sini, kalo mau pesen pesen aja, nanti gua bayar" ucap Raya yang langsung berlari meninggalkan teman temanya.


Setelah sampai di luar resto Raya langsung pergi menuju toko baju untuk mengganti pakaianya yang menjadi serba hitam termasuk masker dan kacamata yang ia kenakan.


"Bagaimana?" Ucap Raya.


"Bom sudah di jinakan, namun pelaku berhasil kabur, ia membawa dua anak buahnya" ucap Petugas polisi tersebut.


"Kau sedikit lengah, pelakunya ada di sana" ucap Raya sedikit berbisik.


"Seorang yang memakai hoodie kuning itu?" Ucap Polisi tersebut.


"Ya dan antek anteknya, ada di sana" ucap Raya yang menunjuk ke arah kiri.


“Mengapa anda dapat menyimpulkan itu semua?" Ucap Polisi.


“Karena, mereka adalah buronan yang sudah menjadi incaran Fbi, tujuan mereka karena mereka hanya ingin bersenang senang" ucap Raya yang langsung mengikat tali sepatunya.


"Ia kabur" ucap polisi tersebut.

__ADS_1


"Tangkap, kalau ia berontak tembak saja asal jangan sampai ia mati" ucap Raya yang langsung berlari untuk menangkap orang tersebut.


Terjadi kejar kejaran antar polisi, agent dan para penjahat tersebut, yang mengakibatkan kericuhan terjadi di seluruh penjuru mall tersebut.


“Kau tidak bisa lari lagi" ucap Raya menghadang penjahat.


"Kau tidak tau berurusan dengan siapa" ucap penjahat.


"Kau yang tidak tau saya" ucap Raya. Penjahat itu langsung mengeluarkan pistol dan mengarah kan nya ke pada Raya dengan sigap Raya pun langsung menembak


Dorr Dorr Dorr Dorr


Suara tembakan yang saling bersautan itu membuat seluruh pengunjung bertambah ricuh dan heboh sekaligus. Raya berhasil menembak penjahat tersebut dan langsung membawanya kehadapan para polisi yang sudah menangkap antek anteknya.


"Saya rasa tugas saya selesai, kalau begitu saya permisi" ucap Raya.


"Terimakasih atas bantuanya agent Leta" ucap Para polisi tersebut dengan kompak.


Leta / Raya hanya membalasnya dengan aggukan, dan Raya pun langsung pergi menuju teman temanya tak lupa dengan membuka masker dan kaca mata yang ia kenakan.


"Hai" ucap Raya ketika sampai di teman temanya.


"Lu kemana aja, tadi ada yang tembak tembakan dan kita denger ada bom di sini, gua khawatir sama lu" ucap Dela dengan wajah cemasnya.


"Gua gak papa ko" ucap Raya dengan senyum manisnya.


"Ahhh Dela lu perhatian banget sama sahabat, pantes aja nama lu Dela orang sifat lu baik banget" ucap Lina.


"Eh gua gak baik banget elah" ucap Dela dengan malu malu.


"Iya ya Del semua manusia pendosa cuma beda cara ngelakuin dosanya aja, sama beruntung karena tuhan gak liatin kebusukan kita di depan orang orang yang kita sayang" ucap Raya.


"i...iya" ucap Dela.

__ADS_1


__ADS_2