
"Apa?! Seorang Ahli Peracik tingkat enam." ucap seorang pria paruh baya yang tiba-tiba menghampiri Sata.
"Hohoho... Sungguh hebat! Setelah sepuluh tahun aku ditugaskan sebagai tetua di Balai Kota kecil Wangshi ini, akhirnya ada seorang pemuda yang mendaftar Ahli Bela Diri melalui jalur Ahli Peracik tingkat enam. Mari Nak, kamari ikuti aku!" sahut pria paruh baya itu lagi dengan raut wajah gembira.
"Cih! Sungguh beruntung bocah itu di tolong oleh Tetua yang menjadi juri di tes melalui jalur Ahli Peracik. Kalau tidak… habis sudah. Nantikan saja bocah bau! Rakyat kalangan bawah sepertimu tak pantas menjadi Ahli Bela Diri." gumam Tuan muda itu sambil memerhatikan Sata yang telah pergi mengikuti pria paruh baya.
...*************...
Pria paruh baya itu kemudian berjalan ke pintu masuk Balai Kota. Ia kemudian membukakan pintu masuk tersebut, lalu berjalan lagi ke suatu ruangan di dalam Balai Kota. Sata pun mengikutinya dari belakang.
"Nah, inilah ruangan khusus di Balai Kota Wangshi yang dijadikan sebagai tempat ujian Ahli Peracik." ucap pria paruh baya itu sambil membukakan pintu.
"Jalur pendaftaran melalui Ahli Peracik ini sedikit berbeda dengan jalur pendaftaran biasa yang hanya perlu mengeluarkan uang dan sudah bisa mendaftar untuk tes elemen bela diri menggunakan Batu Bulan. Jika kau berhasil melalui tes ini terlebih dahulu, kau akan bisa mengecek elemen bela dirimu nanti menggunakan Batu Bulan." ucap pria paruh baya itu menjelaskan.
Sata melihat-lihat seisi ruangan di sekelilingnya. Di ruangan tersebut hanya terdapat satu buah tungku obat yang sangat besar yang berada di tengah aula ruangan.
"Jadi… apakah saya akan meracik pil di ruangan ini, Tetua?!" tanya Sata pada pria paruh baya itu.
"Haha! Benar sekali anak muda! Yang akan kau racik adalah Pil Pembersih Racun Spirit." jawab pria paruh baya itu sambil tersenyum.
"Eh?! Bukankah Pil Pembersih Racun Spirit adalah pil tingkat tujuh?! Saya… kan baru tingkat enam, mana bisa membuatnya." tanya Sata yang terkejut mendengar ucapan pria paruh baya itu.
"Hoho… ternyata pengetahuanmu sebagai Ahli Peracik cukup luas juga anak muda. Barusan aku hanya mengetes ilmu pengetahuanmu." sahut pria paruh baya itu.
"Eh?! Aku lupa belum memberitahumu namaku, kan?! Perkenalkan namaku adalah Yaguchi Matsushima. Aku disini bertugas sebagai juri tes elemen ahli bela diri melalui jalur Ahli Peracik tingkat enam." ucap pria paruh baya itu memperkenalkan dirinya.
"Halo Tetua Yaguchi! Nama saya adalah Sata Yoshihara. Mohon bimbingan anda dalam tes kali ini. Saya harap… anda bersedia menyembunyikan identitas saya." ucap Sata sambil membungkukkan badannya.
"Eh?! Mengapa begitu anak muda?! Seharusnya kau senang jika namamu di kenal banyak orang." tanya Tetua Yaguchi penasaran.
"Itu… saya berasal dari kalangan bawah, Tetua. Saya juga bawahan dari kediaman Himamura. Jadi… saya ingin merahasiakan identitas asli saya." jawab Sata menjelaskan.
"Haahhh… baiklah aku akan merahasiakannya. Kalau begitu mari kita mulai tes nya. Prok prok prok!" ucap Tetua Yaguchi sambil bertepuk tangan.
Tiba-tiba, datanglah lima orang pria berpakaian pelayan yang membawa sebuah meja dan bahan-bahan obat ke tengah aula ruangan. Kemudian, diletakkanlah meja itu dan ditaruhlah bahan-bahan obat diatasnya.
