
Deggg
"Eh Leon lu kenapa ko diem aja?" ucap Radit.
"Gak papa ko bang, hmm gua ke kamar bentar dulu yak" ucap Leon yang langsung beranjak dari tempat duduknya.
“Tu anak kenapa?" ucap Rahmat.
"Tau" ucap Rizal.
Sesampainya di kamar Leon langsung membaca artikel yang tadi ia temukan tanpa sengaja, artikel tersebut berisi tentang masalalu orang tua mereka.
"Jadi selama ini gua bukan anak kandung dari mommy dan daddy, terus gua anak siapa? Apa Raya udah tau tentang ini?" gumam Leon.
Kembali ke Raya.
"ko dada gua sakit ya? Apa gua suka sama Raya" batin Vin.
"Kenapa Vin ko diem aja?" ucap Raya.
"Eh hmm gak papa ko" ucap Vin.
"Hmm yaudah kalo gitu, gua balik dulu ya udah mau sore, Nayla cepet sembuh ya" Ucap Raya.
"Iya hati hati" ucap Vin.
"Makasih ka, kapan kapan main lagi yaa" ucap Nayla.
"Pasti" ucap Raya.
Raya dan Ahnan pun meninggalkan rumah sakit dan pulang untuk mengantarkan Raya ke apartnya yang baru. Kenapa yang baru karena yang lama udah di jual kenapa di jual karena teman temanya sudah mengetahui tempat tinggal Raya, jadi tujuan pindah apart itu biar identitasnya gak ketauan.
"Inget besok Senin jadi jangan terlambat di hari pertama sekolah, inget juga If you are Mine, You are Mine. I don't like Sharing" ucap Ahnan.
"Iya nan, jangan lupa jemput biar gak telat" ucap Raya.
"Iya Rayaku" ucap Ahnan dengan mengacak acak rambut Raya.
"Jangan di berantakain" ucap Raya.
"Iya iya maaf, yaudah gih masuk udah sampe juga dari tadi" ucap Ahnan.
"Yee sendirinya juga seneng kan?" ucap Raya.
"Iya si wkwkw, yaudah sana masuk inget besok sekolah" ucap Ahnan.
Skipp pagi...
Raya sudah siap dengan seragamnya meski waktu baru menunjukan pukul 06:05, saat ini ia sedang menyiap kan sarapan untuk dirinya dan juga Ahnan yang kemungkinan akan sarapan di apart nya.
Tok tok tok
Pas begitu makananya di selesai di tata di meja makan, Ahnan pun datang.
"Masuk Nan" ucap Raya yang sedikit berteriak.
Ahnan pun langsung masuk dan menemui Raya yang sudah duduk manis di meja makan.
"udah bikin sarapan Ray, padahal Ahnan bawa bekel buat Rayray sarapan, bukan Ahnan sih tapi Bunda yang maksa katanya takut nanti menantu kesayanganya kelaparan" ucap Ahnan.
"Yaudah gak papa nanti Raya makan di sekolah pas istirahat, hehe nanti siang Raya mau ke Bunda ah" ucap Raya.
"Ayo aja" ucap Ahnan yang langsung duduk di bangkunya yang berhadapan dengan Raya.
__ADS_1
"Di makan Nan, nanti nangis" ucap Raya.
"iya Rayray ini juga mau makan" ucap Ahnan yang langsung mengambil piring yang sudah Raya siapkan.
Setelah mereka selesai sarapan Raya dan Ahnan pun langsung berangkat menuju sekolah baru mereka yang jaraknya cukup dekat hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan membawa kendaraan.
Sesampainya mereka di sekolah baru, Raya langsung turun dari mobil Ahnan di ikuti Ahnan di belakangnya.
"Cantik banget cwe nya"
"cwo nya juga cakep"
"Jangan jangan mereka pacaran lagi"
"Eh btw mereka anak baru ya?"
"Cih modelah cabe cabean gitu"
Desas desus yang keluar dari mulut para siswa, Raya dan Ahnan hanya mengacuhkannya dan langsung mencari ruang kepala sekolah.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Kepala sekolah dari dalam ruangan.
