Rewind Love

Rewind Love
CHAPTER 02 : PERTEMUAN TAKDIR


__ADS_3

"Elena Christine? Jadi, itu namamu?"


Setelah mengetahui nama dari gadis yang membuatku kembali ke masa lalu, aku sedikit lega dengan itu. Seakan, semua pemikiran aneh yang memenuhi otakku hilang seketika. Semuanya kembali seperti normal.


"Benar, jadi apakah aku juga bisa mengetahui namamu?"


"Tentu, namaku Indra Christian! Sepertinya, nama belakang kita hampir mirip."


"Sepertinya begitu… lalu, kenapa kau tiba-tiba menanyakan namaku?"


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat. Apakah kau keberatan?"


Elena tersenyum tipis kepadaku, sambil menjawab dengan suara kecil, "Tidak juga, justru aku senang dapat berbicara denganmu."


Kring… kring… kring…


Pada saat kami sedang berbincang dengan asyiknya. Bunyi bel masuk mulai menggema hingga penjuru sekolah. Itu adalah pertanda bahwa para siswa diwajibkan untuk pergi ke kelasnya masing-masing.


Kami mulai berpamitan satu sama lain untuk kembali ke kelas kami.


"Baiklah, aku pergi dulu ya!" Elena menyahut sambil melambaikan tangannya dan mulai berjalan menjauh dariku.


"Tentu."


Setelah kata itu diucapkan, perbincangan kami pun berakhir. Segeralah aku pergi masuk ke dalam kelas untuk bersiap-siap sebelum guru datang menyambut. Semua gadis yang sedang makan di luar kelas, memandangi diriku seolah tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Khususnya Vera yang tak percaya bahwa orang sepertiku bisa berbincang dengan gadis paling populer di sekolah. Vera menganggap bahwa itu adalah bentuk belas kasihan dari Elena dan berpura-pura bersikap baik kepadanya agar citranya tidak rusak.


Teman-temanku juga tidak percaya dengan apa yang mereka lihat itu. Karena dari yang mereka ketahui, aku tidak akan berani menyapa seorang gadis yang terkenal karena kecantikannya. Namun pada saat ini, aku dapat melakukan itu. Tentu saja, semua orang yang mengetahui hal itu pasti akan terkejut melihatku berlaku demikian.


Beberapa setelah semua siswa masuk ke dalam kelas, guru yang mengajar telah sampai di depan pintu kelas.


Pelajaran seperti hari-hari biasa pun dimulai. Semua siswa mulai masuk ke dalam pelajaran yang diajarkan oleh guru itu. Ada beberapa siswa yang mencoba untuk memahami pelajarannya, dan ada beberapa siswa pula yang hanya bermain-main serta berbincang dengan temannya. Bahkan, ada yang hampir tertidur di kelas seperti diriku tadi.

__ADS_1


Semua itu terjadi hingga pelajaran di jam terakhir telah usai.


Kring… kring… kring…


Pada akhirnya, setelah menunggu selama beberapa jam. Sekolah pun berakhir di sore hari.


Semua siswa mulai berkeliaran ke luar kelas dan mulai berjalan menuju ke luar sekolah. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang masih berada di sekitar sekolahan karena urusan tertentu.


Aku dan teman-temanku memutuskan untuk pergi ke suatu tempat terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.


"Bagaimana kalau kita pergi ke restoran dekat taman yang baru dibangun itu? Vera dan teman-temannya juga akan pergi ke sana." Ryan menyela sambil memberikan saran.


"Baiklah, ayo kita pergi! Bagaimana dengan kau, Indra? Kau pasti akan ikut, bukan? Lagipula, Vera akan ikut dengan kita! Ini adalah kesempatanmu untuk mendekatinya!" Bayu menawari.


"Ya, aku akan ikut. Aku ingin bersenang-senang dengan kalian." ucap diriku kepada mereka.


"Halah, bilang saja kau ingin bertemu dengan Vera." ejek Bayu.