Tetua Yaguchi pun berjalan ke arah aula ruangan. Ia lalu melihat-lihat bahan-bahan obat yang berada di atas meja. Sata kemudian menyusul langkah Tetua Yaguchi yang sudah berada di tengah-tengah aula ruangan.
"Nah, inilah bahan-bahan untuk membuat Pil Penguat Roh yang merupakan pil tingkat enam. Coba kau sebutkan apa khasiat dari Pil Penguat Roh?!" tanya Tetua Yaguchi pada Sata sambil memegang bahan-bahan obat tersebut satu per satu.
__ADS_1
"Pil Penguat Roh adalah pil yang berfungsi menguatkan roh seorang Ahli Bela Diri. Ada kalanya seorang Ahli Bela Diri terluka berat karena tak sengaja bertarung dengan seorang Ahli Peracik yang kekuatan jiwanya kuat. Imbas dari pertarungan tersebut ialah terlukanya roh sang Ahli Bela Diri. Dengan kata lain, Pil Penguat Roh ini dapat menyembuhkan kembali roh sang Ahli Bela Diri yang terluka dan meningkatkan tingkatan ahli bela dirinya." jawab Sata secara lancar tanpa terbata-bata.
"Wahh… hebat anak muda! Aku suka caramu menjelaskan manfaat dari sebuah pil. Tapi.. mari kita lihat seberapa hebat keterampilan meracik obatmu. Apakah bisa sama halnya dengan ilmu pengetahuanmu yang luas?!" tantang Tetua Yaguchi.
"Kalau begitu… kapan saya bisa memulai tesnya, Tetua?!" tanya Sata dengan sopan.
"Hoho! Kau sungguh tidak sabaran bocah. Baiklah! Akan aku buka terlebih dahulu atap ruangannya. Setidaknya pembuatan pil tingkat enam ini akan menimbulkan maksimal dua kilatan petir." ucap Tetua Yaguchi dengan antusias.
"Baik Tetua! Silakan anda membuka atapnya." sahut Sata dengan sopan.
Tetua Yaguchi mengarahkan telapak tangannya ke atap ruangan tersebut, lalu muncullah sinar putih dari tangannya yang akhirnya membuat atapnya terbuka.
"Silakan kau mulai sekarang, anak muda!" titah Tetua Yaguchi.
...************...
Sata kemudian memasukkan bahan-bahan obat yang diperlukan untuk membuat Pil Penguat Roh. Bahan-bahan tersebut berjumlah tujuh macam, yaitu ada dua buah daun baladewa, satu buah akar ginse seratus tahun, satu buah batang pisaka, tiga buah akar jahema, lima buah daun sere, dua buah daun kapiri dan satu buah magato. Ke tujuh bahan-bahan obat tersebut adalah bahan obat yang sangat sulit didapatkan di pasaran.
"Kalian berdua turunlah terlebih dahulu!" titah Sata tiba-tiba pada kedua hewan peliharaannya.
Neko dan Buraku pun segera melompat turun dari tubuh majikannya. Mereka lalu berdiam diri di pojok ruangan tersebut.
"Eh?! Maksudmu siapa, Nak?!" Tetua Yaguchi kaget mendengar Sata tiba-tiba menyuruh dua orang untuk pergi.
"Eh?! Sejak kapan itu ada dikepalamu?! Huhu! Rupanya Tetua ini tidak memerhatikan keadaan sekitar karena terlalu antusias mendengar ada seorang Ahli Peracik di kota Wangshi setelah ditugaskan selama sepuluh tahun disini." sahut Tetua Yaguchi merasa bersalah pada dirinya sendiri.
"Eehhh?! Tak apa, Tetua. Anda tidak perlu bersedih. Saya harap anda akan puas melihat keterampilan saya." ucap Sata menenangkan Tetua Yaguchi.
"Haha! Orang sombong karena memang mempunyai kemampuan. Silakan kau buktikan ucapanmu itu, Nak! Apakah Tetua ini akan benar-benar puas melihatnya?!" pinta Tetua Yaguchi pada Sata.