Raya dan Ahnan pun langsung masuk.
"Eh murid baru ya, kebetulan sekali kalian satu kelas di kelas 11-2, mari saya antar" ucap kepsek tersebut.
Kepsek tersebut berjalan menuju kelas yang ia maksud di ikuti Raya dan Ahnan di belakangnya.
Tok tok
"Permisi bu saya ingin mengantarkan murid baru" ucap kepala sekolah.
"Kalau begitu saya kembali ke ruangan" ucap kepala sekolah yang langsung pergi.
"Ahh silahkan kalian perkenalan" ucap Guru.
"Haiii perkenalkan nama saya Raya Oktavia Aurora biasa di panggil Raya, Okta juga boleh" ucap Raya dengan ramah.
"Ahnan" ucap Ahnan dingin.
"Hehe nama nya Ahnan Alexander" ucap Raya.
"Baiklah sekarang perkenalkan nama ibu bu Eli, sesi tanya jawab nanti saja dan untuk kalian berdua silahkan duduk di bangku yang kosong" ucap bu Eli.
Kringgggg kringgggg
Bel istirahat telah berbunyi seluruh siswa langsung berlarian menuju kanting untuk memberi makan cacing nya sama seperti Raya dan Ahnan sekarang banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.
"jangan ke kantin deh, ke taman belakang aja, kan tadi bunda buatin makanan" ucap Raya.
"Yaudah ayo" ucap Ahnan.
"Nan duduk di sana aja" ucap Raya dengan menarik tangan Ahnan.
Sisi lain......
Seluruh murid beriringan menuju kantin untuk mengisi perut mereka.
"Lah Raya mana?" ucap Luna.
__ADS_1
"Gak tau dia gak masuk" ucap Vin.
"Kita tanya aja ke abang nya" ucap Indra.
"Yaudah paling juga besok dia masuk" ucap Dela.
"Yaudah kita kantin" ucap Surya.
Vin dkk, Luna dan Dela menuju kantin yang memang sangat ramai ketika istirahat berlangsung.
"Duduk tempat biasa" ucap Vin yang di angguki seluruh temannya.
"Gua yang pesen deh" ucap Dela.
"Tumben lu baik" ucap Indra.
"Suka suka gua lah" ucap Dela yang langsung pergi untuk memesan makanan.
"Eh btw kaka nya juga ga ada" ucap Luna.
"Mereka kemana ya?" ucap Indra.
"Bisa aja kan urusan keluarga" ucap Vin enteng padahai ia juga sama bingungnya.
"Nihh pesenan kalian" ucap Dela.
"Thank" ucap seluruh temanya berbarengan.
"Hmmm gua mau ngomong serius" ucap Dela yang membuat teman temanya terdiam seketika.
"Apa" ucap Luna yang penasaran.
"Gua mau pindah sekolah, paksaan dari orang tua" ucap Dela menunduk.
"Kenapa pindah?" ucap Luna.
"Gua juga gak tau kenapa, gua cuma di suruh" ucap Dela.
"Kapan lu pindah?" ucap Indra.
"Besok" ucap Dela.
"Yaudah kali gitu gimana kalo pulang sekola kita jalan jalan bareng kita ke apart Raya sekalian ajakin dia" ucap Vin.
"Boleh Tuh" ucap seluruh teman teman serempak.
Skipp pulang sekolah....
Vin dkk, Dela dan Luna beriringan menunu apart Raya untuk mengajak nya ke mall namaun sayang ketika mereka sampai di apart nya, yang mereka dapati bukan sosok Raya melainkan hanya apart yang sudah kosong.
"Raya kemana?" ucap Vin.
“Gak tau" ucap Indra.
"terus kita gimana, masa ia kita gak ngajak Raya" ucap Luna.
"Telpon aja Vin" ucap Dela.
Tut tut tut
"Gak nyambung" ucap Vin ketika ia tak bisa menelpon Raya.
"Terus sekarang gimana?" ucap Luna.
__ADS_1
"Ya terpaksa kita jalan jalanya tanpa Raya, nanti kalo dia masuk kita kasih tau" ucap Surya.