Raya Is Badgirl

Raya Is Badgirl
chapter 29


__ADS_3

5 tahun kemudian...


Tak terasa 5 tahun sudah berlalu, Brain dan Leon melanjutkan sekolahnya ke universitas yang mereka inginkan sementara Raya ia tidak melanjutkan pendidikannya karena memang ia sudah lulus terlebih dahulu dari kedua kakanya.


Raya lebih memilih untuk melanjutkan misinya dari pada mengambil S3. Saat ini Raya sedang berada di Indonesia untuk menyelesaikan misinya, Raya sudah berada di Indonesia sekitar 1 minggu yang lalu karena misi nya kali ini menangkap ketua mafia yang sudah lama menjadi incaran para polisi karena kasus kejahatan yang sudah menumpuk, maka dari itu Raya sedikit kewalahan saat hendak menangkapnya.


Hari ini sesuai dengan rencana yang sudah ia dan rekan nya bicarakan, mereka akan menangkap ketua tesebut hari ini saat ketua mafia itu sedang melakukan transaksi penjualan organ tubuh manusia di salah satu Hotel.


"Oke jadi R akan mengawasi area belakang Hotel, lalu Agent Min akan mengawasi area kanan Hotel, dan saya akan mengawasi area kiri Hotel dan sisanya menyamar sebagai masyarakat dan pengunjung, setelah transaksi mereka selesai R dan beberapa anggota tim lainya langsung tangkap mereka, sementara Agent Min dan beberapa anggota tim lainya segera kosongkan ruangan yang akan kita pakai untuk menangkap ketua mafia, lalu saya akan mengamankan barang jual lalu membantu Angent R sampai sini dapat di pahami?" Ucap Aldo.


"Paham" ucap seluruh anggota yang berjumblah 20 orang tersebut.


"Oke sekarang berpencar menuju tempat masing masing.


Sisi lain..


Ini adalah hari pertama Vin bekerja sebagai dokter, setelah menyelesaikan pendidikannya selama 4 tahun ja dengan sabar melamar pekerjaan ke rumah sakit yang berada tak jauh dari kota tempat ia tinggali, namun tidak ada satu pun rumah sakit yang menerimanya. Semua teman temanya sudah mendapat pekerjaan hanya ia yang belum mendapat pekerjaan, Ahnan dan Dela sudah bercerai karena masalah rumah tangga sementara anak mereka sudah meninggal dunia di karenakan saat usia kandungan Dela menuju 9 bulan Angel kecelakaan tunggal yang ia akibatkan sediri, ia mengendarai mobil dengan keadaan mabuk, itu juga yang menjadi salah satu faktor penguat untuk meyakinkan pengadilan agama agar mereka dapat berpisah.


Saat Vin sudah hampir putus asa tiba tiba ada sebuah rumah sakit kecil yang menawarkan pekerjaan padanya, meski rumah sakitnya kecil dan tidak terkenal, Vin menyetujuinya ia mengambil pekerjaan itu.


Sisi Raya...


Raya dan rekan tim nya sudah berada di Hotel yang mereka tuju dengan sebagian rekan tim yang menyamar, pandangan mereka tak lepas dari sebuah box hitam besar yang dapat di duga sebagai bara jual.


Setelah mereka selesai melakukan transaksi, Raya dan beberapa anggota tim lainya langsung mengepung ketua mafia tersebut sesuai dengan rencana, namun dengan cepat ketua mafia dan anak buahnya menodongkan sebuah pistol kepada Raya , dengan segera Raya dan anggota tim lainya pun ikut menodongkan senjata.


Dor

__ADS_1


Dor


Dor


Dor


Dor


Terjadi baku tembak antara Raya dan ketua mafia, melihat hal tersebut dengan segera Aldo mengamankan barang jual dan langsung menyimpannya di tempat yang sudah ia siapkan, setelah selesai menyimpan barang jual Aldo langsung pergi untuk membantu Raya yang sudah kewalahan.


Dor


Dor


Dor


Dor


Dor


Dor


Dor


Tiga peluru di tembakkan, yang seharusnya mengenai Aldo malah mengenai Raya karena Raya mendorong Aldo agar tidak tertembak.


