
Hari baru telah dimulai-!! Pagi yang cerah membuatku bersemangat untuk menjalani kehidupan hari ini. Deru angin yang menembus jendela kamarku, membuatku terbangun dari tidur senyapku.
Dengan penuh semangat yang membara, aku membuka pintu kamarku dan bergegas untuk mandi serta menyiapkan barang-barangku sebelum berangkat menuju sekolah.
Hanya perlu beberapa saat untuk melakukan semua kegiatan yang membosankan itu. Terlebih lagi, aku hanya memerlukan waktu kira-kira sepuluh menit saja. Pasca kegiatan tersebut, aku segera pergi ke dapur untuk menyantap sarapan.
Kala berada di dapur, diriku spontan terkejut melihat gadis manis sedang berada di depan penggorengan, dengan pakaian sekolah di dalamnya serta celemek di bagian luar.
Pada saat itu, diriku benar-benar lupa…
Bahwa, aku memiliki seorang adik?!
Disaat aku sedang berjalan menuju tempat makan, adikku melihat kemari dan berkata, "Ah, kau sudah bangun ya?"
Meski ucapnya terlihat sangat imut, namun nadanya benar-benar dingin. Begitupula wajahnya yang tampak begitu biasa setelah melihatku.
Namun, aku tidak terlalu memedulikan semua ucapan yang dilontarkan olehnya. Aku hanya mencoba untuk mengambil piring yang berada tepat di sebelah penggorengan.
Tak sengaja, bahuku berbenturan dengan bahu adikku. Dirinya spontan menjatuhkan spatula yang berada di tangannya. Entah mengapa disaat aku melihat wajahnya, terlihat memerah merona bagaikan bunga mawar yang dirawat dengan baik.
Tak selang lama dari kejadian tersebut, adikku segera melancarkan pukulannya ke arahku hingga diriku terhempas mengenai dinding.
"Kenapa kau memukulku, Rita!!" teriakku kesal.
Rita Candramaya adalah nama dari adikku yang kekuatannya bahkan melampaui diriku. Benar-benar sangat mengerikan-!!
"Tidak apa-apa, hanya sedikit kesal saja!!" lirihnya sambil memalingkan pandangannya.
"Cih! Baiklah-baiklah, aku akan lekas makan dan segera pergi dari rumah!"
"Ya-ya! Cepatlah pergi! Kalau bisa jangan pernah kembali!!"
Dengan demikian, aku segera menyelesaikan sarapanku dan bergegas menuju keluar rumah. Karena sekolahku tidak jauh dari rumah, maka aku memutuskan untuk memakai sepeda sebagai kendaraan yang akan aku naiki.
Selagi aku mengendarai sepedaku, aku melihat beberapa kendaraan yang lalu-lalang dengan disertai deru angin yang datang daripadanya hingga menerpa wajahku.
Sungguh suasana yang sangat menyejukkan. Entah kenapa, aku merasakan suatu hal baik akan terjadi hari ini–!!
Beberapa lama kemudian, aku sampai di sekolah tepat pada masanya. Pasca memarkirkan sepeda di belakang gedung sekolah, aku bergegas menuju kelas, sebelum bel masuk berbunyi.
Pada saat aku tengah berjalan melalui lorong yang cukup ramai, tak sengaja aku menyenggol bahu dari seorang gadis yang sedang lewat di sampingku.
__ADS_1
Karena merasa bersalah, aku memutuskan untuk meminta permohonan maaf kepadanya dengan berucap, "Maafkan aku telah menyenggol bahumu!"
Namun, dikala gadis itu membalikkan badannya dan melihat ke arahku, wajahnya terlihat cukup menakutkan dengan disertai sebuah tindik di telinganya.
"HAH?! Kau berani menentangku?!" seru gadis tersebut.
Dengan tatapan tajam, dirinya melangkah menuju ke arahku dengan kepalan tangan yang cukup kuat. Dirinya melayangkan pukulannya dengan kecepatan yang bahkan mataku tak dapat melihatnya.
Sepertinya, aku benar-benar akan terkena pukulan yang keras itu!!
Namun sepertinya takdir berkata lain…
Seseorang dari belakang punggungku menahan pukulannya hanya dengan menggunakan telapak tangan yang terbuka.
Seseorang yang tak terasa asing bagiku…
Dengan tubuhnya yang ramping, dengan mulut yang terisi dengan sebuah permen lolipop, membuatku teringat akan suatu kejadian. Pertemuanku dengan dirinya!
"K-Kirana?!"
Dari apa yang tengah kulihat, Kirana terlihat seperti gadis keren dengan permen lolipop di mulutnya, disertai dengan rambut pendeknya yang mendukung aksi heroiknya.
