
“Kita semua sudah tau bahwa saat ini publik tengah menyorot semua yang berkaitan dengan aktivitas Jing Jing. Dan lagi ketenaran Jing Jing akhir – akhir ini semakin meningkat pesat. Meskipun Rong Sen juga memiliki ketenaran yang tidak sedikit namun perbedaan nya dengan Jing Jing tentu kau juga sangat faham akan hal ini. Tentu tidak akan akan bedanya bagi perusahaan untuk siapa yang akan tampil di akhir pertunjukkan karena semua model adalah model yang di bawah naungan kita. Namun hari ini tidak hanya akan dihadiri oleh orang – orang terkemuka, namun juga para pemegang saham. Aku berfikir bahwa menampilkan Jing Jing dengan gaun terakhir akan terlihat menjadi pertunjukkan yang semakin berkelas dan juga membuat acara semakin spektakuler. Belum lagi,, jika gaun tersebut di pakai oleh Jing Jing tentu gaun tersebut semakin banyak peminatnya. Itu juga akan semakin mengoptimalkan keuntungan bagi perusahan”. Rong Yan mencoba untuk memaparkan ide nya.
Beberapa detik pun berlalu, yang ada hanya suara hening di di sebrang telfon. Saat ini Rong Yan pun semakin meningkatkan fokusnya. Ia akan mempersiapkan kalau – kalau gagasannya di tolak . Untuk dendamnya ia harus memastikan bahwa gagasannya ini dapat di terima dengan baik oleh Wong Feng.
Di luar pemikiran Rong Yan ternyata Wong Feng pun menyetujui gagasan Rong Yan.
“Baiklah,, kau urus saja semua yang di perlukan”, ucap Wong Feng.
Mendengar hal ini senyuman sinis pun terpampang di wajah Rong Yan. Ia akhirnya benar – benar mengerti bagaimana sifat kekasih yang dicintainya bertahun – tahun itu.
Dan kembali di saat ini. Rong Yan maju melangkah ke sebuah gaun yang memang sangat indah. Tangannya yang halus memegang gaun tersebut.
Oh“Memang patut di tampilkan di acara terakhir”, gumam Rong Yan.
Ia melihat diantara para model Jing Jing pun tidak tampak disana. Rong Yan pun langsung menghubungi Jing Jing.
“Nona Jing,, saat ini anda dimana? Mengapa belum sampai? Apakah ada kendala?”, Ucap Rong Yan dengan sopan.
Sejujurnya menurut pendapat Rong Yan, Jing Jing adalah tipe orang yang tidak akan memukul jika ia dipukul. Meskipun ia mengalami masalah di belakang panggung namun di depan panggung ia selalu berusaha untuk tetap profesional dan seperti tidak ada masalah apapun. Sejujurnya sikap inilah yang membuat Rong Yan agak menyukai Jing Jing. Sangat berbeda dengan Rong Sen, tidak hanya tidak profesional, semua reputasi yang terlihat saat ini bukanlah karena usaha kerja kerasnya, namun usaha keras Rong Yan. Bisa dikatakan bahwa Rong Sen hanyalah sebuah cangkang kosong yang mudah di hancurkan.
“Aku akan segera sampai Nona Yan. Aku tengah menuju ke lokasi”, ucapnya.
“Baiklah,, kami akan menunggumu.”, jawab Rong Yan.
__ADS_1
Saat ini pengacara acara pun sudah mulai membuka acara tersebut. Acara berlangsung secara urut dan tertib, tidak ada suatu kesalahan. Kebetulan Rong Sen, Wong Feng sudah juga sudah sampai.
Mereka membuka pintu ruang ganti yang memang telah disiapkan bagi para model. Nun
Sesampainya disana para staff pun menunjukkan tempat duduk dan ruangan untuk Rong Sen, lalu langsung bersiap make up.
Wong Feng pun berbalik dari ruangan tersebut, ia mencari ke kanan dan ke kiri. Lalu melihat ada seorang staff yang berjalan melewatinya dan menghentikan staff tersebut.
“Apa kau melihat Rong Yan?”, tanya nya.
“Saya melihatnya ke toilet direktur”, jawab staff tersebut.
