
Beberapa pria dengan pakaian hitam yang berseragam berbaris, melindungi orang tersebut. Pria itu turun dari mobilnya dan berjalan melewati Rong Yan.
Pria itu berkata “Dimana orangnya?”, yang berhenti tak jauh dari sisi Rong Yan..
Tak berselang lama ketika pria tersebut bertanya, ada seorang pria yang tengah berlari menuju pria luar biasa tersebut. Dengan tergesa – gesa dia menunduk dan berkata “Maafkan saya Tuan. Nona Feng telah kabur. Saat ini saya telah mengerahkan banyak orang untuk melacak keberadaan nona Feng, namun hingga saat ini belum juga mendapat laporan dari mereka satupun”, ucap orang tersebut dengan lutut bergetar.
Ia benar – benar sangat ketakutan saat ini, terlihat sekali dari dahi yang telah basah oleh keringat. Serta kedua lutut yang benar –
benar tidak berhenti bergetar.
Pria luar biasa tersebut tidak menampilkan ekspresi yang berbeda. Ia menatap pria yang saat ini tengah menundukkan kepala di hadapannnya. Lalu dengan datar berkata “Jika ia tidak ingin menikah biarkan saja”. Ucapnya
dengan cuek dan bersiap untuk berbalik.
Rong Yang yang melihat hal ini pun mencoba memutar otaknya. Lalu dengan keberanian yang entah ia dapatkan darimana ia berjalan ke depan, mencoba menghadang sang pria luar biasa itu. Sontak para bodyguard langsung memberikan ancang – ancang untuk
memperketat penjagaan.
Namun suara pria luar biasa itu menghentikan aksi para bodyguard yang mungkin berniat menyingkirkan Rong Yan dengan kasar.
“Berhenti”, ucap pria tersebut.
Rong Yan menatap pria di depannya itu, ia melangkah maju satu langkah. Setelah menghembuskan nafas dalam- dalam ia pun berkata “Tuan Mo Yan, hari ini kau kehilangan pasangan pengantinmu, hari ini juga aku telah
kehilangan pasangan pernikahanku. Melihat kita memiliki masalah yang sama, bagaimana jika kita menikah saja.?”.
__ADS_1
Mendengar hal ini semua orang terkejut bukan main. “Apakah wanita ini sudah gila? Berani – beraninya ia mengatakan hal yang tidak tahu malu seperti itu. Apakah dia tidak tahu siapa Mo Yan sebenarnya?”, ucap mereka di dalam otak mereka.
Sorot mata Mo Yan pun bergerak. Ia mengamati wanita yang ada di hadapannya lekat – lekat. Wajahnya cantik, namun bukan suatu kecantikan yang dapat membosankan mata. Semakin dilihat maka akan semakin menarik. Ada aura yang memang sulit dikatakan, aura
dingin namun juga membuat orang – orang ingin mencoba mendekatnya. Tubuh yang
ramping, yang mungkin jika di terpa angin sedikit saja akan goyah. Terlihat sorot matanya yang sebening Kristal, menenangkan namun juga penuh dengan ketenangan. Tidak ada keserakahan disana dan juga tidak ada rasa tamak. Yang ada hanya kepercayaan dirinya yang terpancar dan menambah pesona di dalam dirinya.
Mo Yan masih memperhatikan Rong Yan saat ini, Kebanyakan wanita yang menatapnya akan
terlihat seperti memuja, mendamba, tatapan panas dan juga liar yang membuat Mo
Yan sangat jijik. Namun di dalam sorot mata wanita di depannya ini tidak ada itu semuanya. Mo Yan masih menatap lekat ke arah wanita tersebut, merasa mungkin ucapannya dianggap konyol Rong Yan pun kembali berkata “Aku berjanji tidak akan ikut campur ke dalam urusan pribadimu jika kau tak ingin, aku juga
Mo Yan pun menatap kembali sejenak, lalu berkata pada bawahannya “Lu Feng,, cari tahu identitas wanita ini, berikan padaku dalam waktu 5 menit”, ucapnya.
Mendengar hal ini semua orang yang mendengarnya pun terkejut. Namun karena tuan mereka telah berkata seperti itu, Lu Feng pun akhirnya melakukan apa yang diminta oleh tuannya tersebut.
