Raya Is Badgirl

Raya Is Badgirl
episode 14


__ADS_3

Sesampainya Raya dan Ahnan di sekolah seperti biasanya mereka selalu di suguhi bisikan bisikan netizen sekolah yang selalu membicarakan mereka, dengan tatapan datarnya mereka berdua terus berjalan menuju kelasnya.


Bruggg


Seseorang menabrak tubuh Ahnan tanpa sengaja yang membuat dirinya terjatuh Ahnan yang melihat itu langsung mengulurkan tanganya bertujuan untuk menolong orang yang telah menabraknya tadi.


"Maaf gua gak sengaja, gua terlalu sibuk nyari kelas gua, soalnya gua murid baru di sekolah ini" ucap siswi tersebut yang langsung memberikan tanganya dan di tarik oleh Ahnan agar berdiri, tak lupa dengan menundukan kepalanya seperti mengheningkan cipta.


"Gak usah minta maaf" ucap Raya.


"Kalo gitu makasih atas bantuanya" ucap Siswi tersebut.


"Kenalin gua Raya" ucap Raya dengan memberikan uluran tanganya.


"Lah lu, pindah?" Ucap siswi tersebut dengan terkejut karena melihat Raya , siswi tersebut adalah tak lain dan tak bukan Dela teman ralat sahabat Raya di sekolah lamanya.


"Lu pindah?" Ucap Rya yang sama terkejutnya.


"Iya, di paksa orang tua, kalo lu, eh btw ini sapa?" Ucap Dela.


"Gua ikut calon imam" ucap Raya yang melirik ke arah Ahnan dengan sesekali tertawa garing.


"Ini pacar lu, gila ganteng banget, namanya siapa?" Ucap Dela dengan mengulurkan tanganya kepada Raya.


"Ahnan" ucap Ahnan tanpa membalas uluran tangan Dela.


"Btw lu kelas apa?" Ucap Raya.


"Gua kelas 10-2" ucap Dela.


"Ohhh kalo gitu kita ke kelas dulu yaa" ucap Raya yang langsung menarik tangan Ahnan karena perasaanya tiba tiba tidak enak saat melihat Ahnan.

__ADS_1


"Lah maen tinggalin aja, tapi dia ganteng juga" ucap Dela.


2 minggu kemudian.....


Sudah dua minggu Dela bersekolah di sekolah yang sama dengan Raya , ia tidak memberi taukan keberadaan Raya kepada teman teman di sekolah lamanya karena permintaaan Raya tentunya. Ahnan dan Dela pun sudah dekat bahkan sangat dekat, terkadang Ahnan selalu sibuk jika Raya meminta bantuanya tapi untuk Dela, Ahnan selalu menyempatkan waktunya, karna tidak mau ambil pusing Raya pun hanya mendiamkan mereka.


"Ray besok ke rumah ya, buat ngerjain tugas kelompok, kan kita berdua satu kelompok" ucap Dela.


"Boleh, jam berapa gua ke rumah lu nya biar Ahnan bisa jemput gua?" Ucap Raya


"Lu gak usah minta di jemput, soalnya gua udah punya rencana, buat besok jadi habis selesai ngerjain tugasnya kita ke mall biasa urusan cwe, jadi gak usah bawa cwo" ucap Dela.


"Lah biarin biar dia tunggu aja di cafe" ucap Raya.


"Gak usah Ray, apa perlu gua jemput lu?" Ucap Dela.


"Gak usah deh, gua bawa motor sendiri" ucap Raya.


"Nah gitu, jadi kan kita bisa guality time" ucap Dela yang langsung memeluk Raya.


"Heheh maap" ucap Dela dengan cengir kudanya.


"Yaudah lu cuma mau ngomong itu doang kan? Kalo gitu gua pamit mau balik cape pen istirahat" ucap Raya yang langsung meninggalkan Dela sendirian di loby sekolah.


"Yesss" gumam Dela yang hampir tak terdengar.


Setelah meninggalkan Dela di sekolah, Raya langsung mengendarai motornya karena ja membawa motor kesekolah, dan Ahnan pun tak menjemputnya Ahnan bilang jika dirinya akan sibuk seharian ini untuk membantu ayahnya mengurus pekerjaan maka dari itu Raya memahaminya dan berangkat ke sekolah menggunakan motor.


Sesampainya ia di apart, Raya langsung berjalan menuju kamarnya dan langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang kemudian menangis tersedu sedu di sana, ia menangis cukup lama hingga memakan waktu 20 menit, setelah beban di fikiranya sedikit berkurang Rya langsung mengganti bajunya dan tertidur.


Skippp pagii.......

__ADS_1


Matahari sudah menampakan sinarnya dengan malu malu di balik awan, suara panci yang saling beradu menjadi bumbu pemanis untuk menghiasi kesunyian di pagi itu.


"BANGUN LU KATA HARI INI ADA KERJA KELOMPOK" ucap Leon dengan memukul panci dan susuk di depan kamar Raya.


"Berisikk" ucap Raya.


"Kalo lu gak bangun gua siram lu pake aer panas" ancam Leon yang langsung membuat Raya lari terbirit birit menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi Raya langsung bersiap siap untuk berangkat ke rumah Dela , ia hanya memakai celana jeans dan kaos polos sebagai atasanya tak lupa dengan jaket sebagai penyesuai pakaianya.


"Page" ucap Gresline ketika sampai di ruang tamu.


"Mau berangkat sekarang, apa gak kepagian?" Ucap Leon.


"Sekarang kan jam setengah 8" ucap Raya.


"Serah lu dah, dari pada gua botak" ucap Leon yang pasrah.


"Oh ya satu lagi, semangattt" ucap Leon.


"Thank Leon" ucap Raya yang langsung pergi menuju rumah Dela.


Raya mengemudikan motornya dengan santai karena masih pagi, saat di tengah perjalanan ia melihat sebuah taman kota yang sangat cantik dan bersih dan tanpa ia sadari sebuah senyuman terukir di bibir pink nya.


Karena terlalu bahagia melihat taman yang cantik membuat Raya tak sadar bahwa ia sudah sampai di rumah Dela , ia langsung memarkirkan motor nya di salah satu mobil, ia terus memperhatika mobil tersebut dan terlintas sebuah ide di kepala cantiknya, Raya langsung berjongkok dan mengempeskan seluruh ban mobil tersebut hingga tidak ada angin yang tersisa di ban itu, setelah di rasa cukup Raya langsung masuk ke dalam rumah Dela, karna Raya memang sudah biasa main masuk ke dalam rumah Dela. Orang tua Dela sedang bekerja di luar kota padahal ini hari sabtu.


"DELL GUA DAH SAMPE" teriak Raya.


"masih tidur kali" ucap Raya yang langsung memutuskan untuk membangunkan Dela di kamarnya.


Ketika tinggal beberapa langkah lagi untuk mencapai pintu kamar Dela tiba tiba perasaan Rya menjadi tidak enak, namun ia abaikan dan langsung masuk ke dalam kamar Dela.

__ADS_1


"Dell bangun" ucap Raya yang mengguncang tubuh yang tertutup selimut itu.


Karna tak bangun bangun akhirnya Raya pun menarik selimut itu dan malah membuatnya terkejut


__ADS_2