
Semua orang yang berada di luar Balai Kota Wangshi dibuat takjub karena melihat dua kilatan petir yang hebat di atas salah satu ruangan Balai Kota.
Mereka kemudian berduyun-duyun memadati halaman depan Balai Kota untuk melihat siapa orang yang telah berhasil membuat sebuah pil obat tingkat enam.
"Apakah pemuda bertutup muka kain hitam tadi benar-benar seorang Ahli Peracik tingkat enam seperti yang dikatannya?!" tanya seorang pemuda yang tadi mencela Sata pada temannya.
...*************...
Di dalam ruangan tes Ahli Bela Diri Jalur Ahli Peracik...
"Bagus sekali anak muda! Kau berhasil menyelesaikan tesnya. Untuk tes Ahli Bela Diri menggunakam Batu Bulan, hal itu sama halnya dengan peserta lain yang akan dilakukan di alun-alum kota Wangshi." ucap Tetua Yaguchi sambil menghampiri Sata.
"Aku akan periksa lagi kemurnian pil ini." sahut Tetua Yaguchi sambil mengambil Pil Penguat Roh yang sudah jadi.
"Silakan Tetua." ucap Sata dengan sopan.
Tetua Yaguchi kemudian memerhatikan Pil Penguat Roh hasil racikan Sata dengan seksama. Sorot matanya terlihat sangat kagum melihat pil tersebut. Tatapan mata Tetua Yaguchi menandakan ia sangat puas dengan pil yang diracik oleh Sata.
"Sungguh pil yang begitu murni. Kamu telah berhasil lolo, Nak. Mari aku antarkan ke tempat tes elemen ahli bela diri." ucap Tetua Yaguchi sambil mempersilakan Sata berjalan duluan.
"Terima kasih, Tetua. Silakan anda saja yang berjalan terlebih dahulu." jawab Sata sambil membungkukkan badannya.
"Hoho… baiklah anak muda. Mari kita pergi dari tempat ini. Lalu… pil ini akan aku simpan di kotak kecil ini yang nantinya akan diserahkan ke Perkumpulan Ahli Peracik." ucap Tetua Yaguchi sambil menaruh Pil Penguat Roh ke dalam sebuah kotak kecil dan dimasukkan ke cincin penyimpanan.
"Eh?! Apa itu... Perkumpulan Ahli Peracik, Tetua?!" tanya Sata penasaran.
"Ooh… itu merupakan sebuah organisasi perkumpulan dimana para Ahli Peracik hebat berkumpul didalamnya. Pusatnya bertempat di kota Jimahasa, ibukota Kerajaan Nakajima." jawab Tetua Yaguchi.
"Woahhh… itu terdengar sangat menarik, Tetua." sahut Sata yang tertarik ketika mendengar hal yang berkaitan dengan Ahli Peracik.
"Haha… tugasmu adalah sebagai Ahli Bela Diri, Nak. Jika ingin menjadi Ahli Peracik silakan, tapi aku tidak bisa membantumu karena hal tersebut bukanlah keahlianku." ucap arwah Dewa Ashima dari dalam kalung Sata.
"Haaahhh! Mari kita keluar dari ruangan ini, Tetua." ajak Sata pada Tetua Yaguchi.
...***********...
Sata dan Tetua Yaguchi melangkah keluar dari ruangan tes. Mereka kini sedang berjalan menuju pintu masuk Balai Kota. Saat tiba di depan pintu Balai Kota, mereka berdua mendapati suara keributan dari halaman depan. Tetua Yaguchi pun kemudian membuka pintu dan melihat kejadian apa yang sedang terjadi. Sata lalu mengikuti Tetua Yaguchi dari belakangnya.
"Wahhh... itu Tetua Yaguchi dan seorang pemuda yang menggunakan penutup muka kain hitam." ucap salah seorang pemuda.
