Raya Is Badgirl

Raya Is Badgirl
chapter 7


__ADS_3

Vin dan Raya memasuki kamar Nayla adik Vin yang sudah lama menghilang itu.


"Gilaa adek lu bener bener ngefans banget ama gua, itu foto foto gua?" ucap Raya yang melihat ke arah dinding.


"Iya itu foto foto Iu, yang diem diem dia ambil dari google dan pin terus dia cetak, soalnya gua gak pernah izinin dia buat datang ke acara lu" ucap Han.


"ini kamera punya adek lu?" ucap Raya.


"Iya" ucap Vin.


"Gua pinjem ya" ucap Raya yang langsung mengambil beberapa gambar dirinya dan Vin.


"Kok poto bareng ama gua si?" ucap Vin.


"Biar lu gak di kira halu ama adek lu karena bisa deket dan bolos bareng gua" ucap Raya.


"Ahh gua jadi pengen cepet cepet ketemu ama dia, semoga aja dia gak papa, dan dalam keadaan sehat" ucap Vin.


"Ammin, gua janji dua hari lagi lu bakal ketemu ama adek lu lagi" ucap Raya.


"Kenapa lu yakin banget?" ucap Vin.


"Felling" ucap Raya.


"semoga aja felling lu bener" ucap Vin..


"Ehhh udah ah sedih sedihanya, mana yang mau gua tanda tanganin?" ucap Raya.


"Ini" ucap Vin yang menyodorkan sebuah buku diary milik Nayla.


“Ini buku apa?" ucap Raya.


"Buku diary adek gua, kenapa emang?" ucap Vin.


"Lu dah baca?" ucap Raya.


“Enggak lah ngapain gua baca ini kan privasi adek gua" ucap Vin.


"Lu gak kepikiran buat cari tau, siapa tau ada tanda tanda siapa yang nyulik adek lu" ucap Raya.


"bener juga, yaudah kita baca bareng aja" ucap Vin.


"Boleh" ucap Raya.


Mereka membaca buku harian milik Nayla, tidak ada yang aneh di dalam buku harianya hingga ada satu bagian buku yang di lem agar tidak bisa di buka yang membuat Vin dan Raya penasaran.


"Kenapa di lem?" Gumam Vin.


"Karena dia gak ingin ada yang baca halaman ini" ucap Raya.


"apa kita buka aja?" ucap Vin.


"Coba aja" ucap Raya.


Vin mencoba membuka halaman yang di lem tersebut dengan sangat hati hati agar tidak merobeknya, setelah beberapa menit mencoba untuk membuka lembaran itu akhirnya ia bisa meski hanya ada satu kata di balik halaman yang di lem itu.


"Diara? Bukanya dia itu sahabat Nayla yang gak keculik tapi dia jadi sedikit gila" ucap Vin.


Raya hanya diam mendengarkan kata kata Vin dengan memikirkan rencana untuk menggrebek targetnya.


"Gimana kalo sisa waktu yang gua punya gua pake buat, mantau si Diara secara dia kan target yang sangat dekat dengan target utama, dari kesimpulan awal yang gua dapet bisa jadi mereka itu memiliki hubungan kaka dan adik, jadi bisa saja Linda itu kaka dari Diara, dan mereka melakukan penculikan ini secara kerja sama namun atas dasar apa?" ucap Raya dalam Hati.

__ADS_1


"Ray lu ngelamunin apa si ampe gua di cuekin" ucap Vin.


“Ehh Vin nggak ko gua cuma mikir aja kenapa adek lu nulis namanya Diara di buku dia" ucap Raya.


"Sama gua juga" ucap Vin.


"Zara punya kaka gak? ucap Raya.


"Punya satu, namanya Linda" ucap Vin.


Deg


"Dugaan gua bener, bearti Diara yang tadi pagi gua tempel alat penyadap, kata Vin dia gila? Menurut gua itu cuma akal akalan aja mana mungkin orang gila sekolah" ucap Raya dalam hati.


“Ray lu ngelamun aja" ucap Vin dengan memukul lengan Raya.


"Hehe gua, lagi mikir Diara itu sekolah gak?" ucap Raya ngawur.


"Sekolah, cuma dia jadi pendiem" ucap Vin.


"Hebat ya orang gila bisa sekolah" ucap Raya yang membuat Vin terkejut.


"Ray, aneh gak?" ucap Vin heboh.


