Rewind Love

Rewind Love
CHAPTER 05 : PENDAFTARAN OSIS


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian itu…


"Baik anak-anak, bagi kalian yang belum mengikuti ekstrakurikuler apapun, diwajibkan untuk mengikuti ekstrakurikuler yang ada!" Guru yang mengajar pada saat itu, memberitahu.


Para siswa yang belum bergabung dengan ekstrakurikuler apapun langsung bertegur kata satu dengan yang lain. Mereka membicarakan tentang ekstrakurikuler apa yang akan mereka ikuti. Kebanyakan laki-laki pasti akan memilih untuk mengikuti ekstrakurikuler sepak bola. Sementara yang perempuan, akan memilih ekstrakurikuler dance. Siswa dapat memilih ekstrakurikuler hingga petang nanti.


Aku masih berpikir untuk masuk ekstrakurikuler apa. Tiada ekstrakurikuler yang menarik untuk dikunjungi. Jika aku mengikuti kata hatiku di masa ini, aku juga pasti akan mengikuti ekstrakurikuler sepak bola. Namun, aku tidak gemar lagi akan permainan sepak bola. Jadi, pada saat ini, aku bingung dengan semua pilihan yang ada.


~Mungkin, aku tidak akan memilih ekstrakurikuler apapun di sekolah ini.


Disaat aku sedang berkeliling untuk mencari ekstrakurikuler yang cocok denganku. Aku sampai di papan pengumuman yang terdapat di dekat ruang informasi. Aku mencoba untuk melihat-lihat apa yang ada di situ.


Hmm… pendaftaran calon ketua dan wakil osis? Apakah aku harus menjadi osis? Sejujurnya aku tidak ingin terlibat dengan itu. Tetapi, tidak ada satupun ekstrakurikuler yang ingin ku ikuti. Mungkin, aku akan mendaftar sebagai OSIS di sekolah ini.


Pada saat aku berpikir demikian, seseorang tiba-tiba menabrakku dengan pelan. Sepertinya orang itu juga ingin melihat papan pengumuman. Seorang gadis cantik yang tidak terlihat asing bagiku.


"Ternyata kau, Indra." ucap gadis itu.


"Apakah kau belum memutuskan ingin ikut ekstrakurikuler apa, Elena?"


"Yah. Sebenarnya, aku ingin mencalonkan diri menjadi ketua osis. Namun, aku belum mencari orang yang ingin menjadi wakilnya."


"Begitu… Bagaimana jika aku yang menjadi wakilnya. Lagipula, aku tidak tahu ingin mengikuti ekstrakurikuler apa."


"Eh? Kau tidak keberatan? Aku tidak menjamin kita akan menang."


"Tidak apa-apa, aku yakin kau akan menang."


"Kalau begitu, baiklah! Kau boleh menjadi wakilku!"


Setelah berkata demikian, ia langsung mengajakku untuk mengambil formulir pendaftaran calon ketua dan wakil OSIS yang baru. Lebih tepatnya, kita dapat mengambil formulir tersebut di ruang OSIS itu sendiri.


Disana terdapat seorang pria dan wanita yang sedang menunggu kedatangan seseorang untuk mengambil formulir tersebut. Saat kami datang menghampiri mereka, wajah dari mereka berdua terlihat bahagia karena ada orang yang ingin mencalonkan dirinya.


"Selamat datang! Apakah kalian ingin mendaftarkan diri sebagai calon ketua dan wakil osis periode ini?" tanya salah seorang dari mereka.

__ADS_1


"Tentu saja! Bisakah saya mengisi formulirnya?" Elena bertanya balik.


"Tentu!"


Kakak-kakak itu segera memberikan formulir tersebut kepada kami. Elena segera mengisikan formulir di kertas itu.


"Oh iya, ngomong-ngomong, siapa nama lengkapmu? Aku melupakannya." Elena bertanya memastikan.


"Ah, namaku Indra Christian."


"Baik."


Kemudian, Elena melanjutkan untuk mengisi formulir tersebut. Dengan waktu yang cukup lama, ia berhasil menyelesaikannya. Segeralah ia mengumpulkan formulir itu kembali kepada kakak-kakak yang menjaga di situ.


"Terima kasih!" sorak seluruh anggota OSIS yang berada di sana.


"Sama-sama." Elena membalas.


Setelah mendaftarkan diri sebagai calon ketua dan wakil osis periode ini. Kami berkeliling sekolah sejenak, sambil menunggu jam istirahat berakhir. Kami berjalan kaki menuju ke arah lapangan untuk mencari udara segar. Tidak ada seorangpun di sana, karena para siswa sedang berebut makanan di kantin, serta sedang menikmati makanannya.