"Tetua! Apakah benar pemuda itu yang telah meracik pil tingkat enam?!" tanya seorang pemuda yang tadi mencela Sata.
__ADS_1
"Wahhh... jika benar dia seorang Ahli Peracik tingkat enam, itu merupakan sebuah berita yang sangat mengejutkan. Di kota Wangshi ini belum ada satu pun Ahli Peracik tingkat enam." timpal pemuda disampingnya.
"Cih! Yang benar saja?! Masa pemuda kampungan itu seorang Ahli Peracik tingkat enam." gumam Tuan Muda yang tadi mencela Sata.
"Harap tenang semuanya!!!" teriak Tetua Yaguchi di tengah kebisingan.
Semua orang di halaman depan Balai Kota pun sontak terdiam. Mereka tidak berani melanggar perintah Tetua Yaguchi yang sangat dihormati di Kota Wangshi. Tetua Yaguchi pun senang melihat semua orang telah diam.
"Nah... pemuda ini merupakan pemenang dari tes elemen Ahli Bela Diri melalui jalur pendaftaran Ahli Peracik. Kita akan sama-sama melihat elemen Ahli Bela Diri apa yang pemuda ini miliki. Tes akan dilaksanakan di alun-alun kota Wangshi, baik yang mendaftar secara umum dan melalui jalur khusus seperti Ahli Peracik. Peserta tes silakan menuju ke alun-alun!" ucap Tetua Yaguchi dengan lemah lembut.
"Kami ingin tahu identitas asli dari orang itu, Tetua!" pinta seorang pemuda dari dalam kerumunan sambil menunjuk ke arah Sata.
"Ya betul, Tetua! Kami ingin mengetahuinya." timpal pemuda disampingnya.
"Kami mohon Tetua bisa mengungkapkan identitasnya yang sebenarnya." pinta pemuda lainnya.
"Semuanya harap tenang! Di mohon jangan bersuara!" titah Tetua Yaguchi.
Semua pemuda yang berada di halaman Balai Kota masih tetap mempeributkan identitas asli Sata, walau Tetua Yaguchi sudah melarang untuk jangan bersuara.
Di sisi lain, ada seorang pemuda yang menggunakan topi yang biasa di pakai petani berkebun. Pemuda tersebut sedang menatap ke arah keramaian di depan Balai Kota Wangshi dari salah satu atap bangunan di sekitar Balai Kota.
"Hoho... aku merasakan keberadaan ular itu di pemuda yang menggunakan penutup muka kain hitam. Ular tersebut tidak akan mungkin mau mengikuti orang yang tidak kuat. Sebaiknya aku awasi dulu dia dari sini." ucap pemuda bertopi.
"Apakah orang itu adalah Ahli Bela Diri tingkat tinggi?! Ini gawat! Ada apa sebenarnya dia mengawasi kemari?! Apakah dia adalah orang yang mengejar-ngejar Buraku?! Ini darurat! Buraku bilang orang yang menyerangnya adalah Ahli Bela Diri tingkat Guru level tujuh. Aku harus segera pergi dari sini." batin Sata yang tengah panik.
"Tetua… mohon maaf saya undur diri terlebih dahulu karena ada urusan penting." ucap Sata secara tiba-tiba.
"Eh?! Tunggu dulu Sata! Bagaimana dengan tes elemen ahli bela dirinya?!" sahut Tetua Yaguchi menghentinkan Sata.
Sata tak lagi mendengarkan ucapan Tetua Yaguchi. Ia kemudian lari sekencang-kencangnya meninggalkan Balai Kota. Dia lari menuju ke arah hutan kota Wangshi.
...***********...
"Hoho… pemuda itu tiba-tiba lari. Apa dia merasakan aura keberadaanku?! Sungguh menarik! Di lihat dari umurnya masih sangat belia, tapi kekuatannya cukup hebat sampai membuat binatang buas tingkat tinggi takluk ditangannya. Bukan hanya ular hitam itu, tapi harimau putih pun ada bersamanya. Ini akan menjadi pertarungan yang sangat menarik." ucap pria bertopi yang kemudian mengejar Sata yang sudah lari.
