Romansa Cinta

Romansa Cinta
bab. 7


__ADS_3

Itu adalah telfon dari Wong Feng.


“Kau dari mana saja? Aku mencari – carimu dari tadi.”, Ucap seseorang yang saat ini ada di sebrang telfon.


“Bukankah kau tengah berada di rumah sakit untuk memeriksakan Rong Sen?”, Tanya Rong Yan kembali.


“Kami sudah selesai. Dokter hanya berkata bahwa Rong Sen kemungkinan salah makan yang menyebabkan perutnya sakit. Bagaimana keadaan di sana? Apakah semua berhasil,, kami dalam perjalanan ke sana?”, Ucap Wong Feng.


“Aku juga baru tiba, aku akan memeriksa tentang persiapan semuanya”, ucap Rong Yan.


“Baiklah,,, kau .. pergilah! Sebentar lagi kami akan sampai”, ucap Wong Feng.


Rong Yan pun langsung menutup telfon dan melihat baju – baju yang akan di tampilkan.


Ia menyentuh gaun berwarna hijau muda dengan pernik yang indah. Setiap pernak - pernik nya dibuat sedetail mungkin dan terlihat sangat indah. Tidak tampak berlebihan namun malah menampilkan pesona yang memakainya.


Gaun tersebut yang akan di pakai oleh model Jing Jing dan sekaligus akan menjadi busana terakhir yang akan di perlihatkan.


Jing Jing sendiri merupakan model top papan atas yang sudah bertaraf Internasional. Ia adalah model yang sangat berbakat dilihat dari penghargaan yang selalu ia dapatkan di ajang – ajang bergengsi baik di negeri sendiri maupun di negara lain. Namanya memang tengah populer dan layak di perbincangkan akhir – akhir ini.


Selain di kenal dengan kepiawaiannya dalam hal modeling ia juga di kenal mempunyai etika dan memiliki kesopanan yang tinggi.


Ia dapat bergaul dengan siapa saja dan tidak pernah memandang rendah seseorang, namun justru karena sikap baiknya inilah kadang ia di remehkan atau juga di benci oleh para model yang lain.

__ADS_1


Entah karena rasa iri mereka yang tidak dapat di sejajarkan dengan prestasi yang ia miliki ataupun hal lain.


Namun,, di dunia model dan juga di dunia hiburan itu sama saja. Tidak ada orang yang benar – benar murni baik atau bahkan memiliki hati seperti malaikat seperti yang terlihat di permukaan.


Tidak ada yang akan mempunyai sifat rendah hati ataupun baik hati seperti yang di tampilkan di layar kaca. Karena pada dasarnya mereka yang berkecimpung di dunia hiburan akan memahami bahwa disini bukan tempat mereka yang memiliki hati baik dan murni.


Mereka sangat menyadari, terjun di dunia hiburan sama saja seperti terjun ke pusaran hitam yang akan membuat mereka terjatuh ke sebuah kegelapan tanpa dasar. Mereka berdiri di atas kaca yang begitu rapuh yang jika salah sedikit melangkah mereka akan terjatuh lebih dalam dan bahkan menyeret orang – orang di sekitarnya.


Orang – orang yang berada di dunia hiburan harus mengetahui bahwa mereka harus benar – benar memiliki langkah yang tepat jika masih ingin tetap eksist di dunia hiburan ini.


Selain karena persaingan yang sangat ketat, mereka juga dituntut untuk selalu sempurna di setiap keadaan. Jika tidak,, para penyimak dan para fans yang awalnya mendukung mereka tentu akan berbalik arah dan meninggalkan mereka.


Jing Jing, meski ia terlihat memiliki sifat baik hati dan rendah hati namun sejujurnya ia memiliki banyak ambisi di matanya. Tentu sifatnya di belakang layar ini tertupi dengan kharismanya di atas panggung. Meski ada beberapa yang mengungkapkan tentang kepribadiannya yang sesungguhnya pun itu akan dianggap sebagai berita hoax yang dibuat oleh para hatters atau yang lainnya.


