
Setelah selesai membeli hadiah Raya dan Brain pun langsung pergi menuju rumah Ahnan karena memang pernikahan mereka tidak di adakan secara besar besaran melainkan secara diam diam, mengingat keluarga Ahnan merupakan keluarga terpandang, dan mereka saat ini berada di Indonesia, yang mana jika hamil duluan sebelum menikah merupakan aib bagi keluarga, maka dari itu bunda Ahnan membuat acara pernikahannya secara sederhana dan tertutup, mungkin hanya kerabat saja yang di undang atau teman terdekat mereka.
Sesampainya Raya dan Brain di rumah Ahnan, mereka langsung turun dari mobil hendak masuk namun Raya menahan Brain agar tidak masuk.
"Kenapa?" Ucap Brain yang bingung Karena ditahan.
"Leon mana?" Ucap Raya.
"Lah Leon kan gak bisa ikut, katanya tiba tiba guru bimbel dia ngadain jam les dadakan emang lu gak tau, apa Iu gak buka ponsel?" Ucap Brain.
Dengan segera Raya membuka ponselnya dan melihat ada banyak notifikasi dan telpon tak terjawab dari Leon.
"Hehe lupa, kan kalo lagi tugas negara mana sempet megang ponsel" ucap Raya dengan tawanya.
"Dasar, yaudah ayo masuk, eh btw lu mau make baju ginian?" Ucap Brain karena melihat Raya yang masih memakai setelan agent nya.
"Iya, cuma bentar doang ngapain ganti baju coba, bikin gua banyak cucian aja" ucap Raya yang langsung menarik Brain untuk masuk.
"Sabar napa, gak sabar buat ketemu mantan ya" goda Brain.
"Gua laper, dari tadi gak makan" ucap Raya tanpa malunya.
"Et dah kek apa aja lu" ucap Brain.
__ADS_1
"Ih suka suka gua lah ayo" ucap Raya.
Setelah perdebatan kecil mereka selesai, Raya pun langsung masuk ke tempat acara resepsi, dimana sudah ada Ahnan dan Dela yang tengah duduk di pelaminan yang membuat hati Raya sakit.
“Sakit hati lu?" Ucap Brain ketika melihat Raya yang tengah melamun.
"Perusak suasana lu" ucap Raya yang langsung duduk di salah satu bangku yang sudah di siapkan.
"Salah mulu gua" ucap Brain dengan mengusap usap dadanya.
"Makan Brain" ucap Raya dengan raut wajah memaksanya.
"Yaudah ayo" ucap Brain.
"Ayo" ucap Raya yang langsung bersemangat dan berjalan menuju prasmanan.
"Di sana aja" ucap Brain ketika melihat sebuah meja bundar dan beberapa Kursi kosong.
"Ayo" ucap Raya yang langsung menuju meja tersebut dan langsung mendudukan dirinya.
Raya dan Brain pun memakan makanan mereka, dengan sedikit candaan yang di buat Brain sukses membuat mereka tertawa, saat sedang asik tertawa tiba tiba Lina langsung duduk dengan wajah kesalnya.
"Lina are you oke?" Ucap Raya yang bingung ketika melihat wajah kesal Lina.
__ADS_1
"Lina gua teriakin tunggu juga maen pergi aja" ucap Surya yang di ikuti Indra juga Vin di belakang.
"Kalian kenapa si?" Ucap Raya yang bingung dengan tingkah teman temanya.
"Gua kesel ama Dela, bisa bisanya dia hamil anak dari pacar lu, dan kenapa lu gak marah atau kecewa sama mereka?" Ucap Lina dengan mengecilkan suaranya.
"Lina gak semua orang sama, gua senyum bukan berarti gua gak kecewa sama mereka, gua ketawa bukan berarti gua bisa ngelepas dia gitu aja, gua cuma ngikuti alur nya aja" ucap Raya yang membuat semua teman nya terharu.
"Ahh kita bakal selalu ada di samping lu Ray" ucap Surya yang langsung memeluk Raya dan juga di ikuti oleh yang lain sehingga kelakuan mereka menarik perhatian dari seluruh tamu undangan.
"Ray, ayo balik gua ada urusan" ucap Brain.
"Gua masih mau main" ucap Raya.
"Kalo gua tinggal lu balik ama siapa markonah" ucap Brain dengan menyonyor kepala Raya.
"Ama gua aja" ucap Vin.
"Iya ama Vin aja ya" ucap Raya.
"Yaudah ntar langsung anterin dia balik aja ya Vin" ucap Brain.
"Iya sip" ucap Vin.
__ADS_1
"Kalo gitu gua pamit" ucap Brain.
“Dadah" ucap Raya.