Romansa Cinta

Romansa Cinta
Bab. 10


__ADS_3

Meski memakai topeng namun pesona yang di keluarkan oleh Rong Yan begitu memukau dan sangat sulit untuk di lupakan. Terlebih oleh Luo Sun yang saat ini ternganga melihat karya nya sendiri.


Ia menatap dari atas hingga bawah memastikan bahwa yang memakai karyanya adalah Rong Yan, meski ia tidak menyukai karyanya di pakai oleh Rong Yan namun ia tetap memberikan acungan jempol kepada Rong Yan. Bagaimanapun ini memang sesuai apa yang ia inginkan. Aura dan pesona nya sangat sesuai dengan yang ingin di tonjolkan oleh pakaian tersebut.


Berbeda dengan orang lain, kini Rong Sen terbelalak dan memelotoi Wong Feng yang tengah duduk di sampingnya. Meski Wong Feng tidak mengetahui siapa yang ada di panggung saat ini namun bagaimana bisa Rong Sen tidak mengetahui siapa yang ada di panggung saat ini.


Dengan kuat ia mencengkeram jari – jarinya hingga kuku – kuku jarinya menancap ke telapak tangannya dengan kencang.


Ia menatap penuh kebencian kepada orang yang ada dihadapan mereka saat ini. Jika pandangannya bisa membunuh tentu Rong Yan kini telah tercabik – cabik dan mati beberapa kali.


Ia begitu benci , sangat membenci Rong Yan yang saat ini tampil. Kedua matanya panas, antara amarah yang memuncak dan juga iri yang terlihat jelas di kedua matanya.


“Bagaimana bisa dia yang memakai gaun tersebut?”, teriaknya di dalam hati.


”Sayang, siapa yang saat ini ada di panggung?”, tanya Wong Feng dari sampingnya.


Rong Sen pun terkesiap mendengar pertanyaan tersebut. ”Tunggu dulu,, bukankah Rong Yan kini telah hancur citranya. Apa jadinya ketika orang – orang mengetahui bahwa yang memakai pakaian itu adalah Rong Yan?”, sebersit pemikiran liar pun terlintas di benak Rong Sen dibarengi oleh seulas senyum licik yang terpampang disana.


Para penyiar dan wartawan pun sibuk mengambil foto untuk mendokumentasikan hal indah yang ada di hadapannya.


“Wah,, model darimana ini?”. Ucap salah satu wartawan


“Benar – benar luar biasa, kaki jenjang yang indah di padukan dengan gaun yang begitu mempesona yang semakin menunjang penampilannya”. , Sambut wartawan yang lain


“Ia memakai topeng. Apakah ini adalah model yang baru di rekrut oleh HJ untuk membuat penasaran orang – orang?”, kembali terdengar sahutan dari wartawan yang satunya.


“HJ memang layak menjadi perusahaan yang besar. Lihat saja cara mereka memilih artis dan model, benar – benar tidak main – main”. Kembali terdengar wartawan lain menyahut dan mengangguk tanda setuju dengan perkataan tersebut.

__ADS_1


Berbagai desas desus dari wartawan pun terdengar. Penampilan Rong Yan memang mengundang decak kagum mereka. Namun berbeda dengan yang dirasakan oleh Rong Sen. Ia begitu menahan amarah saat ini seakan ia akan meledak mendengar decak kagum yang di ucapkan oleh orang – orang di sekitarnya.


Entah keberanian dari mana akhirnya Rong Sen beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke atas panggung lalu menarik topeng yang di pakai oleh Rong Yan saat ini.


“Praaaakk”, suara topeng di lempar pun terdengar.


Selang beberapa detik pun ruangan terasa sunyi, namun setelah beberapa detik setelahnya kegaduhan pun terdengar dan merayap di seluruh ruangan.


“Jadi dia adalah Rong Yan”, ucap wartawan.


“Astaga,, aku benar – benar tidak menyangka bahwa itu adalah Rong Yan”.


“Bukankah yang dikatakan oleh HJ adalah model papan atas, mengapa Rong Yan ada disini dan lagi memakai gaun yang di desain oleh Tuan Luo Sun”, sambung wartawan yang lain.


