Reinkarnasi Sang Dewa Bumi

Reinkarnasi Sang Dewa Bumi
BAB 17 - Kompetisi Ahli Bela Diri kota Wangshi


__ADS_3

Kompetisi Ahli Bela Diri di kota Wangshi hari ini resmi di gelar. Para warga berbondong-bondong memadati alun-alun kota. Kompetisi kali ini pun dihadiri oleh Walikota secara langsung. Tiba-tiba, kedatangan seorang pemuda yang menggunakan penutup muka kain hitam membuat suasana menjadi semakin ramai.


Melihat kejadian tersebut, Walikota yang tengah duduk di aula depan arena kompetisi pun maju ke arena kompetisi. Ia menyuruh warga untuk tetap tertib agar acara berjalan dengan lancar. Ia pun menyuruh Sata membuka penutup muka kain hitam yang menutupi wajahnya.


Kemudian, Sata membuka penutup mukanya. Betapa terkejutnya semua warga yang melihat wajah di balik penutup muka tersebut. Tiba-tiba, Tuan Muda dari keluarga Himamura maju ke depan karena merasa orang yang mengaku sebagai Ahli Peracik tingkat enam tersebut wajahnya terasa tidak asing baginya.


"Sata? Apakah benar itu adalah kamu?" tanya Tuan Muda Himamura sambil maju dari tengah-tengah kerumunan warga.


***


Sata terkejut dengan suara yang tiba-tiba memanggilnya. Kemudian, ia menengok ke asal dari suara tersebut. "Tuan Muda?" tanya Sata sambil memerhatikan pria yang memanggilnya.


Tuan Muda Himamura lalu berjalan menghampiri Sata. Ia menatap Sata dengan tatapan tidak percaya. "Sungguh tidak dapat dipercaya ternyata kamu adalah Ahli Peracik tingkat enam itu," puji Tuan Muda Himamura pada Sata.


"Mari kita bertarung secara adil nanti," lanjut Tuan Muda Himamura sambil menepuk pundak Sata lalu berjalan meninggalkan Sata.


"Tingkahnya sungguh sangat sopan walau ucapannya terdengar sombong. Namun, mengapa waktu itu ia membuat tubuh Sata asli sampai meninggal. Ataukah memang karena tubuh Sata asli sangat lemah sehingga sewaktu-waktu dapat meninggal begitu saja," batin Sata masih penasaran terhadap penyebab kematian Sata yang asli.


Semua warga pun menatap Sata dengan tatapan tidak percaya. Ternyata orang yang merupakan Ahli Peracik tingkat enam tersebut adalah bawahan dari keluarga Himamura.


"Sungguh tidak dapat dipercaya bahwa Ahli Peracik tingkat enam itu adalah Sata Yoshihara Si Anak Lemah yang sangat sombong itu," ucap salah satu warga.


"Ya, benar! Ketika dia pergi ke pasar pun dia selalu bersikap sangat sombong. Padahal, dia hanya seorang bawahan keluarga kaya. Sungguh tidak tahu diri," timpal warga lainnya.


"Jadi, itulah sifat asli Sata yang sebenarnya. Pantas saja Tuan Muda Himamura mendorongnya karena Sata terlebih dahulu memancing emosinya. Sepertinya tugasku sekarang juga bertambah, yaitu harus membuat citra Sata sebagai anak baik dan ramah," batin Miko alias Sata sambil mendengarkan para warga yang membicarakannya.


***


Tetua Yaguchi pun berjalan ke arena kompetisi, "Perhatian semuanya! Kompetisi Ahli Bela Diri kota Wangshi akan segera dimulai. Saya harap kalian tetap tenang hingga kompetisi ini berakhir agar acara berjalan dengan lancar. Kompetisi ini akan berlangsung selama tiga hari tiga malam. Dimulai dari bapak penyisihan yang akan dilaksanakan hari, babak perempat final diadakan besok, dan lusa adalah babak final," ucap Tetua Yaguchi.


"Seperti biasanya, Tetua yang akan memimpin jalannya Kompetisi Ahli Bela Diri kali ini adalah Tetua Yamahasa dari keluarga Takeda, Tetua Atsushima dari keluarga Himamura, dan Tetua Tachihara dari keluarga Satoru. Lalu, saya sendiri akan menjadi wasit yang mengawasi pertandingan ini," lanjut Tetua Yaguchi dengan lantang.


"Mari kita mulai acara ini! Peserta pertama adalah Sata Yoshihara dan Rio Hirotsu silakan naik ke atas arena," seru Tetua Yamahasa.


"Tetua Atsushima dan Tetua Tachihara! Mari bantu saya membuat 'Formasi Perlindungan' untuk melindungi arena agar serangan yang para peserta gunakan tidak keluar dari arena dan melukai para warga yang menonton kompetisi ini," lanjut Tetua Yamahasa.


"Walau keluarga Hirotsu berada di peringkat empat dari sepuluh keluarga di kota Wangshi, tetapi tuan mudanya ini sangat hebat dalam Ahli Bela Diri. Mari kita lihat, bagaimana bocah kampungan ini menghadapinya," batin Tetua Yamahasa.


"Baru pertandingan pertama saja Sata sudah disuruh naik ke atas arena, lalu lawannya Tuan Muda Hirotsu dari keluarga Hirotsu yang berada di urutan ke empat itu. Sungguh bukan lawan yang mudah," ucap salah satu warga yang menonton pertandingan.

__ADS_1


"Ya, benar itu. Sungguh kasihan lawan pertamanya saja sudah kuat," kata warga lainnya.