Setelah tiga peluru itu mengenai tubuh Raya, Raya langsung ambruk di tempat, melihat Raya yang tak sadarkan diri dengan segera Aldo menembakkan peluru terakhirnya ke arah kaki ketua mafia.

__ADS_1


Dor


Tepat seperti yang di bayangkan Aldo tembakkannya mengenai kaki ketua dan ketua pun langsung jatuh karena tidak dapat menyeimbangkan keseimbangannya, melihat target mereka jatuh dengan segera Angent Min menangkap ketua dan langsung membawanya ke markas mereka.


Aldo langsung berlari menuju Raya yang sudah tak sadarkan diri dengan segera Aldo menggendong Raya dan membawanya ke Ambulance yang sudah mereka siapkan, karena setiap ada misi mereka pasti akan membawa Ambulance untuk menangani hal seperti ini.


Raya di masukkan ke dalam Ambulance dan langsung di pasangkan Oksigen oleh satu perawat yang berada di Ambulance, kerena ingin memastikan adik ny baik baik saja.


Aldo pun ikut masuk ke dalam Ambulance.


Skip...


Ambulance sudah sampai di rumah sakit, dengan segera para perawat langsung membawa tandu sorong yang di pakai Raya untuk menuju ruang UGD, setelah Gresline masuk UGD Aldo menunggunya di depan ruangan dengan wajah yang sangat jelas memperlihatkan raut cemas.


Karena fikirannya kacau Aldo pun memutuskan pergi ke kantin rumah sakit untuk membeli air putu agar fikirannya sedikit lebih tenang.


Bertepatan dengan perginya Aldo dokter yang akan menangani Raya masuk.


“Berapa tanda tanda vitalnya?" Ucap dokter tersebut tanpa mengalihkan pandanganya ke arah korban.


Perawat pun memberi tau Tanda Tanda Vital korban kepada Dokter, setelah mengetahui Tanda Tanda Vitalnya dokter pun langsung bersiap untuk mengoperasi korban, baru saja dokter akan mencabut peluru yang berada di lengan kobar ia langsung menyadari sesuatu yang langsung membuat dirinya Khawatir, ia khawatir terhadap korbannya karena korbannya adalah orang yang selama ini ia tunggu, yap dokter tersebut adalah Vin jadi rumah sakit yang menawarkan pekerjaan kepada Vin adalah rumah sakit khusus agent yang memang tidak terkenal.


Selama 5 tahun Han menunggu Raya untuk kembali dan menemuinya, ia tidak pernah absen dalam doanya untuk meminta di pertemukan kembali dengan Raya, meski doanya tercapai Vin tetap sedih karena bukan ini yang ia inginkan saat pertama kali bertemu dengan Raya.


Karena tidak ingin Raya nya kenapa napa dengan segera Vin mengoperasi Raya.


1 jam berlalu dan operasi nya berjalan dengan lancar Raya pun sudah di pindahkan ke ruang inap dan saat ini hanya tinggal menunggu Raya sadar dari pengaruh obat bius nya, Kini Vin sedang menunggu Raya sadar ia juga sudah bertemu dengan Aldo malah ia meminta Aldo untuk pulang dan memberi tau kabar ini kepada keluarga Raya agar keluarganya datang untuk menjenguk Raya, meski dengan paksaan dan ancaman yang Vin berikan dengan pasrah Aldo pun menuruti keinginan Vin.

__ADS_1


Dengan sabar Vin masih menunggu Raya sadar hingga ia tanpa sengaja tertidur diruangan Raya dengan posisi duduk.


Jam sudah menunjukan pukul 11 malam dan Raya baru saja sadar, ia berusaha untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke Indra penglihatannya, dengan cepat ja sadar bahwa ia berada di rumah sakit setelah berhasil menyelamatkan kaka sepupunya. Raya menarik tanganya yang di genggam oleh Vin dengan perlahan karena ja tidak ingin membangunkan Vin dari tidurnya, ia tau jika Dokter yang mengoperasinya adalah Vin Karena sangat hapal dengan bentuk tubuh dan gaya rambut Vin maka dari itu dengan cepat ia menyadari bahwa yang telah mengoperasinya adalah Vin.


__ADS_2