Romansa Cinta

Romansa Cinta
Bab. 6


__ADS_3

Mendengar hal ini pun Rong Yan tertegun, ia kembali mengatakan dan mengegaskan karena takut apa yang ia dengar atau apa yang di dengar oleh Mo Jing tidak seperti apa yang ingin ia sampaikan.


"Kebetulan Tuan Mo, saya juga bukan orang yang menyukai jika suamiku berselingkuh dibelakangku. Saya berharap, selama saya menjadi istri anda, anda tidak akan membawa wanita lain kerumah atau memiliki wanita lain di belakangku. Karena jika hal itu terjadi, aku juga tidak akan segan untuk meminta peeceraian", ucap Rong Yan yang menatap mata yang segelap tinta tersebut. Alih - alih merasa takut, namun Rong Yan merasa ia harus bersikap tegas saat ini. Meski ia yang meminta untuk pernikahan ini, namu. Ia juga tidak dapat mentolerir apapun dalam bentuk perselingkuhan.


"Baiklah..", ucap Mo Jing dengan acuh yang setuju dengan ucapan yang diajukin oleh wanita yang kini telah menjadi istrinya itu.


Sejujurnya saat ini Rong Yan sangat tua bersyukur akan hal ini. Karena dengan identitas Mo Jing ia dapat dengan mudah menemukan atau memilih wanita lain, namun alih - alih berlaku seperti itu, Mo Jing malah justru setuju dengan syarat yang ia ajukan. Ia menatap kedua mata hitam yang segelap malam itu, mencari kebohongan yang tersirat disana, namun ia tidak dapat menemukan hal tersebut.


Mobil pun melaju dan pergi dari tempat itu, "Tuan Mo,, mobilku masih ada disana", ucap Rong Yan.


"Lunfeng, urus itu", ucap Mo Jing.


"Baik Tuan", ucap Lunfeng yang masih tetap menjalankan mobilnya.


"Kau ingin kemana?", tanya Mo Jing kepada Rong Yan.


"Saya ingin ke kantor. Tolong antarkan saya ke HJ Entertainment", jawab Rong Yan.


"Lunfeng, kita ke sana", ucap Mo Jing memerintah.


Di dalam perjalanan suara hening tak dapat di elakkan. Yang terdengar oleh mereka hanya suara deru mesin mobil yang halus tengah membelah jalananan.


Rong Yan pun hanya menatap ke pemandangan yang ada di luar dan tidak mengatakan apapun termasuj Mo Jing.


"Kapan kau akan pindah ke rumahku? Kau tentu tidak berpikir untuk pisah rumah dengan suamimu bukan?", , suara Mo Jing memecah keheningan.


"Tidak Tuan Mo, mungkin lusa aku akan pindah", jawab Rong Yan.


"Baiklah. Bawalah barang seperlunya sajam Mo Jing tidak semiskin itu untuk tidak dapat menyediakan apa yang dibutuhkan oleh istrinya.", ucapnya penuh dengan sikap mendominasi.

__ADS_1


Entah mengapa Rong Yan tersenyum ketika mendengar perkataan Mo Jing barusan. Meski mereka baru saja bertemu namun Rong Yan mensyukuri bahwa ia telah mengajukan lamaran untuk Mo Jing saat itu.


Tanpa ia sadari senyumannya terlukis di wajahnya ketika menatap pria yang kini telah menjadi suaminya itu


"Kau.. Tersenyum?", tanya Mo Jing yang saat ini tengah menatap Rong Yan.


Melihat ia di tatap seperti itu dan menyadari kebodohannya, wajah Rong Yan seketika memerag dengan segera ia membuang wajah dan kembali menatap ke luar kaca mobil.


"Aku berterimakasih karena kau sudah memperlakukanku dengan baik. Aku akan menjadi istri yang baik bagimu untuk kedepannya", ucap Rong Yan dengan senyum lembut yang menatap Mo Jing.


Mo Jing pun terkesiao melihat senyuman wanita yang saat ini berstatus menjadi istrinya. Belum sempat ia pulih dari lamunannya syara Lunfeng pun menyadarkan lamunan Mo Jing, " Tuan,, kita telah sampai".


Mo Jing melihat di sekita, ia mengangguk dan melihat wanita di sampingnya. Wanita itu berkata," Aku pergi dulu Tuan Mo.", ucapnya sembari menampilkan senyuman manis di hadapan Mo Jing.


"Jing", gumam Mo Jing.


Rong Yan yang hendak bangkit dari duduknya pun berhenti dan menoleh ke arah laki - laki yang ada disisinya yang juga kini tengah menatapnya.


Seulas senyum pun terlukis di wajah Mo Jing matanya tetap menatap pada wanita yang kini telah menghilang dari pandangannya.


Lunfeng yang melihat hal ini pun sempat beberapa kali mengucek kedua matanya, “Apakah aku salah lihat? Benarkan Tuan tadi tengah tersenyum? “, ia melihat ke arah dimana Nyonya barunya pergi hingga siluetnya menghilang dan kembali menatap Tuannya yang tetap melihat ke arah tersebut bahkan meski Nyonyanya tekah pergi.