“Baiklah, kau bisa pergi”, ucap Wong Feng yang di angguki oleh staff tersebut. Wong Feng pun pergi dari sana.
Di sisi Rong Yan, ketika ia keluar dari toilet wanita ia di kejutkan dengan kemunculan sosok pria yang tidak asing di matanya. Dengan penampilan yang tampan berbalut jas dan setelan putih gading, membuat kulitnya yang putih semakin cerah.
“Tak perlu di bahas lagi. Sudah berlalu” , ucap Rong Yan yang bergegas maju dan ingin pergi dari sana.
Namun Wong Feng pun menahan tangan Rong Yan sembari berkata, “ Tunggu!! Kau marah bukan? Aku benar – benar tidak bermaksud untuk menunda pernikahan kita. Percayalah!”, ucap Wong Feng.
Entah mengapa Rong Yan yang di pegang tangannya mendadak merasa jijik. Ditambah ketika ia mengingat dimana adegan di malam itu membuatnya semakin bergidik ngeri.
Dengan cepat ia menghempaskan tangannya agar terlepas dari genggaman pria yang ada di depannya itu.
__ADS_1
Wong Feng yang melihat respon Rong Yan pun mengerutkan kening. Namun ketika ia mau mengatakan sesuatu terdengar suara gaduh orang – orang. Melihat ada kesempatan untuknya pergi, Rong Yan pun tidak membuang waktu dan segera pergi dari tempat itu.
Ia berjalan mendekati arah dimana suara ke gaduhan itu berasal. Dan itu menuju ruang ganti. Rong Yan mencoba masuk ke ruang ganti tersebut dan melihat bahwa disana telah banyak sekali orang telah berkumpul mengelilingi dua orang.
Orang tersebut adalah Rong Sen dan Jing Jing. Tampak terlihat Jing Jing yang tengah terduduk sembari memegangi pipi sebelah kanannya. Sedangkan Rong Sen tengah berdiri menatap nanar ke arah Jing Jing.
Lalu terlihat beberapa staff yang mencoba untuk melerai mereka. Rong Yan langsung melihat keadaan Jing Jing yang kini tengah berdarah, lalu meminta staff untuk memanggil ambulance agar di larikan ke rumah sakit.
Wong Feng juga tidak tinggal diam, dia langsung menarik tangan Rong Sen dan mengajaknya pergi dari tempat itu. Di sudut yang tidak terlihat oleh orang, sebuah senyum samar muncul di wajah Rong Yan.
~~~-------------`
Saat ini, acara masih tetap berlangsung. Satu persatu model telah mulai tampil.
Tiba – tiba seseorang ada yang memasuki pintu ruang ganti. Melihat kegaduhan yang ada, orang tersebut pun berteriak. “Siapa yang bertanggung jawab disini!!”.
Orang tersebut adalah desainer ternama yang bahkan telah dikenal di mancanegara. Namanya Luo Sun. Meski usianya masih muda, namun kejeniusannya dalam membuat busana selalu menjadi trend yang akan di gandrungi oleh semua lapisan masyarakat. Bahkan dia di nobatkan menjadi “tangan malaikat”, karena apapun yang dibuat oleh tangan itu akan menjadi suatu karya yang luar biasa.
Melihat orang tersebut, para staff yang ada disana pun ikut mundur. Mereka tidak ada yang berani untuk menjelaskan apa yang terjadi saat ini terlebih menjelaskan kepada orang yang di hadapan mereka. .
Meski memang memiliki kehebatan dalam bidang desainer, namun orang – orang di belakang layar sangat mengetahui perangainya.
Ia memiliki sikap mudah marah jika ada yang tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Tidak hanya itu, ia juga tidak segan – segan untuk menghancurkan karir seseorang jika berani menyinggungnya. Dan yang lebih parah, jika ada yang ia benci ia dapat membuat orang tersebut tidak akan di terima di industri hiburan lagi sampai kapanpun. Orang yang benar – benar tidak dapat di singgunng, bahkan artis, model senior pun akan tetap menunduk di hadapannya.
__ADS_1
Di tengah keheningan suasana tersebut, suara lembut namun tegas pun berhasil memecahkan keheningan.
“Aku yang bertanggung jawab disini”.