Reinkarnasi Sang Dewa Bumi

Reinkarnasi Sang Dewa Bumi
BAB 09 - Wanita Bercadar Merah


__ADS_3

Sata kemudian bergegas pulang dari hutan ke kediaman Himamura sambil membawa kantung besar yang kini telah kosong kembali karena bahan-bahan obat telah habis tanpa sisa.


Dalam perjalanan pulangnya, tiba-tiba Sata ditabrak oleh seorang wanita berpakaian merah yang mengenakan cadar.


"Brukkkkk!"


Mereka berdua pun terjatuh. Sata kemudian berusaha membantu wanita bercadar tersebut berdiri. Namun, wanita bercadar itu malah menepis tangan Sata yang berusaha membantunya.


...***********...


"Anda tidak apa-apa, Nona?!" tanya Sata sambil mengulurkan tangannya.


"Minggir! Jangan menghalangi jalanku!!!" teriak wanita bercadar pada Sata sambil menepis tangannya.


"Eh?! Aaahh… maaf saya hanya bermaksud untuk membantu anda berdiri." ucap Sata dengan sopan.


"Kalau begitu, saya permisi dulu karena hendak melanjutkan perjalanan saya." sahut Sata lagi dengan sopan.


"Apa binatang yang ada dikepalamu itu… binatang buas tingkat atas?!" tanya wanita bercadar itu tiba-tiba.


Sata sangat terkejut mendengar ucapan wanita itu. Lalu ia berbalik badan dan melihat wanita bercadar tadi sudah berdiri dibelakangnya.


"Binatang buas?! Haha! Mana mungkin saya yang berpakaian usang dan miskin ini bisa menangkap binatang buas tingkat atas yang sangat kuat." bantah Sata sambil tertawa.


"Walau kekuatanmu kelihatan baru tingkat menengah, tapi… para ahli bela diri tingkat tinggi itu selalu menyembunyikan kemampuannya." ucap wanita bercadar itu menatap Sata dengan serius.


Dari sebalik cadar itu terlihat seorang wanita muda yang sangat cantik. Muka sata tiba-tiba memerah karena malah memerhatikan kecantikan wajahnya bukan ucapan dari wanita bercadar tersebut.


"Apa?! Hahaha! Maaf saya permisi dulu!" ucap Sata sambil membungkukkan badannya dan berlari pergi.


"Sungguh jarang ada seorang ahli bela diri tingkat tinggi di kota kecil seperti Wangshi ini. Mungkin… orang itu sedang menyamar. Auranya sangat berbeda sekali dengan pendekar-pendekar hebat tingkat master yang pernah aku temui. Apa... tingkatannya lebih tinggi dari itu?! Aku harus mengikutinya diam-diam." gumam wanita bercadar itu yang kemudian mengikuti Sata yang telah berlari dengan sangat cepat.


...*************...


"Tuan ada orang yang mengikuti anda!" ucap Buraku tiba-tiba.


"Eh?! Siapa?!" tanya Sata yang terkejut.


"Wanita bercadar yang tadi." jawab Buraku.


"Hoho! Kau diikuti wanita cantik, Nak!" sahut Dewa Ashima dari dalam kalung.


"Aaah! Apa sih Guru. Wanita itu hanya penasaran pada Neko bukan padaku." ucap Sata sambil menggaruk kepalanya karena salah tingkah.


"Hahaha! Romansa anak muda. Aku suka aku suka. Gurumu ini dulu juga penakluk puluhan wanita." gurau Dewa Ashima.


"Sudahlah Guru! Aku mau berlari dulu sebelum tertangkap basah." ucap Sata sambil bersiap-bersiap berlari.

__ADS_1


"Aku harus menggunakan kekuatan jiwaku dan ilmu peringin tubuh untuk menutupi auraku. Kemudian berlari sekencang-kencangnya dan masuk ke kerumunan banyak orang agar tidak mudah dikenali." batin Sata merencanakan strategi pelariannya.


Sata lalu berlari dengan sangat kencang dan masuk ke dalam kerumunan banyak orang. Ia lalu berjalan-jalan santai ketika sudah banyak orang disekitarnya.


Wanita bercadar itu masih mengejar Sata. Namun, kini ia tiba-tiba berhenti, "Eh?! Dimana pemuda itu?! Auranya sekarang sudah tidak terasa dan keberadaannya tak terlihat lagi." ucap wanita bercadar itu dengan kebingungan.


"Sial! Aku kehilangan jejak." gerutu wanita bercadar itu kesal.


"Tak apa, suatu hari nanti pasti kita akan bertemu kembali. Orang hebat itu memang sangat langka di dunia tengah ini. Namun, karena keberadaannya yang sedikit itu menjadikan hal yang mudah untuk menemukan mereka." ucap wanita bercadar itu dengan keyakinan tinggi.


...*************...


"Fyuhhhh! Akhirnya wanita itu tidak mengejar lagi. Aku harus bergegas pulang sekarang." ucap Sata sambil menghela napas lega.


Sata akhirnya sampai di kediaman Himamura. Ia masuk melalui pintu belakang dan mengendap-ngendap masuk ke dalam kamarnya agar tidak diketahui oleh siapa pun. Dia lalu duduk di kasur kamarnya. Tdak lama kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.