Kami bersiap-siap untuk pergi ke sana. Ryan mengajak Vera dan teman-temannya untuk pergi ke restoran itu bersama. Namun, terdapat salah seorang dari mereka yang menolak tawaran tersebut. Walaupun pada akhirnya, dirinya dipaksa oleh Vera untuk ikut dengan kami.


Segeralah kami bergegas menuju ke restoran itu. Dengan menggunakan kendaraan umum, kami sampai dengan cukup cepat. Tiada hambatan pada saat kami berada di perjalanan. Kami sampai dengan cukup cepat.


Sesampainya di restoran yang megah itu, kami terpesona akan keanggunan dari tempat itu. Semua pelanggan terlihat menikmati makanannya.


Tak lama berpikir, kami masuk ke dalam restoran itu secara bersamaan. Pesona yang ditampilkan oleh para pelayan di sana, juga membuat kami terpana. Semua sangat sempurna! Aku tidak akan bisa membayangkan jika diriku yang akan berlaku demikian. Para pelayan itu sangat elegan dan mewah. Aura yang mereka pancarkan benar-benar seperti seorang konduktor musik yang sedang mengayun-ayunkan tongkatnya dengan anggun.


Mereka datang kepada kami untuk memberikan menu pesanan kepada kami semua. Selagi kami membaca menu itu, pelayan itu menunggu kami dengan sabarnya.


"Ryan, kau pesan apa?" Vera memulai pembicaraan.


"Sepertinya aku akan memesan mie goreng." Ryan menjawab.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku juga akan memesan mie goreng. Kalian berdua ingin memesan apa?" Vera bertanya kepada teman-teman perempuannya.


"Aku, aku! Aku akan memesan nasi goreng!" teriak salah satu temannya.


Gadis yang sangat bersemangat itu, merupakan teman Vera yang selalu ada di sampingnya. Mereka berkenalan sejak pertama kali masuk sekolah di masa remaja ini. Pada awalnya, mereka tidaklah terlalu akrab, namun setelah beberapa bulan, mereka mulai mengakrabkan dirinya masing-masing.


Gadis itu bernama Teresa Arawinda. Walaupun parasnya tidak terlalu cantik, namun keimutan dari dirinya bisa dibilang setara dengan keimutan Vera. Rambut menawan yang diikat kebelakang menjadi ciri khas dari gadis itu.


"Kalau begitu, aku juga akan memesan nasi goreng!" Bayu menyaut sambil mengangkat salah satu tangannya ke atas.


"Oke, bagaimana denganmu, Indra?" Ryan bertanya.


"Aku-"


Sebelum aku memesan makanan yang akan kupesan, gadis yang tadi tidak ingin ikut bersama kami mulai berbicara, "Aku hanya akan memesan jus jeruk. Aku tidak terlalu lapar."


"Kalau begitu, aku juga hanya akan memesan jus jeruk saja." kataku sambil menunjuk gambar jus jeruk pada menu yang tertera.


"Emm… kau tidak ingin makan?" Bayu menawari.


"Tidak, lagipula aku kesini hanya karena ingin berkumpul bersama kalian lagi." ucapku sambil menatap mata Bayu.


"B-Begitu, baiklah!"


Setelah selesai berbincang dan berdiskusi tentang makanan yang akan kami pesan, pelayan itu berjalan ke arah kami dan menyiapkan secarik kertas untuk menulis pesanan kami. Bayu dan Ryan mulai mengatakan semua yang akan kami pesan. Tiada yang protes tentang aku dengan gadis itu yang hanya memesan jus jeruk selain Bayu. Yah, lagi pula tujuan utamaku ikut dengan mereka hanya karena ingin menikmati masa-masa remajaku kembali.


"Baiklah, ditunggu pesanannya ya!" ucap pelayan itu sambil meninggalkan kami dan berjalan menuju dapur.


Selagi menunggu pesanan, kami bertanya-tanya tentang kehidupan pribadi masing-masing dari kami.


"Hei Vera, apakah kau menyukai Indra?"

__ADS_1


~ BERSAMBUNG ~


__ADS_2