"Apa?" ucap Raya.


"kan Diara itu gila, kenapa dia bisa sekolah dan emang orang gila bisa sekolah?" ucap Vin.


"Itu yang gua maksud" ucap Raya dengan senyum misteriusnya.


"gua harus selidiki" ucap Vin.


"Gak usah, pasti polisi dan agent yang nyari adek lu udah tau siapa pelakunya" ucap raya.


"Iya" ucap Raya.


"Gua pengen cepet cepet ketemu adek gua" ucap Vin.


“Sabar Vin gua yakin adek lu gak papa, boleh gak gua nanya?" ucap Raya.


"Apa?" ucap Vin.


"Lu tau Linda kan dia itu siapa, ada hubungan apa lu sama dia?" ucap Raya.


"Linda itu mantan gua, gua ama dia putus, gegara dia pacaran ama gua cuma manfaatin harta gua, gua tau ini dari Nayla dia rekam obrolan Linda sama selingkuhanya, setelah gua putusin dia marah besar sama gua dan nyalahin adek gua, tapi seminggu kemudian dia minta maaf dan sampe sekarang dia udah berubah" ucap Vin.


“Dia bodo banget njir" ucap Raya dalam hati.


"Ohh gitu ya" ucap Raya .


"Iya" ucap Vin.


"Eh iya Btw gua balik dulu ya dah sore" ucap Raya.


"Gua anter" ucap Vin.


"Gak usah gua dah pesen taxi online" ucap Raya dengan menyodorkan ponselnya.


"ohh yaudah deh gua anter ampe gerbang aja" ucap Vin.


"Ayo" ucap Raya.

__ADS_1


Rayadi antar oleh Vin sampai gerbang rumah Vin.


"Tuh taxi nya, gua pamit ya" ucap Raya dengan memeluk Vin.


"Tiati kalo ada apa apa telpon gua" ucap Vin.


"Iyaa bubay" ucap Raya yang langsung masuk ke adalam taxi.


Setelah Raya menjauh, Vin masih tetap berada di gerbang rumahnya.


“sebenernya lu siapa si, kenapa lu aneh dan tiba tiba datang di kehidupan gua" gumam Vin.


"Terus kenapa lu punya senjata, apa lu yang nyulik adek gua?" gumam Vin lagi.


"Tapi gua yakin lu orang baik" gumam Vin yang langsung masuk ke dalam rumahnya


Raya yang mendengar ucapan Han hanya memasang senyum misteriusnya, Raya dapat mendengarnya karena saat ia memeluk Vin dia memasang penyadap kecil di bajunya Vin.


"Bentar lagi lu bakal tau siapa gua" gumam Raya yang nyaris tak terdengar karena sangat pelan.


"Neng sudah sampai" ucap Supir.


"Oh iya pak, ini uangnya terimakasih" ucap Raya yang langsung masuk ke kantor om nya.


"Om Glend ada?" ucap Raya kepada resepsionis.


"Ada, Ray masuk aja" ucap resepsionis itu dengan ramah karena ia sudah lama bekerja di kantor ini dan ia juga tau kalau Raya adalah keponakan dari Bosnya.


"Makasih ka, aku ke sana dulu ya" ucap Raya yang langsung pergi di angguki oleh resepsionis itu.


Dengan santainya Raya melewati beberapa karyawan yang sedang menyiyirnya namun ia tak memperdulikan itu semua.


Tok tok tok


Brakkkk


"Omm, langsung markieskusi" ucap Raya.


"emang udah cukup buktinya?" ucap Glend.


"Udah dong, Rayaa gitu lohh" ucap Raya sombong.


"Markuskaki itu apa?" ucap Aldo.


"Markieskusi ah maen ganti ganti aja karya gua" ucap Raya.


"halah karya ngopas aja bangga, Emang apaan si?" ucap Aldo.


"Mari kita eksekusi" ucap Raya.


"Ohh itu, gua juga punya bukti tambahan yaudah markisa" ucap Aldo.


"Paan tuh?" ucap Raya.


"Mari kita siksa" ucap Aldo.


"Sadis bener lu" ucap Raya.


"besok, aja kalian tangkepnya ini udah malem" ucap Glend.


"Malem aja gih, gak sabar pengen buru buru" ucap Raya.

__ADS_1


"Buru buru apa?" ucap Glend dan Aldo bersamaan.


__ADS_2