"S-Sialan! Siapa kau?!" kesal gadis yang hampir saja memukulku.
"Cih! Dia baru saja menantangku berkelahi, dasar b*rengsek!"
"Hmm–?! Sebelumnya bisakah kau beritahukan namamu?" tanyaku mencoba untuk mencari jalan pintas untuk keluar dari masalah sepele ini.
"Kenapa aku harus memberitahukannya kepadamu? Cih! Baiklah… Namaku, Adiratna Melati!"
"Ah, sepertinya aku mengenalmu! Kau adalah Ratna, bukan? Siswi paling b*rengsek di sekolah?" Kirana menyaut.
"Sialan! Jangan sebut aku begitu! Sudahlah, aku ada urusan! Sebaiknya kalian jaga diri sebelum aku menghabisi kalian!" Ratna menggerutu.
Setelah suasana yang cukup menegangkan itu berakhir, Ratna mulai meninggalkan kami berdua dan pergi ke arah pintu belakang gedung. Sepertinya aku tahu dia ingin melakukan apa….
Benar, dia akan membolos!
Karena diriku tidak terlalu memedulikan hal tersebut, aku memutuskan untuk berjalan menuju kelas bersama dengan Kirana. Walaupun pada akhirnya kami akan berpisah karena perbedaan kelas diantara kami, tetapi tetap saja yang namanya sahabat tentu akan berjalan menuju kelas bersama-sama.
Selama perjalanan, tepatnya pada saat berada di depan pintu ruang musik, seseorang muncul dari dalam ruangan tersebut. Sepertinya, dia sedang mengurus sesuatu yang berhubungan dengan banyaknya kertas pada tangannya.
__ADS_1
"Elena? Ternyata kau? Bisakah aku membantumu?" tanyaku.
Namun anehnya, dia seperti mengabaikanku dan berjalan melewati kami dengan pandangan seolah-olah tidak teringin untuk melihatku. Sungguh mengejutkan sekali, padahal baru kemarin aku berbicara normal dengannya.
Apa yang terjadi dengannya?
"Hahaha! Baru kali ini aku melihat gadis itu mengabaikanmu. Sepertinya dia marah akan sesuatu yang terjadi padamu saat ini," ucapnya dengan tawa tipis di wajahnya.
"Diamlah!"
Tetapi setelah dipikir-pikir kembali…. Apakah dia sudah mengetahui bahwa aku sedang berpacaran dengan Vera? Tetapi bagaimana dia bisa tahu? Apakah seseorang membocorkan semua informasi tersebut. Namun yang aku tahu, hanya ada satu orang yang mengetahui semua kejadian kemarin!
Kirana, kau kah itu?
Sejujurnya, aku tidak ingin mencurigai sahabatku sendiri. Namun, satu-satunya orang yang tahu bahwa aku dekat dengan Elena, dan orang yang mengetahui bahwa aku berpacaran dengan Vera, hanya dirinya seorang.
~ Apakah itu benar-benar kau, Kirana?!
"Kirana, aku ingin bertanya satu hal penting kepadamu, tolong dijawab dengan serius!" ungkapku dengan tatapan kosong.
"Tidak, aku tidak menyebarkannya!" serunya.
Perkataannya barusan seolah-olah ia sudah mengetahui bahwa aku akan bertanya mengenai hal tersebut.
"B-Bagaimana kau tahu aku akan bertanya mengenai dirimu yang menyebarkan semua informasi kemarin?" tanyaku kebingungan.
"Yah, mungkin karena aku sangat genius?" ejeknya.
"Dasar! Aku lebih pintar darimu, kau tahu!" kesalku.
"Hahaha! Itu tidak mungkin! Sudahlah, ayo kita ke kelas!" Kirana menyarankan.
"Baiklah!"
Pasca percakapan singkat itu, kami bergegas untuk menuju kelas kami masing-masing. Sebab, bel masuk sepertinya telah berbunyi nyaring, pertanda bahwa pelajaran akan segera dimulai.
Sesungguhnya, aku tidak dapat mengikuti semua pelajaran yang tengah diajarkan, namun karena aku telah berpengalaman dalam bidang pekerjaan, aku masih dapat menjawab beberapa pertanyaan dengan baik.
Di tengah pelajaran, aku masih terpikirkan akan sikap Elena yang begitu aneh. Apakah dia benar-benar telah mengetahui semua kejadian kemarin?
~ Tetapi, jika bukan Kirana, siapa yang memberikannya informasi tersebut?!
__ADS_1
Elena, sebenarnya ada apa denganmu?!
~ BERSAMBUNG ~