“Mungkinkah Rong Yan sudah gila, karena telah kehilangan citranya ia memaksakan dirinya untuk tampil kali ini?”, tanya wartawan yang lain.


“Ingin mencoba melambung? Tidak ! Di kehidupan ini kau hanya pantas menjadi pijakanku!”, ucap Rong Sen dalam hati.


Saat ini Wong Feng pun baru merespon, ia dengan cepat berjalan ke atas panggung dan mencoba untuk meredakan desas – desus yang terdengar.


“Sebelumnya mohon maaf atas kesalahpahaman ini. Sejujurnya saya juga kaget bahwa yang tampil saat ini adalah Rong Yan. Meski begitu, saya selaku presdir HJ tidak mengetahui hal ini sama sekali”, Wong Feng pun buru – buru menarik diri dan mengatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam hal ini.


“Heh ! Benar – benar langsung mencuci tangan”, ucap Rong Yan dalam hati.


“,, berarti ini adalah kemauan dan atas inisiatif Rong Yan sendiri?”.


“Benar – benar tidak punya malu”, ucap wartawan yang lain.

__ADS_1


“Jadi dia memakai dan menunjuk diri sendiri untuk menjadi seorang model. Apakah ia tahu bahwa dirinya sudah bukan lagi seorang model papan atas?”, ucap wartawan yang lain.


Wong Feng pun tidak berbuat apa – apa, jangankan membela Rong Yan, ia bahkan tidak ragu untuk membuangnya dan menjatuhkannya ke lumpur. Rong Yan kini hanya tersenyum pahit melihat Wong Feng yang berdiri di sisi Rong Sen seakan hanya ikut melihat dirinya yang tengah di ejek dan di caci oleh ratusan orang.


Lalu ketika ruangan saat ini tengah gaduh suara seorang pria pun terdengar memecah kegaduhan yang ada.


”Aku yang memilihnya”, ketika mendengar suara tersebut orang – orang pun langsung menoleh ke sumber suara tersebut.


Suara tersebut berasal dari Luo Sun yang kini tengah berjalan mendekati Rong Yan dan berdiri di sisi Rong Yan sembari membawa segelas air anggur.


Dengan menggoyang – goyangkan gelasnya ia berkata dan melihat ke sekeliling.


“Jadi yang memilih nya adalah Tuan Luo Sun sendiri?”, ucap salah seorang.


“Benar – benar sulit di percaya”. Sahut yang lain.


”Selama ini Tuan Luo Sun tidak pernah membela terang – terangan seorang artis atau model, tapi apa ini?”, ucap yang lain.


Lalu sebuah pertanyaan pun tertuju ke Luo Sun, “HJ memiliki banyak model papan atas. Tentu bahkan meski mereka sangat populer saat ini tidak ada yang akan menolak untuk memakai karya anda. Apa alasan anda memilih nona Rong Yan Tua Sun?”.


“Aku sendiri yang memilih dan memintanya. Meski nona Rong Yan bukanlah model papan atas saat ini, tapi ia pernah menjadi model papan atas. Ia bahkan pernah memenangkan juara 1 Model Internasional. Meski ia pernah jatuh namun bukan berarti ia tidak dapat bangkit kembali bukan? Dan juga ia memiliki jam terbang yang memang sudah tidak di ragukan lagi. Tentu saja karena alasan – alasan inilah aku jadi memintanya secara pribadi untuk ke atas panggung hari ini”, ucap Luo Sun yang juga memandang Rong Yan.


Sejujurnya Rong Yan hampir tidak mempercayai kata – kata yang ia dengar saat ini jika ia tidak melihat respon dan reaksi orang - orang di sekitarnya.


Meski ia telah mempunyai cara untuk keluar dari situasi ini, namun sejujurnya dengan adanya Luo Sun yang berbicara saat ini membuat Rong Yan semakin mudah untuk mengendalikan keadaan.


Ketika semua orang tengah tercengang dengan jawaban Luo Sun, ada seseorang yang ternyata menyodorkan pertanyaan dengan berani “Jadi, apakah anda puas dengan keputusan anda saat ini yang meminta nona Rong Yan yang bukanlah model papan atas saat ini malah justru menjadi model karya anda?”.

__ADS_1


__ADS_2