
"Buru buru mau apa? ' ucap om Glend dan Aldo berbarengan.
"Buru buru nyelesain misi ini terus ganti misi lagi atau nyelesain masalah aku" ucap Raya.
"Ohh gitu, tetap pada protokol tidak ada bantahan" ucap Glend.
"Yaudah berarti besok malem kita tangkep nya" ucap Raya.
"kalo besok malem pagi nya kelamaan" ucap Aldo.
"Nyapruk lu bang" ucap Raya.
"Yasudah sana kalian pulang ini sudah malam, besok kalian sekolah" ucap Glend.
"Dah kek bocah" ucap Raya.
"Kamu emang masih kecil Ray" ucap Aldo.
"Serah ah, aku pulang duluan" ucap Raya yang langsung pergi meninggalkan kedua orang terdekatnya itu.
Raya pulang menuju apart nya dengan menggunakan motornya yang ia simpan di kantor om nya, dengan kecepatan sedang ia membelah sunyi nya malam hingga ia tak sadar jika ia sudah berada di parkiran apart nya.
Raya berjalan dengan santai menuju apart miliknya, sesampainya Raya di apart nya ia menemukan sebuah kotak kado yang memancarkan bau busuk dengan sepucuk surat di pitanya, karena penasaran Raya pun membaca surat itu dengan teliti.
"Jauhi Vin jika kau tidak ingin bernasib sama seperti Nayla"
Isi surat tersebut, setelah selesai membaca surat atau teror yang menurutnya tidak penting, Raya langsung membuang kotak dan surat tersebut ke tempat sampah.Setelah membuang sampahnya, Raya langsung masuk ke apartnya dan segera mandi untuk membersihkan dirinya.
Skipppp...
Matahari sudah menampakan sirnarnya membuat Raya terbangun dan langsung bersiap siap menuju sekolah
Setelah sampai di sekolah Raya langsung masuk ke kelasnya dan duduk di bangkunya, yang menapakan sosok Dela sedang duduk dengan mengerjakan pr nya.
"Masih pagi dah nyatet aja, rajin bener" ucap Raya.
"Enak aja gua emang rajin ye, ini bukan nyatet ini cuma ngerjain pr yang belom selesai" ucap Dela sewot.
"Katanya rajin kenapa ngerjain pr di sekolah?" ucap Raya.
"eh setiap manusia pasti bisa lupa, dari pada banyak bacod mending lu bantuin gua kerjain ni pr" ucap Dela.
"Yaudah sini mana bukunya" ucap Raya. Dela langsung memberikan bukunya pada Raya dengan ekspresi yang tak ikhlas Raya menerima buku tersebut dan langsung mengerjakan tugas Dela.
"Haii Ray" ucap Vin.
"Eh Vin hai juga" ucap Raya.
"dah sarapan?" ucap Vin.
"Belom hehe" ucap Raya.
"Yaudah kantin dulu yuk mumpung bel masuknya masih lama" ucap Vin.
"Ayo, Del ini bukunya gua makan dulu bubbay" ucap Raya yang langsung meninggalkan kelas di ikuti oleh Vin.
__ADS_1
"eh tunggu Ray ini dah selesai belom" ucap Dela yang tak di dengar oleh Raya.
Vin dan Raya berjalan menuju kantin banyak yang mengira mereka adalah sepasang kekasih namun sayang mereka hanya sebatas teman yang baru kenal.
"Duduk tempat biasa" ucap Vin setelah tiba di kantin.
“Boleh aja" ucap Raya yang meniru gaya susanti.
"Mau pesen apa?" ucap Vin ketika duduk di bangku kantin.
"Susu coklat aja satu" ucap Raya.
"Kenapa cuma minum? Gak makan?" ucap Vin.
"Kalo makan ntar siangnya sakit perut" ucap Raya.
"ohh yaudah gua pesenin dulu ya" ucap Vin.
"Iya" ucap Raya yang langsung memainkan ponselnya.
"Lapor target utama akan mendekat, jangan lengah karena korban selanjutnya adalah orang yang dekat dengan mu" ucap Aldo lewat alat komunikasi yang ada di telinga mereka.
