
Raya berjalan dengan santainya ke kelasnya saat di jalan ia bertemu dengan targetnya, dan ia langsung menyapa nya.
“Hai kak, kaka kak Linda kan?" ucap Raya saat melewati targetnya.
"Hai juga, adek nya Aldo kan?" ucap kakel itu.
"Iya kak, kaka cantik deh hari ini, skin care nya apa ka?" ucap Raya berbasa basi dengan memegang helaian rambut Linda.
"Ah makasih, skin care kaka yang biasa ko, oh iya kaka mau ke kelas dulu ya jangan lupa titip salam buat Aldo" ucap Linda dengan genit.
"Iya ka nanti aku salamin ke Bang Aldo" ucap Raya yang langsung berjalan menuju kelasnya.
Setelah keadaan sepi, Raya langsung menghubungi Aldo melalui alat yang ada di telinganya.
"Lapor terget utama sudah terjebak" ucap Raya dengan sangat pelan.
"Bagus kedua target sudah di jebak laporan di terima" balas Aldo.
Dengan wajah yang gembira, Raya langsung menuju kelasnya yang sudah mulai melakukan ***.
Brakkk
Suara pintu ruang kelas yang di buka oleh Raya membuat seluruh murid di kelas itu kaget.Dengan cengiran khasnya Raya masuk dan langsung duduk di bangkunya.
"Kemaren ama Vin kemana nihh?" ucap Dela dengan wajah menggodanya.
"Kepo luu" ucap Raya
"Elah cuma pen tau doang" ucap Dela.
"Raya, Dela jika ingin mengobrol silahkan di luar" ucap Guru.
"Kapan ibu masuk?" ucap Raya.
"Saat kalian asik mengobrol" ucap Guru itu.
"Ohh gitu yah" ucap Raya.
Dan guru itu pun langsung melanjutkan pelajaranya yang tertunda. Saat guru itu menjelaskan berbeda dengan Raya dan Dela, mereka malah tertidur hingga guru tresebut tidak sengaja menjatuhkan sepidol yang membuat Raya langsung bangun.
Takkk
Suara yang di akibatkan oleh sepidol itu dengan sigap Raya bangun dan berdiri dengan muka yang pucat akibat dari bangun tidur.
"Kamu kenapa Raya?" ucap guru itu yang melihat Raya tiba tiba berdiri.
“Della anget bu, kayaknya demam deh" ucap Raya.
Guru itu pun langsung mendekat ke arah Dela yang masih tertidur pulas dan memegang kening Dela.
"Iya anget, Vin, Indra, Imam bisa angkat Dela ke uks?" ucap Guru.
"Bisa bu" ucap Indra.
"Yaudah sana, kamu juga Ray kamu sakit ya, muka kamu pucet banget" ucap Guru.
"Nggak ko bu cuma pusing biasa" ucap Raya.
"Yaudah sana ke uks sekalian minum obat" ucap Guru.
"Iya bu" ucap Raya.
“Surya, bantu" ucap Vin.
"Sini gua gendong" ucap Surya.
"Gak usah pegang cwe gua, lu bantu Indra sama Imam aja, biar cwe gua ama gua" ucap Vin yang membuat Raya meng eyes roll.
__ADS_1
"Sini gua gendong" ucap Vin dan Raya pun langsung naik ke punggung Vin.
Sesampainya mereka di uks, Dela langsung di tidurkan di bankar dan Raya di bankar sebelah Dela.
"bro kita duluan" ucap Surya.
"Yo" ucap Vin.
"Sana gih ke kelas" ucap Raya.
"Nggak lah lu sakit, lagian lu malem tidurnya ke maleman si jadi nya sakit" ucap Vin.
"Wkwkwkw gua gak sakit Vin, orang gua bangun tidur ya pasti otomatis pucet lah" ucap Raya.
"Jadi lu boong?" ucap Vin.
"Dikit" ucap Raya.
"pinter ya demi bolos" ucap Vin yang mengacak acak kepala Raya.
"Del bangun dah balik" ucap Raya yang langsung membuat Dela bangun.
"serius?" ucap Dela.
"Del bukanya lu sakit?" ucap Vin.
"Gua gak sakit" ucap Dela.
"Terus kenapa tadi pala lu anget?" ucap Vin.