Sata lalu membungkukkan badannya, tanda ia siap melakukan peracikan pil.
"Dua hewan yang melompat tadi memang terlihat seperti hewan biasa, namun… auranya begitu misterius. Apakah hewan-hewan itu adalah binatang buas tingkat tinggi yang menyembunyikan kekuatannya. Hoho! Aku semakin penasaran dengan identitas asli pemuda misterius ini." batin Tetua Yaguchi sambil memerhatikan Sata yang bersiap meracik pil.
Sata lalu bersiap membuat Pil Penguat Roh. Dia kemudian mengeluarkan sebuah api biru dari tangannya. Dihembuskanlah api dari tangannya tersebut ke bawah tungku obat. Api yang tadinya mengecil tersebut perlahan kian membesar.
"Woahhh... Anak muda ini sungguh hebat. Api yang ditangannya itu auranya terasa seperti api ajaib yang sangat kuat." gumam Tetua Yaguchi sambil memerhatikan Sata yang sedang meracik obat.
Sata tetap mengatur perapian di tungku obat agar tetap stabil. Ia kini memulai penyulingan ke tujuh bahan-bahan obat. Asap mengepul dari atas tungku obat. Tujuh jenis cairan berwarna-warni terangkat ke atas tungku obat. Ia tetap memertahankan kekuatannya agar tahap penyulingan berjalan lancar.
__ADS_1
Setelah tahap penyulingan dilakukan, kini masuklah ke tahap pemadatan pil. Di tahap ini, api yang digunakan harus sedikit diperkecil agar pil yang terbentuk sempurna. Setelah sekitar dua puluh menit, kini tahap pembuatan pil akan berlangsung.
Kilatan-kilatan petir di langit mulai menggema di atas ruangan tersebut. Dua kilatan petir berwarna perak dan ungu menyambar ke dalam aula tengah ruangan. Kilatan petir tersebut tiba-tiba menyambar pil obat setengah jadi yang berada di atas tungku obat.
Sata mengeluarkan kekuatan jiwanya yang besar agar bisa menahan kilatan petir tersebut. Ia membentuk sebuah tabir perlindungan yang mengelilingi sekitaran tempat pembuatan Pil Penguat Roh dari kekuatan jiwanya.
Di tahap pembentukan ini, Sata benar-benar sangat serius mengerjakannya agar Pil Penguat Roh dapat terbentuk secara sempurna. Setelah menahan gempuran dua kilatan petir selama beberapa saat, akhirnya Pil Penguat Roh terbentuk secara sempurna. Pil tersebut berbentuk bulat dengan warna ungu yang pekat dan garis perak ditengahnya.
"Hufffffttt! Akhirnya selesai juga." gumam Sata sambil menghela napas lega.
"Muridku ini sungguh hebat dalam menjadi seorang Ahli Peracik." ucap arwah Dewa Ashima dari dalam kalung di leher Sata.
...************...
Semua orang yang berada di luar Balai Kota Wangshi dibuat takjub karena melihat dua kilatan petir yang hebat di atas salah satu ruangan Balai Kota.
Mereka kemudian berduyun-duyun memadati halaman depan Balai Kota untuk melihat siapa orang yang telah berhasil membuat sebuah pil obat tingkat enam.
"Apakah pemuda bertutup muka kain hitam tadi benar-benar seorang Ahli Peracik tingkat enam seperti yang dikatannya?!" tanya seorang pemuda yang tadi mencela Sata pada temannya.
...*************...
BERSAMBUNG.....
● LIKE🖒 dan tambahkan KOMENTAR📩 agar author rajin update setiap harinya🙏
● Mohon kritik dan sarannya semua reader🙏
● Klik FAVORIT ❤
● VOTE novel ini ☆☆☆☆☆
TERIMA KASIH.....🙏🙏🙏
SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI NOVEL INI, SILAKAN BACA KARYA REKOMENDASI DI BAWAH INI!!! JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN UNTUK MEMBACANYA, KARENA SETIAP ALURNYA BEGITU MENARIK UNTUK DIBACA!!!
Author : Black Rose
__ADS_1
Judul Karya : THE UGLY DUCKLING