Mungkin jika model – model yang lain, mereka akan berfikir dua kali jika ingin memprovokasi Jing Jing secara terang – terangan. Meski mereka tidak menyukai atau bahkan membenci Jing Jing mereka tidak akan bertindak gegabah hanya karena mereka tidak suka.


Namun tentu hal ini berbeda bagi Rong Sen. Bagi Rong Sen, Jing Jing adalah musuh besar dalam hidupnya dan juga batu sandungan yang ada di hidupnya.


Mungkin karena merasa Rong Sen adalah kekasih pemilik perusahaan tempat Jing Jing bernaung, Rong Sen kerap sekali memporvokasi Jing Jing secara terang – terangan.


Setiap mereka bertemu tentu akan terjadi hal yang tidak diinginkan dan pada akhirnya berakhir dengan tidak baik – baik saja.


Saat ini pun Rong Yan dapat membayangkan bagaimana jeleknya wajah Rong Sen ketika mengetahui bahwa gaun yang awalnya ingin ia kenakan ternyata malah akan di pakai oleh musuh bebuyutannya.

__ADS_1


Hal ini Tentu bukan terjadi karena cuma – cuma. Ini terjadi karena Rong Yan yang sengaja menukar gaun yang akan di pakai oleh mereka di saat – saat terakhir tanpa sepengetahuan Rong Sen.


Mengingat kembali di pagi – pagi buta hari ini, ia mendengar ponselnya berbunyi. Ia melihat bahwa Wong Feng yang menelfonnya. Awalnya ia tidak berniat untuk mengangkat telfon dari bajingan itu, namun mengingat dendam yang ia rasakan akhirnya ia memiliki sebuah pemikiran.


Ia akhirnya mengangkat telfon tersebut. “Yan,, kau dimana? Aku mencarimu namun kau sudah pergi. Mengapa kau pergi tanpa memberitahuku? Apakah kau tahu bahwa aku mengkhawatirkanmu ketika melihat kau tidak ada di tempat kemarin?”, tanya Wong Feng.


Rong Yan yang mendengar hal ini pun ingin sekali tertawa. “Khawatir katanya?? Hahhahaha”, ucapnya dalam hati dengan nada meremehkan sekaligus merasa jijik dengan sikap Wong Feng tersebut.


Rong Yan pun menjawab. “Ya aku bisa membayangkan seberapa besar kau mengkhawatirkanku”, ucap Rong Yan dengan maksud tertentu.


Namun ,, tentu Wong Feng tidak akan memahami maksud Rong Yan dan merasa tidak ada yang salah dari kalimat yang di lontarkan Rong Yan.


“Aku pergi dengan Lin Fei semalam. Aku mencoba menghubungi namun ponsel kalian berdua tidak ada yang aktif. Jadi aku memutuskan untuk langsung pergi tanpa memberitahu kalian. Maafkan aku”, ucap Rong Yan yang menyambungkan ucapannya.


“Baiklah,, aku mengerti. Syukurlah kau ternyata pergi bersama Lin Mei”, ucap Wong Feng yang masih dengan nada serak. Terdengar sekali ia baru bangun dari tidurnya dan Rong Yan pun melihat jam yang tergantung di dinding, saat ini tengah menunjukkan pukul 05.30 pagi.


Sudah terbayang jika ia tidak pergi ke ruangan tersebut, ia pasti akan dengan bodohnya menunggu mereka berdua hingga saat ini. Betapa ironisnya.


“Kau.. mengingat bahwa hari ini kita akan menikah bukan? Bersiaplah,, “, ucap Wong Feng dari sebrang telfon.


Alih – alih menjawab Rong Yan berkata “Aku ingin mendiskusikan sesuatu denganmu. Ini terkait dengan acara yang akan digelar hari ini. Aku berfikir untuk mengganti pakaian antara Jing Jing dan juga Rong Sen”. .


Beberapa detik mendadak hening seketika. Lalu pada akhirnya Wong Feng pun berkata “Apa alasanmu?”, tanyanya.

__ADS_1


__ADS_2