Rewind Love

Rewind Love
CHAPTER 11 : TERULANG KEMBALI?!


__ADS_3

Pada hari ini, aku diperbolehkan untuk berkeliling rumah sakit untuk mencari udara segar. Dokter berkata, tidak baik jika aku selalu berbaring di ranjang. Meskipun masing terdapat infus yang harus kubawa kemanapun, namun aku bersyukur karena pada akhirnya aku dapat berjalan dan melihat-lihat lokasi ini kembali.


Aku berjalan-jalan disekitar taman yang ada di rumah sakit ini. Banyak sekali pasien-pasien yang berada di tempat ini. Mungkin, taman ini adalah tempat terbaik untuk mencari udara segar.


Sebelum aku meneruskan pencarian informasi, aku akan rehat sejenak. Sekali-kali, aku ingin merasakan ketenangan. Meskipun aku akan seorang diri selamanya, aku akan menerimanya. Mengubah masa lalu yang kelam menjadi baik sepertinya adalah suatu hal yang sangat sulit. Semua yang kulakukan justru membuatnya semakin buruk.


"Huft… udara disini segar juga!"


Saat berkata demikian, angin sepoi-sepoi menghembus ke arahku. Membuat hatiku merasa tenang untuk sementara.


"INDRA?!"


Seseorang tiba-tiba memanggil namaku dengan suaranya yang lembut bagaikan sutra. Saat kulihat, seseorang dengan seragam polisi berada di hadapanku. Wanita yang sangat cantik kini menatapku dengan wajah yang tak terduga.


"E-Elena?"


Diriku terkejut-kejut setelah melihatnya berada di depanku. Disaat-saat seperti ini, aku hanya bisa berharap bahwa dialah gadis yang akan menjadi pendamping hidupku.


"Sepertinya, kau masih mengingatku, ya!" ucapnya kepadaku.


"Ya."


Pada saat itu, aku melihat sebuah cincin yang dilapisi emas tertera di jari manisnya. Melihat itu, aku tersenyum tipis kepadanya.


"Sepertinya kau sudah menikah ya?" tanyaku memastikan sambil menatap ke arah cincin yang indah itu.


"Iya, aku sudah menikah dengan seseorang yang aku cintai!" katanya dengan penuh semangat.


Mendengar itu, aku menjadi semakin yakin, bahwa masa lalu telah berubah. Karena pada saat itu, ia berkata bahwa dirinya menyukaiku. Namun sekarang, ia sudah menikah dengan seseorang yang sangat ia cintai.


"Begitu ya… Selamat ya!" kataku sambil tersenyum lebar kepadanya.


"Terima kasih! Aku tidak percaya bisa melihatmu tersenyum seperti itu kembali."


"Ya. Aku juga tidak percaya bisa melihatmu lagi."

__ADS_1


Setelah percakapan singkat itu, seorang perawat datang kepadaku sambil menyuruhku untuk kembali ke ruanganku karena akan dilaksanakan pemeriksaan terhadap kondisiku saat ini.


"Kalau begitu, aku pergi dulu ya, Elena!" seruku sambil berjalan membelakangi dirinya.


"T-Tunggu!" teriak Elena dari kejauhan.


"..."


Mendengar itu, aku langsung berbalik ke arahnya tanpa berpikir panjang. Kemudian aku bertanya kepadanya, "Ada apa?"


"Minggu depan, akan ada acara di rumahku! Aku dan suamiku akan mengadakan perjamuan kecil. Kau bisa menganggapnya sebagai reuni. Karena, terdapat beberapa orang yang kuundang adalah alumni dari sekolah kita dulu! Jadi, jika kau sudah sembuh, bisakah kau ikut?"


Sambil tersenyum tipis kepadanya, aku berkata, "Tentu saja."


Setelah itu, aku meninggalkannya sendirian di taman itu. Aku harus bergegas untuk pergi ke ruanganku. Mungkin saja, dokter telah menungguku.


Disaat aku sedang menyusuri lorong-lorong di rumah sakit itu, aku jadi teringat akan dirinya. Ternyata, Elena telah menikah dengan seseorang tanpa paksaan sedikitpun. Aku tak menyangka bahwa masa lalu akan berubah sangat drastis hanya karena aku dekat dengannya. Sungguh tak terbayangkan, jika aku melakukan sesuatu yang lebih gila lagi. Mungkin, masa depan akan rusak hanya karena percintaan remaja.