"Tuan, orang bertopi itu mengajar kita. Dari auranya aku tahu betul bahwa dia adalah orang yang menyerangku." ucap Buraku si ular hitam dengan panik.
"Tidak perlu kau beri tahu lagi! Aku pun tengah lari agar tidak bertarung dengannya." sahut Sata sambil berlari.
"Mengapa kau tidak melawannya saja, Nak?!" tanya Dewa Ashima tiba-tiba dari dalam kalung Sata.
__ADS_1
"Apa Guru mau muridmu satu-satunya ini mati?! Orang itu berada di tingkat guru level tujuh. Sedangkan aku hanya ahli bela diri tingkat menengah level empat." ucap Sata bealasan.
"Cobalah gunakan keterampilan bela dirimu di dunia atas, Nak! Katanya kau adalah seorang Ahli Bela Diri sekaligus Ahli Peracik di dunia atas, masa melawan manusia dari dunia tengah kau sampai lari ketakutan." ucap Dewa Ashima dari dalam kalung Sata.
"Haahhh! Aku bisa melawannya Guru, tapi hanya untuk sebentar saja karena tingkat ahli bela diriku masih tahap menengah. Kemungkinan aku bisa menang sangatlah tipis." keluh Sata.
"Setidaknya kau sudah mencoba, Nak. Daripada hanya terus berlari." ucap Dewa Ashima menyemangati Sata dari dalam kalungnya.
"Hmm... baiklah, Guru. Aku akan mencoba mengeluarkan Formasi Petarung dan Jiwa." sahut Sata sambil berhenti dari larinya.
"Wahhhh... teknik itu sangat bagus, Nak." ucap Dewa Ashima memuji Sata.
Sata kemudian berdiri di tengah-tengah hutan. Ia merapalkan sebuah mantra ucapan dimulutnya. Kemudian, Sata menghentakkan kakinya ke tanah dan kedua telapak tangannya ditempelkan.
"Formasi Petarung dan Jiwa : Formasi Bintang." ucap Sata.
Secara tiba-tiba, terbentuklah sebuah formasi sangat besar berbentuk bintang di tanah. Ahli Bela Diri dalam radius jarak dekat akan terperangkap ke dalam formasi tersebut. Lalu, jiwa ahli bela diri tersebut akan di bawa ke dimensi paralel yang telah dibuat oleh orang yang menggunakan formasi.
"Neko! Buraku! Kalian sembunyilah terlebih dahulu di sekitar hutan ini." pinta Sata pada kedua hewan peliharaannya.
Neko dan Buraku kemudian melompat dari pohon ke pohon untuk bersembunyi sesuai instruksi majikannya.
...*************...
Pemuda bertopi yang dari tadi mengejar Sata tiba-tiba berhenti. Ia terkejut melihat Sata yang tadinya selalu berlari, kini malah berhenti dan terlihat sedang mengeluarkan sebuah keterampilan bela diri. Dia terus memerhatikan Sata dari kejauhan.
"Keterampilan bela diri pemuda ini sungguh lain dari yang lain. Teknik bela diri apa yang digunakannya?! Teknik tersebut belum pernah aku temui di dunia tengah. Sepertinya jika aku bertarung dengannya, hal ini akan menjadi pertarungan yang sangat menarik." ucap pria bertopi sambil memerhatikan Sata yang tengah membuat formasi.
...***************...
BERSAMBUNG.....
● LIKE🖒 dan tambahkan KOMENTAR📩 agar author rajin update setiap harinya🙏
● Mohon kritik dan sarannya semua reader🙏
● Klik FAVORIT ❤
● VOTE novel ini ☆☆☆☆☆
__ADS_1
TERIMA KASIH.....🙏🙏🙏