Romansa Cinta

Romansa Cinta
Bab. 9


__ADS_3

Semua orang pun menatap ke arah suara tersebut. Di mata mereka terlihat seorang wanita dengan aura yang luar biasa, rasa percaya diri terpampang jelas di kedua matanya, pembawaannya begitu anggun, di tambah dengan pakaian yang ia kenakkan hari ini membuat orang – orang disana sempat tertegun.


“Kau?”, ucap Luo Sun.


“Perkenalkan, saya adalah Rong Yan, Manager marketing dari perusahaan Hj sekaligus juga yang bertanggung jawab mengenai acara ini”, ucapnya dengan nada tidak berbelit namun memaparkan dengan nada yang pas.


“Sebelumnya, saya ingin meminta maaf untuk beberapa masalah yang terjadi disini. Saya akan segera mencari model yang dapat mengenakkan model desain milik anda”, ucap Rong Yan.


“huh,,, apa kau pikir karyaku dapat di kenakkan oleh sembarang orang? Dari awal memang aku tidak percaya untuk menyerahkan hasil karyaku ke perusahaan ini. Meski aku juga tidak berekpektasi tinggi tapi aku tidak menyangka perusahaan ini akan seburuk ini. Percaya atau tidak aku akan mengingat hari ini dan kerja sama ini di batalkan.“, ucapnya meremehkan dengan nada mengintimidasi Rong Yan.


Alih – alih merasa takut, Rong Yan malah terlihat santai dan tetap terlihat tenang. Ketenangan ini lah yang membuat Luo Sun sedikit kaget. Tidak hanya tenang, wanita di depannya ini masih memiliki sikap percaya diri yang tinggi.


“Sebelumnya , saya minta maaf atas kesalahan ini. Mungkin anda mudah membatalkan kerja sama ini, namun bagaimana orang – orang yang saat ini tengah menghadiri acara ini. Terlebih orang – orang yang datang bukan dari kalangan biasa, dan anda juga memahami acara ini di siarkan langsung di televisi. Apa jadinya jika mereka tidak melihat karya anda yang memang telah di tunggu – tunggu oleh mereka. Tindakan anda ini tidak hanya akan merugikan perusahaan HJ Entertainment namun juga dapat merugikan anda sendiri. Dan Saya yakin, anda juga pasti telah bekerja keras untuk desain kali ini, dan juga apa anda yakin akan menyerah begitu saya dengan kerja keras yang telah anda lakukan dalam hal kali ini?”, ucap Rong Yan.


Melihat lawan bicaranya nampak tengah memikirkan sesuatu Rong Yan pun kembali berkata “Tuan Luo, bagaimana jika anda mempercayakan kepada saya untuk kali ini. Saya akan mencari solusi untuk masalah kali ini”, ucap Rong Yan.


“Heh,, apa kau pikir kau dapat dengan mudah memanggil para model papan atas hanya dengan kau ingin memanggil mereka? Terlebih aku juga tidak ingin memakai model yang kurang dari type B. Di dalam perjanjian kontrak adalah HJ yang menyediakan modelnya, tapi bukankah akan lucu jika kau meminta model dari agensi lain untuk tampil?.”, ucap Luo Sun.


Lalu ia berkata kembali, “Saat ini para model di bawah naungan HJ sudah dengan pakaian mereka sendiri. Jadi, bagimana menurutmu untuk masalah ini?”, ucap Luo Sun sembari menaikkan salah satu alisnya.


“Jika memang begitu. Biarkan saya yang akan membawakan pakaian buatan anda.”, Ucap Rong Yan.

__ADS_1


Semua orang ternganga dengan ucapan Rong Yan.


“Apakah dia sudah gila?”, begitu rata – rata apa yang di pikirkan di kepala mereka.


Luo Sun pun terdiam mendengar ucapan wanita yang ada di hadapannya. Ia menatap kedua mata yang sejernih air tersebut. Mencari adanya keraguan di matanya, namun jangankan keraguan bahkan aura percaya diri yang ada pada dirinya semakin membuat Luo Sun agak terkejut.


“Apakah Rong Yan sudah gila?”.


“Bukankah dulu juga ia seorang model. Tidak ada salahnya bukan untuk mencoba?”.