Selagi kami sedang berduaan, aku mencoba untuk mengetahui semua hal yang disukainya. Mungkin dengan hal itu, aku dapat mengenal Elena lebih dalam lagi. Aku penasaran dengan apa yang membuatnya menyukaiku pada waktu itu. Orang berlomba-lomba untuk menjauhi diriku, namun tidak dengan dirinya. Cukup aneh, namun begitulah kenyataannya.


"Tentu saja, tanyakan apapun padaku."


"Bagaimana tipe laki-laki kesukaanmu?"


Mendengar itu, Elena terkejut dengan wajah yang memerah. Sebab, yang kutanyakan pasti berhubungan dengan ingin menjadi lelaki idamannya. Namun, aku mengatakan itu dengan nada biasa. Jadi, itu tidak akan menimbulkan kesalahpahaman yang mendalam. Meski demikian, Elena tetap malu untuk mengungkapkannya.


"K-Kenapa kau tiba-tiba bertanya begitu?"


"Tidak apa-apa, aku hanya penasaran saja."


"K-Kalau begitu, aku menyukai pria yang-"


Kring… Kring…

__ADS_1


Namun, disaat pembicaraan sedang memanas, bel sekolah mulai menggema hingga ke penjuru sekolah. Kami menghentikan pembicaraan kami mengenai hal itu, dan mulai berjalan ke arah kelas.


"Aku pergi dahulu!" ucap Elena sambil melambaikan tangannya dan bergegas meninggalkan tempat itu.


"B-Baiklah."


Mendengar bel yang sudah berbunyi, aku bergegas menuju ke kelas sebelum guru yang mengajar sampai di kelas terlebih dahulu. Kelasku tidak jauh dari lapangan tempat dimana aku berada. Hanya dengan beberapa meter saja, aku dapat sampai dengan cepat. Tidak membutuhkan waktu lama untuk masuk kembali ke dalam kelas.


Guru yang membimbing siswa pada saat itu, kebetulan masuk setelah diriku masuk ke dalam kelas. Sungguh, tepat waktunya. Aku berhasil sampai sebelum terlambat.


~ Bisa gawat kalau aku terlambat, karena guru yang mengajar adalah seorang guru yang paling ditakuti satu sekolah.


Sama seperti biasanya, aku mengikuti pelajaran dengan baik. Walaupun aku sedikit mengantuk saat guru itu mengajar. Namun aku berhasil melaluinya tanpa dimarahi oleh sang guru tersebut.


Lucunya, Bayu terkena marah karena tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan oleh guru itu. Ia dimarahi habis-habisan di depan kelas. Aku tidak bisa berhenti tersenyum dan tertawa tipis saat melihatnya diperlakukan demikian.


Kring… Kring… Kring…


Sekolah berakhir dengan hari yang menyenangkan. Tidak ada hal yang menjengkelkan terjadi di hari ini.


~ Menikmati hari-hari yang normal itu sungguh sulit ya!


Pada saat lonceng berbunyi, para siswa menjadi senang karena dapat menjalani hari yang terbilang seram ini. Hari ini merupakan hari dimana semua guru yang mengajar di kelas kita adalah kumpulan guru yang mengerikan. Tidak ada seorangpun di kelasku yang menyukai hari ini. Mereka langsung pergi ke rumah mereka masing-masing.


Tidak terkecuali denganku, aku juga ingin pulang ke rumah. Saat aku sedang bersiap untuk pulang, seseorang menghampiriku.


"Hei, Indra! Maukah kau menemaniku untuk pergi membeli makanan di luar sekolah?" katanya sambil melambaikan tangannya dan mendekat ke arahku.


"Ternyata kau, Kirana. Kenapa kau tidak makan di rumah saja?"


"Yah, sekali-kali aku ingin pergi membeli makanan yang ada di luar sekolah kita ini. Katanya makanannya sangat enak. Aku jadi ingin mencicipinya!"


"Baiklah aku akan menemanimu."


Setelah percakapan singkat itu, kami segera berangkat menuju ke tempat dimana kami ingin pergi membeli makanan.

__ADS_1


Pada saat hampir sampai di tempat itu, sungguh terkejutlah aku melihat Elena yang memandangi kami dari kejauhan dengan tatapan tajam. Elena segera menghampiri kami seraya bertanya, "Indra, apakah gadis ini adalah pacarmu?" katanya dengan senyum tipis yang mengerikan.


~ BERSAMBUNG ~


__ADS_2