Kalau begitu, aku harus lebih berhati-hati dengan semua itu. Semoga saja, aku tidak melakukan perjalanan waktu kembali.


"Sepertinya, kau sudah pulih. Aku tidak percaya ada orang yang bisa pulih dengan secepat dirimu. Besok, kamu sudah boleh keluar dari rumah sakit ini!" ujar dokter itu.


"Baiklah, Dok!"


"Kalau begitu, kau istirahatlah terlebih dahulu. Supaya besok bisa kembali dengan kondisi tubuh yang maksimal!" jelasnya.


Setelah berkata demikian, ia meninggalkan ruanganku untuk melakukan pemeriksaan kepada pasien yang lainnya. Namun, perawat itu masih berdiri di pintu masuk sambil menulis sesuatu di berkas yang ia bawa.


"Hei, kenapa kau masih disini?" tanyaku.


"Ah! Aku akan menjagamu sampai sembuh. Jadi, kau bisa beristirahat dengan tenang." katanya sambil berjalan ke arah tempat duduk yang berada di dekat kasurku.


"Begitu."


Diriku mencoba perlahan-lahan menutup mata. Karena dokter itu memerintahkanku untuk beristirahat, maka aku akan melakukannya. Tubuhku juga masih sangat lemas, jadi aku memutuskan untuk tertidur sejenak.

__ADS_1


Perawat itu kemudian berdiri, dan mendekat ke arah kantong infus. Sepertinya, ia ingin memeriksa atau semacamnya kepada kantong itu.


Disaat aku ingin memejamkan mataku, aku terkejut mendapati seekor burung berwarna putih tiba-tiba masuk melalui jendela dan melekat pada ujung kasurku.


~ Burung ini sama seperti yang waktu itu? Apakah ini pertanda bahwa aku akan kembali ke masa lalu? Tapi, apa penyebabnya?


"Bukankah kau sudah berjanji untuk membuatku menyukaimu lebih daripada dia?"


Secara tiba-tiba, perawat itu berkata demikian sambil tersenyum lebar dengan sedikit air mata yang mulai mengalir dari matanya.


"Janji? Sialan, apakah kau Vera?!" tanyaku membentak.


"Hahaha! Aku memalsukan namaku untuk masuk ke rumah sakit ini, karena kudengar kau dirawat di rumah sakit ini. Indra, aku tak menyangka kau masih hidup. Jika kau mati mungkin kau akan pergi ke dunia lain. Dunia dimana aku masih mencintai Ryan. Jika demikian, tolong buatlah aku mencintaimu!" serunya.


Pandanganku lama-kelamaan mulai buram. Sebenarnya, apa yang ia masukkan ke kantong infus ku?!


Sialan kau Vera! Padahal aku sudah berhasil untuk membuat Elena bahagia. Namun, kau kembali mengacaukan semuanya!


Apakah aku akan kembali ke masa lalu? Sejujurnya, aku tidak terlalu mengerti mengapa aku bisa melakukan perjalanan waktu. Namun yang pasti, aku tahu bahwa tanda-tanda sebelum aku melakukan perjalanan waktu adalah burung putih itu!


Tidak apa-apa, aku akan mencoba sekali lagi. Semoga saja, semua bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan sedikitpun. Aku tidak ingin hanya karena sedikit drama, membuat masa depan menjadi berantakan. Aku harus lebih berhati-hati lagi dalam menanggapi hal ini!


Kalau begitu, aku akan berjuang sekali lagi!!


Setelah beberapa lama memejamkan mata, aku terbangun di sebuah tempat asing dengan seorang gadis cantik sedang tertidur di sampingku, lebih tepatnya tubuhnya berada di bangku sementara wajahnya berada di kasurku.


"E-Elena?!"


Baru kali ini aku melihatnya tertidur. Jika dilihat-lihat lagi, dirinya tidak hanya cantik, namun sangat imut! Wajah tertidurnya itu sangat elegan, seperti sedang memandangi langit yang penuh bintang.


Pada saat aku melihat ke arahnya secara terus-terusan, ia akhirnya bangun dari tidurnya.


Sambil melihat ke arahku, ia bergerak ke arahku, kemudian memelukku dengan erat sambil berteriak, "Akhirnya kau sadar, Indra!!"


~ BERSAMBUNG ~

__ADS_1


__ADS_2