“uhuk...Tuan,, hari jni juga sebenarnya ada jadwal kita ke tempat ini. Anda di undang untuk melihat Fashiion Show yang di gelar. Apakah anda ingin menghadirinya atau tidak?, Tanya Lunfeng. Ia kini menyadari satu hal bahwa Tuannya ternyata sangat peduli dengan Nyonyanya.


“Datang”, ucap Mo Jing datar setelah beberapa saat berpikir


Saat ini Rong Yan telah memasuki bagian kantornya. Perusahaan yang selama ini tekah membuatnya bekerja keras, namun alih – alih mendapatkan penghargaan, justru ia hanya di pandang sebelah mata oleh para karyawan. Mereka hanya memandang bahwa dirinya bekerja karena tak lepas dari statusnya yang menjadi kekasih dari pemilik perusahaan tersebut. Tanpa mereka tahu bahwa sebenarnya kunci kesuksesan mereka dan kantor mereka adalah buah dari kerja kerasnya selama ini.


Awalnya ia hanya ingin mengacacuhkan karena berpikir bahwa tidak semua yang ia lakukan perlu untuk mendapatkan penghargaan. Ia merasa yang terpenting adalah Wong Feng mengetahui bagaimana kerja kerasnya selama ini. Itu sudah lebih dari cukup baginya.

__ADS_1


Namun ternyata alasan ini benar – benar konyol. Ia benar – benar merutuki kesalahan dan kebodohannya sendiri saat ini.


Ia melangkahkan kakinya ke lift, saat ini berbeda dengan kemarin. Ia berjalan dengan penuh percaya diri, ia menampilkan penampilan yang sesuai dengan seleranya.


Ketika pintu lift telah terbuka ia keluar darisana. Di lorong ia sempat bertemu dengan beberapa karyawan yang menatap remeh dirinya. Alih – alih merasa terganggu, kali ini Rong Yan hanya berlalu begitu saja tanpa menghiraukan merek. Perilakunya kini menggambarkan keanggunan dan keacuhan.


“hei.. bukankah itu Rong Yan?”, ucap salah satu karyawan.


“ia kau benar. Mengapa aku merasa ia sangat berbeda hari ini?”, sambung yang lain.


“Kau benar. Aku kira itu hanyalah perasaanku saja?”.


“Aku melihat nya ketika di loby tadi. Ia terasa cantik seperti peri, dan juga dengan pakaiannya saat ini entah mengapa aku merasa ia seperti menjadi orang lain”.


“Mengapa kalian ada disini! Jika kalian masih memiliki waktu untuk berbincang lebih baik jalian mengerjakan pekerjan kalian. Perusahaan tidak menggaji kalian untuk mengatakan hal – hak yang tidak masuk akal”, sebuah suara dari belakang mereka pun membuat para karyawan seketika kaku dan berhenti mendiskusikan tentang Rong Yan.


“Baik ibu Wang”, ucap mereka serempak dan pergi darisana.


Wanita yang di sebut ibu Wang pun hanya menggeleng dan menatap ke arah Rong Yan yang sudah pergi menjauh. Entah mengapa ada senyum tipis yang timbul di bibirnya. Ia lantas kembali ke ruangannya.


Rong Yan saat ini terus melangkahkan kakinya ke sebuah ruangan. Saat ini ia menjadi salah satu panitia dan juga penanggung jawab untuk acara fashion show yang diadakan oleh para desaigner ternama dan juga acara yang akan dihadiri oleh para petinggi perusahaan dan juga para tamu penting. Banyak tamu yang diundang, baik dari kalangan artis, model dan juga para kalangan papan atas yang memiliki latar belakang yang tidak main – main.


Tentu jika sebelumnya, Rong Yan akan sangat antusias dengan pekerjaannya saat ini, namun tentu hal ini tidak berlaku sekarang. Ia bahkan ingin melakukan hal yang mungkin akan membuat rugi HJ Entertainment.


Rong Yan mengingat bagaimana kerjasama antara HJ dengan para desainer untuk fashion show hari ini berhasil. Itu karena ia yang menangani proyek tersebut, ia bahkan memutar otak untuk dapat berhasil menjalin kerjasama dengan para desainer ternama tersebut.


Kerjasama itu adalah HJ Entertainment yang menyediakan tempat dan juga model papan atas, sedangkan para desainer merancang desain – desain mereka. Tentu hal ini juga akan membuat citra HJ Entertainment naik berkali – kali lipat. Bahkan kabarnya karena hal ini saham HJ naik sangat drastis hari ini. Berkat kerja sama ini juga HJ akan dapat merambah ke pasar internasional dan jika ada acara ini berhasil tentu bukan hanya dapat berhubungan dekat dengan para desainer ternama namun juga akan semakin dikenal di berbagai kalangan di tambah hal ini untuk menarik minat investor yang akan menanamkan modal di HJ Entertainment. Belum lagi nama para model yang dibawah naungan HJ akan lebih melambung tinggi dan semakin terkenal.


“Drtttt ..drtt..drtt”, tiba – tiba suara ponselnya pun terdengar. Ketika Rong Yan megangkat telfon tersebut terdengar suara dari sebrang telfonnya.

__ADS_1


“Kau dimana?”.


__ADS_2