“Meski ia memang model, namun apakah kau lupa bagaimana ia menghancurkan citranya sendiri”.


”Tapi, apa yang ia katakan juga masuk akal. Bagaimanapun ini adalah jalan keluar yang terbaik bagi kedua belah pihak bukan”, bisik – bisik para staff pun mulai merayap.


“Aku akan memakai topeng!”, sahut Rong Yan. Sontak jawaban rong Yan ini pun kembali membuat Luo sun terhenyak.


Lalu pada akhirnya “Jika respon tidak terlalu baik untuk desain ku, percaya atau tidak aku akan membuat perhitungan untuk HJ Entertainment. “, ucap Luo Sun yang setelah beberapa saat berpikir. Ia pun langsung keluar, tanpa menoleh lagi ke belakang.


Rong Yan kini pun pun menarik nafas lega. “Astaga... Hampir saja”, ucapnya di dalam hati. Ia dengan segera meminta para staff untuk mempersiapkan gaunnya.


Setelah beberapa saat, Rong Yan pun telah mengganti pakaiannya dengan desain yang ada. Sedari awal ia membuka pintu ruangan, orang – orang yang berada disana pun terkejut dan juga takjub. Mereka tidak mempercayai matanya, gaun yang di pakai oleh Rong Yan saat ini benar – benar pas dengan tubuh Rong Yan dan melekat dengan sempurna.

__ADS_1


Kulit seputih gadi Rong Yan semakin bersinar dengan pakaian yang ia kenakkan. Leher jenjangnya semakin bersinar kala dipakaikan sebuah kalung permata yang senada dengan desain pakaiannya.


Pakaiannya ini benar – benar menampilkan kaki jenjang dan indah milik Rong Yan, dan juga semakin memperindah lekuk tubuhnya. Benar – benar membuat orang tercekik ketika melihat aura yang di punyai Rong Yan.


“Astaga... Mengapa aku baru menyadari bahwa ia benar – benar luar biasa”.


‘”Bukan hanya kau, aku juga merasa seperti itu.”, ucap yang lain.


“Entah mengapa, aku benar – benar melihat nona Rong Yan sangat berbeda sikapnya hari ini. Bukan hanya tampak percaya diri, namun ia juga semakin cantik dengan pesona yang ia miliki”. Sahut yang lain.


“Aku juga sependapat denganmu, tidak hanya berani berbicara dengan Luo Sun ia juga berhasil untuk membuat Luo Sun mempercayainya”.


“Ahk,,, pesona nya tidak kalah dengan nona Jing Jing. Meski sayang citranya sudah hancur. Jika tidak mungkin ketenarannya dapat di sejajarkan oleh Nona Jing Jing kali ini”.


“Kau jangan bicara omong kosong. Meski gaun itu bagus di tubuhnya, namun belum tentu ia dapat menampilkan dengan baik di atas panggung. Bagaimanapun kemampuan dia yang bertahun – tahun itu pasti sudah berkarat”.


Beberapa orang tengah berbincang sembari menatap Rong Yan. Rong Yan sendiri saat ini hanya fokus dengan dirinya dan tidak mau menghiraukan ucapan – ucapan mereka..


Rong Yan pun bersiap tampil dan sudah mengenakkan topeng yang telah di sediakan. Awalnya Rong Yan gugup, namun mengingat kembali apa yang telah di lakukan oleh orang – orang yang telah menghianatinya pun ia kembali membulatkan tekad, menarik nafas dalam – dalam dan waktunya ia tampil pun telah tiba.


Saat ia berjalan dengan percaya diri, setiap langkah ia lakukan dengan penuh pesona. Kaki jenjang yang indah senada dengan sepatu yang kini menghiasi kakinya.

__ADS_1


Lampu – lampu menyorot dirinya, semua mata tertuju padanya. Rong Yan berhasil menampilkan setiap keindahan dan menonjolkan kecantikan gaun tersebut. Bahkan beberapa orang terbuat menganga menatapnya yang tengah berjalan.


Tiba – tiba hati Mo Jing berdesir. Matanya tak pernah lepas dengan wanita yang tengah berjalan di panggung tersebut. “Dia..?”


__ADS_2