Reinkarnasi Sang Dewa Bumi

Reinkarnasi Sang Dewa Bumi
BAB 19 - Mengakui Kekalahan


__ADS_3

Saat melaksanakan pertandingan, Sata tidak sengaja melakukan kelalain dalam teknik bela dirinya. Jika kelalaian tersebut tidak segera dihentikan, maka akan menyebabkan sebuah ledakan besar yang nantinya membahayakan seluruh warga yang menyaksikan kompetisi Ahli Bela Diri.


Sebuah bola cahaya raksasa tiba-tiba muncul di tengah alun-alun. Bola cahaya itu berada tepat di depan Sata yang kini sedang duduk di tengah alun-alun. Tiba-tiba, sebuah api besar muncul dari dalam tanah. Api itu pun lalu meledak sambil mengeluarkan suara ledakan yang sangat besar.


Duaaaarrrrrrr!


Namun, ledakan api berhasil di tahan oleh bola cahaya raksasa yang dibuat oleh Sata. Semua warga yang menyaksikan kejadian ini pun merasa bingung atas apa yang sudah terjadi. Bahkan, Walikota dan Tetua Yaguchi pun terdiam sesaat karena kebingungan.


"Jika aku tidak menahan ledakan barusan, mungkin semua orang di arena ini akan mati, terkecuali orang-orang di atas Ahli Bela Diri tingkat menengah. Untung saja aku masih sempat menahan ledakannya," batin Sata.


***


Setelah ledakan api hilang dari dalam bola cahaya, bola cahaya tersebut pun lalu menghilang dari pandangan semua orang. Sata pun kembali berdiri dari tempat duduknya. Ia lalu memberi hormat kepada Walikota dan Tetua Yaguchi.


Sata tiba-tiba membungkukkan badannya di hadapan orang nomor satu di kota Wangshi tersebut, "Saya mohon maaf atas kelalaian yang telah saya lakukan Walikota," ucapnya.


"Sebenarnya apa yang telah kamu lakukan bocah? Apa kau sengaja mau mencari perhatian!" teriak Walikota.


"Hoho! Jangan marah dulu Takeda! Sepertinya tadi Sata berusaha menggabungkan teknik Ahli Bela Diri dan Ahli Peracik. Betul atau tidak, Nak?" tanya Tetua Yaguchi dengan lembut.

__ADS_1


"Itu . . . benar Tetua. Saya . . . benar-benar mohon maaf," jawab Sata sambil menundukkan kepalanya karena menyadari kesalahannya.


"Kamu .... Haah! Kamu aku diskualifikasi dari Kompetisi Ahli Bela Diri ini," ucap Walikota sambil menahan emosinya.


"Tenang dulu, Takeda! Sata sudah memperbaiki kesalahannya, bukannya masih ada kesempatan untuk melanjutkan pertandingan?" saran Tetua Yaguchi.


Tiba-tiba, Tetua Yamahasa menghampiri tempat di mana Walikota berdiri. "Saya setuju dengan pendapat anda, Walikota. Sebaiknya Sata di diskulialifikasi saja dari kompetisi ini," sahut Tetua Yamahasa.


"Ya betul itu! Diskualifikasi saja Sata dari kompetisi ini!" teriak salah satu warga.


"Benar itu diskualifikasi saja! Dia sudah berani-beraninya mau mencelakai kita semua!" timpal warga lainnya.


"Jangan diskulifikasi Sata!" teriak seseorang secara tiba-tiba.


"Eh? Sebenarnya apa yang direncanakan Tuan Muda membela Sata terang-terangan seperti itu," batin Tetua Atsushima yang melihat tuan mudanya membela Sata.


Semua orang pun terdiam mendengar ucapan Tuan Muda Himamura. Tetua Yaguchi pun setuju pada ucapannya, "Betul apa yang dikatakan oleh Tuan Muda Himamura. Sata tidak boleh di diskualifikasi," tegas Tetua Yaguchi.


"Itu .... Haah! Baiklah jika itu keputusan yang Tetua Yaguchi putuskan. Saya rasa hal yang anda katakan ada benarnya juga," sahut Walikota menyetujui keputusan Tetua Yaguchi.

__ADS_1


"Aku tidak ingin berdebat dengan Tetua Yaguchi. Dia merupakan orang terhormat yang harus dihormati setiap keputusannya," batin Walikota.


"Kalau begitu mari kita lanjutkan pertandingan antara Tuan Muda Himamura dan Sata Yoshihara," ucap Tetua Yaguchi.


"Saya mengakui kekalahan saya, Tetua. Lalu, Sata yang akan maju ke babak final esok hari," sahut Tuan Muda Himamura.


Sata sangat terkejut mendengar ucapan Tuan Muda Himamura yang tiba-tiba seperti itu. Semua orang yang menyaksikan kompetisi pun sontak memerhatikan Tuan Muda Himamura. Mereka menatapnya dengan tatapan kebingungan.


***


BERSAMBUNG.....



โ— LIKE๐Ÿ–’ dan tambahkan KOMENTAR๐Ÿ“ฉ agar author rajin update setiap harinya๐Ÿ™


โ— Mohon kritik dan sarannya semua reader๐Ÿ™


โ— Klik FAVORIT โค

__ADS_1


โ— VOTE novel ini โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†


TERIMA KASIH.....๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2