"Laporan di terima" ucap Raya.
Setelah mendapat informasi dengan segera Raya menghamprir Vin dan langsung mengajaknya pergi dari kantin sekolah.
"Kenapa ko gak jadi?" ucap Vin.
"Gak papa, tiba tiba males aja" ucap Raya berbohong.
"Ayo" ucap Raya.
Kringgggg kringgggg
"Baiklah anak anak pelajaran hari ini cukup sampai di sini, kita lanjut minggu depan" ucap Guru yang langsung meninggalkan kelas.
"Kantin kui" ucap Dela semangat.
"Ayo kita tunggu Lina dulu" ucap Raya.
"Kita gabung ya" ucap Vin yang di angguki teman temanya.
"Boleh" ucap Dela.
"Dela, Raya" ucap Lina.
"yuk kantin" ucap Raya.
Raya dkk dan Vin dkk menuju kantin mereka berjalan bersamaan, yang sukses mendapat berbagai macam tatapan ada yang iri, kagum, suka hinggg benci pun ada.
"Mau pada pesen apa, gua pesenin" ucap Lina.
"Apa aja" ucap Dela.
"Yang lain?" ucap Lina.
__ADS_1
"Samain" ucap Surya.
"yaudah Indra bantuin gua yuk" ucap Lina.
"Ko gua si, kan ada Imam" ucap Indra.
“Imam kan pesen minumnya sama Surya " ucap Lina.
"Ohh gitu ya, yaudah deh" ucap Indra.
Indra, Lina, Imam dan Surya pun pergi memesan makanan dan minuman hingga tersisa Dela, Raya dan Vin saja, mereka sibuk dengan ponselnya masing masing.
Brakkkk
Suara gebrakan meja yang di gebrak oleh Aldo, sukses membuat Raya kaget dan menjatuhkan ponselnya.
"Apa si bang? Ponsel gua retak nih" ucap Raya sewot.
"Itu gak penting, yang penting sekarang lu ikut gua" ucap Aldo yang langsung menarik paksa tangan Raya.
"Mereka kemana?" ucap Vin yang melihat kepergian Raya.
"Tau" ucap Dela yang kembali fokus ke ponselnya.
"Gaess ini pesenanya, loh si Ray mana?" ucap Lina.
"Dia di bawa abangnya, katanya si penting tapi gak tau apa lagian gua gak mau kepo" ucap Dela.
"Yaudah ayo makan, ntar juga dia balik lagi" ucap Vin santai namun beda lagi dalam hati.
Sisi lain.....
"Apa si bang, lu ngapa bawa gua ke gudang" ucap Raya berbisik.
"lu denger deh" ucap Aldo yang menyenderkan kepala Raya ke pintu gudang.
"Kalo tu anak masih aja deketin Vin gua bakal bunuh dia, gua juga bakal bunuh adek nya si Vin, kalo Vin gak mau jadian ama gua"
"Menurut gua lu keterlaluan deh, kan Aldo lebih ganteng kenapa lu lebih milih Vin"
"Kalo lu mau Aldo ambil aja lagian dia miskin makanya gua lebih milih Vin yang notabennya orang tajir"
"lu denger kan rencana mereka" ucap Aldo.
"Ayo bang kita pergi sebelum ketauan" ucap Raya yang langsung menarik Aldo menjauh dari gudang.
Raya dan Aldo berjalan ke kantin dengan tampang biasa saja namun tangan Raya menarik tangan Aldo yang membuat mereka mendapat cibiran.
"eh liat si Gresline masa gandengan ama Aldo, kemarin dia bolos ama Vin, embat aja tross lama lama dah kek Linda aja"
"Eh lu kalo ngomong di saring dulu napa, lu gak tau apa apa tentang mereka ga usah sok jadi yang paling tau deh"
"Emang bener gua tau ko kalo si Raya gak bener"
Aldo yang kesal dengan cibiran yang orang orang tentang adiknya langsung menghampiri orang orang itu.
__ADS_1
"Maksud lu apa, jelek jelekin adek gua di depan gua" ucap Aldo dengan nada santai namun menusuk.