"Ohh gua gak sengaja tidurin ponsel gua mungkin, btw ko gua bisa ada di uks si?" ucap Dela.
"Gua boong ama tu guru, gua bilang lu sakit padahal gua lagi tidur terus kaget dan refleks berdiri makanya gua boong biar gak ketauan kalo gua abis tidur, cerdaskan gua?" ucap Raya.
"Hebat, banget si luu" ucap Dela.
"Gua ikut" ucap Vin.
"Terus gua ama siapa?" ucap Dela.
"Sama Lina atau gak Surya aja" ucap Raya.
"Iya deh, yaudah sono gua mau nelpon Lina dulu" ucap Dela.
"Kita pergi yak bye" ucap Raya.
"Mau lewat belakang lagi?" ucap Vin.
"Nggak" ucap Raya.
"Terus?" ucap Vin.
"Kabur cantik dong" ucap Raya dengan menyodorkan surat izin pulangnya.
"Lu dapet itu dari mana?" ucap Vin.
"Tadi ngambil di uks, untung gak ketauan" ucap Raya.
"Yaudah, kita ke mana?" ucap Vin.
"Rumah lu aja, kemaren kan seharian di rumah gua" ucap Raya.
"boleh" ucap Vin.
"Tapi nanti lewat jala lengkeng ya, gak papa kan jadi agak muter dikit?" ucap Raya.
"Iya gak papa" ucap Vin.
__ADS_1
Selesai memberikan surat izin kepada satpam, Vin dan Raya pun langsung pergi menuju rumah Vin, saat melewati jalan Lengkeng pandangan Raya hanya terfokuskan pada satu rumah yang seperti tidak layak pakai, ia tau bahwa rumah itu adalah markas yang di pakai untuk menyekap adik Vin dan anak anak yang hilang lainya.
25 menit kemudian mereka sampai di rumah Vin.
"Ayo masuk" ucap Vin yang di ikuti Raya.
"Tunggu bentar gua mau ganti baju dulu" ucap Vin.
"Iya jan lama lama" ucap Vin.
Tak lama Vin pun keluar dari kamarnya ia sudah berganti pakaian.
"Mau makan?" ucap Vin.
"boleh gua laper, tapi gua ya yang masak," ucap Raya.
"Emang lu bisa masak?" ucap Vin.
"Gini gini gua bisa masak" ucap Raya.
Raya pun langsung masak beberapa macam masakan, setelah selesai masak ia langsung menyajiikanya ke piring untuk mereka makan.
"Itu apa?" ucap Vin saat melihat Raya melumuri sebuah sawi dengan berbagai macam bumbu yang berwarna merah.
"Kimchi" ucap Raya.
"itu makan korea kan? Buat apa ko lu bikin itu?" ucap Vin.
"Katanya kemaren lu bilang kalo adek lu tertarik ama korea, makanya gua bikinin makanan khas Korea" ucap Raya.
"Lu perhatian banget ama gua dan adek gua" ucap Vintanpa sadar.
"Gua seneng kalo bikin orang seneng" ucap Raya.
"E...ehh?" ucap Vin.
"Udah ayo makan katanya mau liatin kamar adek lu" ucap Raya.
"Ehh iya ayo" ucap Vin.
Vin dan Raya pun memakan makananya dengan di iringi kesunyian hanya ada suara dentingan sendok yang tidak sengaja menyentuh permukaan piring, hingga mereka selesai makan.
"Sini gua cuci" ucap Raya.
"gak usah tadi lu dah masak makanya sekarang gua aja yang nyuci piring nya" ucap Vin.
"Gak papa nih?" ucap Raya.
"Iya gak papa" ucap Vin.
“Guanya gak enak" ucap Raya.
"Enakin aja, udah sono ke kamar adek gua yang pintunya warna pink, ada bacaanya Nayla, gih sono" ucap Vin.
"Gak ah gua tunggu lu aja, gak enak sendiri" ucap Raya.
"Yaudah kalo gitu tunggu gua, ini bentar lagi selesai ko" ucap Vin.
"Iyah" ucap Raya.
"Ayo" ucap Vin.
"Ehh udah selesai? Ko cepet amat?" ucap Raya.
"Ya emang cuma dikit, ayo kita ke kamar adek gua" ucap Vin.
"Ayoo" ucap Raya.
__ADS_1