Rong Yang pun ikut berdebar saat ini. “Jadi, dia mau mempertimbangkan aku kan?”, ucapnya di dalam hati. Sejujurnya saat ini ia telah bertaruh, ia benar – benar mempertaruhkan keberaniannya seumur hidup untuk melamar sosok luar biasa seperti Mo Yan.
Dia mengerti dengan baik siapa Mo Yan itu. Mo Yan adalah seorang CEO dari persahaan Star Entertainment. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang hiburan yang paling besar di Negara Korea dan juga Internasional. Keberhasilannya dan kesuksesannya di usia muda membuat Mo Yan menjadi nomer satu kandidat suami idaman semua
wanita. Sikapnya yang dingin dan angkuh justru membuat dirinya semakin di gilai oleh wanita dari berbagai kalangan.
Setelah waktu 5 menit, Lu Feng memberikan data yang di butuhkan oleh Mo Yan. Melihat data – data tersebut Mo Yan pun akhirnya keluar dari mobilya dan berkata “Baiklah. Kita akan menikah hari ini”, ucap Mo Yan.
__ADS_1
Mendengar hal ini Rong Yan pun tertegun, meski tertegun ia langsung menyesuaikan mimik wajahnya. Akhirnya mereka berdua pun medaftarkan pernikahan mereka.
Setelah keluar dari kantor pencatatan sipil Mo Yan pun berkata kepada Rong Yan “Masuk ke dalam mobil dulu”, ucapnya.
Rong Yan pun dengan patuh mengekori Mo Yan. Dan mereka pun kini telah berada di dalam mobil Mo Yan.
“Katakan,, apa alasanmu untuk mengajakku menikah?”, ucap Mo Yan.
Rong Yan pun menatap mata Mo Yan yang saat ini juga menatap ke arah nya. “Tuan Mo, aku tidak menginginkan uangmu, aku juga tidak menginginkan hartamu. Bahkan jika kau keberatan aku ikut campur dalam urusan pribadimu aku juga tidak akan ikut campur. Aku hanya meminta satu hal padamu, aku ingin kau menjadi penyokong terkuatku di masa
depan. Aku ingin kau jadi pelindungku di masa depan. ”, ucapnya dengan perlahan namun penuh dengan penekanan dan juga kepastian.
Lama Mo Yan menatap mata Rong Yan yang sejernih air itu, lalu Mo Yan berkata “Baiklah jika itu yang kau minta. Ada syarat lagi?”, tanyanya.
“Aku,,,,, tidak mau kau memiliki hubungan dengan wanita lain selagi kau menjadi suamiku”, ucap Rong Yan yang menatap teguh ke arah Mo Yan. Saat ini hati Rong Yan benar – benar berdebar. Ia takut jika permintaan ini akan di tolak. Bukankah bagi kalangan atas memang sudah terbiasa memiliki banyak wanita dan hubungan gelap. Namun dirinya benar – benar tak sanggup untuk menerima penghianat lagi.
“Baiklah. Sebaiknya kau juga mengerti posisimu. Aku tidak menyukai sesuatu milikku di sentuh oleh orang lain”, ucapnya penuh dengan mendominasi.
Mendengar hal ini Rong Yan tertegun beberapa saat. Meski ia sangat menginginkan jawaban ini, tentu ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Ia kembali menatap pria yang saat ini sudah menjadi suaminya dan berkata “Kau bersungguh – sungguh?”.
Mo Yan menatap ke arah Rong Yan, matanya yang segelap tinta benar – benar membuat siapapun yang menatap matanya seperti tersedot ke sebuah lubang hitam yang tidak memiliki dasar.
Dengan penuh keyakinan Mo Yan berkata “Aku tidak begitu tahu bagaimana kehidupan pribadimu sebelumnya dan aku juga tidak peduli akan hal ini, namun Karena kau sudah menjadi istriku dan menyandang gelar Nyonya Mo saat ini, maka berlakulah selayaknya Nyona Mo, karena aku sangat membenci sebuah penghianatan.”, ucap Mo Yan.
__ADS_1