"Tokkkk tokkk tokkk!"


"Sata cepat bangun! Ayo bantu ayah mencari kayu bakar!!!" teriak Ayah Sata dari sebalik pintu.


"Hoaaammm! Bahkan aku belum tidur semenit pun." keluh Sata sambil berjalan untuk membuka pintu.


"Kalian berdua duduk di kamar ini diam-diam! Jangan pernah keluar tanpa seizinku!" pinta Sata pada kedua hewan peliharaannya.


Neko si kucing putih kecil dan Buraku si ular hitam kecil kemudian melompat dari tubuh Sata, lalu duduk di atas kasurnya.


...************...


"Hallo Ayah! Selamat pagi!!" sapa Sata pada ayahnya.


"Hmmm.. kelihatannya putraku tidak tidur semalaman. Lalu, siapa tadi yang kamu ajak bicara di dalam kamar?!" tanya Ayah Sata sambil memerhatikan wajah putranya.


"Aku… tadi bicara dengan Neko, Ayah. Itu kucing peliharaanku, agar dia diam di kamar tak keluyuran." jawab Sata.


"Oohh… kucingmu itu. Aku sudah mendengar cerita dari ibumu kalau kau memelihara kucing yang suka sayuran." sahut Ayah Sata.


"Ayo kita segera ke hutan mencari kayu bakar!" ajak ayah Sata sambil merangkul pundak putranya.


Sata dan ayahnya lalu bergegas pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Setelah selesai mencari kayu bakar, mereka kembali ke kediaman Himamura. Begitulah keseharian Sata, siang hari bekerja sebagai bawahan keluarga Himamura dan malam harinya berlatih untuk menjadi ahli bela diri yang hebat.


...*************...


Hari Tes Elemen Ahli Bela Diri yang di tunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Setelah seminggu berlatih kekuatan fisik dan jiwa dengan keras di hutan saat malam hari, kini tinggalah mengetes elemen bela diri apa yang dimiliki oleh Sata.


Sata di antar oleh arwah Dewa Ashima beserta Neko dan Buraku pergi ke Balai Kota Wangshi untuk melakukan tes elemen ahli bela diri. Sata menyamar menggunakan pakaian serba hitam. Mulai dari jubah hitam dan kain penutup muka berwarna hitam agar tidak ada seorang pun yang mengenalinya.


"Haahhh! Aku terlebih dahulu harus menyembunyikan tingkatan Ahli Peracikku dari tingkat delapan menjadi tingkat enam." gumam Sata sambil mengencangkan ikatan kain penutup mukanya.

__ADS_1


"Hoho… Itu benar, Nak! Jangan sampai ada seorang pun yang mengenalimu, karena jika kau ketahuan akan sangat merepotkan nantinya." ucap arwah Dewa Ashima menasehati Sata.


Dia lalu berjalan ke arah tempat pendaftaran. Seorang Tuan Muda kaya raya yang mengenakan pakaian bagus tiba-tiba menghalangi langkah Sata.


"Tunggu! Mengapa seorang yang berpakaian usang sepertimu mau mendaftar ke tes elemen ahli bela diri?!" tanya tuan muda kaya itu dengan sombong.


"Saya seorang Ahli Peracik tingkat enam." jawab Sata dengan singkat dan tegas.


"Apa?! Apa?! Apa aku tidak salah dengar?! Haha?! Sungguh lawakan yang bagus, bocah bau!!! Belum pernah ada satu orang pun rakyat kalangan bawah di kota Wangshi yang ingin mendaftar sebagai Ahli Bela diri melalui jalur Ahli Peracik tingkat enam. Apa kau pikir bisa membodohi Tuan Muda ini?!" celoteh Tuan Muda tersebut dengan sombong.


"Haha! Mana ada Ahli Peracik tingkat enam di kota Wangshi ini."


"Sungguh bocah pencari perhatian!"


"Sudah miskin, tak tahu malu lagi!


Ucap orang-orang di sekitar Sata yang mendengar ucapan Tuan Muda tersebut.


"Apa?! Seorang Ahli Peracik tingkat enam." ucap seorang pria paruh baya yang tiba-tiba menghampiri Sata.


"Hohoho... Sungguh hebat! Setelah sepuluh tahun aku ditugaskan sebagai tetua di Balai Kota kecil Wangshi ini, akhirnya ada seorang pemuda yang mendaftar Ahli Bela Diri melalui jalur Ahli Peracik tingkat enam. Mari Nak, kamari ikuti aku!" sahut pria paruh baya itu lagi dengan raut wajah gembira.


...*************...


BERSAMBUNG.....


● LIKE🖒 dan tambahkan KOMENTAR📩 agar author rajin update setiap harinya🙏


● Mohon kritik dan sarannya semua reader🙏


● Klik FAVORIT ❤


● VOTE novel ini ☆☆☆☆☆


TERIMA KASIH.....🙏🙏🙏



SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI NOVEL INI, MARILAH BACA KARYA REKOMENDASI DI BAWAH INI!!!


JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN SETIAP EPISODENYA KARENA ALURNYA SANGAT MENARIK UNTUK DIBACA!!!


Author : Ponn Ponn


Judul Karya : MENGEJAR CINTA GURU TAMPAN


__ADS_1


__ADS_2