"Walau dia merupakan Ahli Peracik tingkat enam, bisa saja ahli bela dirinya tidak sehebat itu," kata warga lainnya lagi.


***


Kemudian, Sata pun naik ke atas arena kompetisi. Begitu pun dengan Tuan Muda Dari Keluarga Hirotsu. Mereka lalu saling berhadapan dan memberi hormat kepada satu sama lain sebelum pertandingan dimulai.


"Silakan mulai pertandingannya!" ucap Tetua Yaguchi yang diiringi bunyi gong tanda pertandingan akan dimulai.


Dungggggggg!


"Mohon bimbingannya Tuan Muda Hirotsu," ucap Sata dengan sopan.


"Hoho! Baiklah, aku akan memulai serangan terlebih dahulu," ucap Tuan Muda Hirotsu.


" 'Teknik Air Mengamuk level tiga' !" teriak Tuan Muda Hirotsu.


Air dalam kapasitas besar pun tiba-tiba muncul di atas arena yang datangnya entah dari mana. Air itu lalu melaju kencang menuju Sata. Sata lalu membuat perlindungan agar tidak terkena serangan teknik tersebut.


" 'Tameng Jiwa' !" teriak Sata.


Tiba-tiba tubuh Sata menghilang dari arena dan hanya menyisakan sebuah kobaran api di tempatnya berdiri. Semua warga yang menyaksikan kejadian ini begitu terkejut melihat Sata yang tiba-tiba menghilang. Tuan Muda Hirotsu pun bersikap waspada mengantisipasi serangan mendadak dari Sata.


"Hiaaa! 'Teknik Api Menari level dua' !" Tiba-tiba Sata muncul dari belakang Tuan Muda Hirotsu. Tuan Muda Hirotsu pun tidak dapat menghindar dari serangan Sata. Ia lalu terlempar beberapa meter di atas arena dari tempatnya berdiri.


Bruuuuug!


"Cih! Teknik apa yang dia gunakan? Aku sama sekali tidak bisa merasakan hawa keberadaan energi petarungnya," gerutu Tuan Muda Hirotsu dalam hatinya.


"Wah hebat sekali Si Sata ini. Hanya dalam sekali serangan bisa menjatuhkan Tuan Muda Hirotsu," ucap salah satu warga.


"Benar itu! Sungguh sangat hebat!" timpal warga lainnya.


"Cih! Dasar orang-orang tidak tahu mengenai Ahli Bela Diri! Si Rio itu belum mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya," batin Tuan Muda Misaki Takeda yang menyaksikan jalannya pertandingan.


"Teknikku yang tadi barulah permulaan! Mari kita serius ke depannya!" seru Tuan Muda Hirotsu.


"Mohon bimbingannya Tuan Muda," sahut Sata sambil tersenyum.

__ADS_1


" 'Teknik Air Menari level tiga' !" teriak Tuan Muda Hirotsu.


Air bercampur angin seperti badai pun menghujam di arena kompetisi. Sata lagi-lagi menggunakan 'Tameng Jiwa' untuk melindungi dirinya dari setiap serangan yang diarahkan kepada dirinya. Tuan Muda Hirotsu pun menatap Sata dengan penuh amarah karena serangannya selalu gagal dan Sata tidak terluka sedikit pun.


"Teknik Ahli Bela Diri seperti apa yang sebenarnya bocah kampungan ini gunakan? Selalu saja serangan hebatku dapat ditahan olehnya," gumam Tuan Muda Hirotsu kesal.


"Kalau begitu sekarang giliran saya, Tuan Muda," ucap Sata sambil tersenyum.


" 'Teknik Api Langit level satu' !" teriak Sata dengan lantang.


Tiba-tiba, percikan api dari atas langit pun berjatuhan bagaikan hujan yang menghujam tanah. Tuan Muda Hirotsu pun berusaha menahan serangan dari Sata menggunakan teknik perlindungan dari elemen air. Namun, ia tidak dapat menahan serangan dari Sata. Ia lalu terjatuh di atas arena kompetisi dalam kondisi terluka yang terlihat cukup parah.


"Wah . . . sungguh hebat sekali Si Sata ini," kata salah satu warga.


"Ya, benar itu! Padahal teknik barusan adalah teknik level satu. Namun, dampaknya bisa sehebat itu," kata warga lainnya.


"Apakah teknik yang dikeluarkan Sata barusan adalah teknik tingkat atas?" kata warga disampingnya.


Tuan Muda Hirotsu yang sedang terbaring di atas arena pun tiba-tiba berdiri kembali dan bermaksud untuk menyerang Sata lagi. Tiba-tiba, Tetua Yaguchi menghampirinya dan menghentikan aksinya tersebut.


"Sudahlah, Nak. Jangan diteruskan!" ucap Tetua Yaguchi.


"Saya putuskan, yang memenangkan pertandingan pertama kali ini adalah Sata Yoshihara!" lanjut Tetua Yaguchi sambil menunjuk Sata menggunakan tangan kanannya.


"Terima kasih atas keputusan bijak dari Tetua," sahut Sata dengan sopan sambil membungkukkan badannya.


***


BERSAMBUNG.....



โ— LIKE๐Ÿ–’ dan tambahkan KOMENTAR๐Ÿ“ฉ agar author rajin update setiap harinya๐Ÿ™


โ— Mohon kritik dan sarannya semua reader๐Ÿ™


โ— Klik FAVORIT โค


โ— VOTE novel ini โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†

__ADS_1


TERIMA KASIH.....๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2