Rumah Angker

Rumah Angker
15. Menolong Hantu


__ADS_3

Hantu gadis yang bersinar di dalam kegelapan hingga berfungsi menjadi lampu emergency itu melayang ke arah Arya,


Dan begitu sudah semakin dekat dengan Arya, tiba-tiba,


Ting! Aha!


Lampu menyala.


Hantu gadis pun sinarnya tak tampak lagi, kalah dengan sinar lampu dengan merk ternama,


Namun, karena lampu kini telah menyala, maka wajah hantu gadis itupun makin dengan jelas Arya lihat,


"Hai,"


Hantu gadis menyapa sambil tersenyum lebar,


Untungnya hantu itu sangat cantik, tidak seperti sebelumnya, yang sudah penuh darah, lehernya juga hampir putus,


Datang-datang pada Arya hanya minta tolong agar lehernya bisa dipasang lagi dengan benar,


"Jadi, kamu yang menakuti penjual mie tek tek?"


Tanya Arya langsung tanpa basa-basi, teringat ia akan pembicaraannya dengan hantu perempuan yang kepalanya hampir putus tadi,


Flashback,


"Tolong aku Mas... Mas... Tolong aku..."


Kata si hantu perempuan yang kepalanya putus,


Tangannya memegangi ujung belakang baju Arya saat Arya akan menyusul Boni yang lari tunggang langgang ketakutan hingga kembali masuk ke dalam rumah,


"Apa? Minta tolong apa?"


Tanya Arya,


"Ini,"


Hantu perempuan kepala hampir putus itu menunjuk lehernya yang kini separuhnya terbuka dan terus mengeluarkan darah,


Yang dari sanalah tentu saja aroma anyir yang membuat mual tercium menyengat,


"Tolong betulkan leherku, katanya ini hanya bisa dilakukan manusia seperti mu,"


Ujar si hantu perempuan dengan kepala hampir putus itu,


"Bantu bagaimana? Apa yang harus aku lakukan? Harusnya kau ke dokter bedah,"


Ujar Arya,

__ADS_1


Hantu perempuan itu menggeleng cepat,


"Nanti susah bayarlah,"


Jawabnya pula,


Haiiish... Tentu saja Arya mendesis,


"Ayo Mas, pasang kepalaku yang benar, aku lelah kepala posisinya seperti ini, takutnya lama-lama kepalaku akan benar-benar putus lalu menggelinding entah ke mana, lalu aku harus bagaimana jika tidak ada kepalanya? Aku makannya bagaimana?"


Si hantu perempuan begitu mengiba,


Arya menghela nafas,


"Katakan dulu padaku, kenapa kamu berkeliaran di sekitar sini dan sampai menakuti mie tek tek?"


Tanya Arya pada si hantu perempuan,


"Hah? Mie tek tek? Aku tidak pernah makan mie tek tek, aku juga tidak pernah ganggu penjual mie tek tek di sini,"


Kata si hantu perempuan,


"Jangan bohong! Kenapa setan selalu saja banyak bohong!"


Bentak Arya,


Si hantu perempuan pun menjelaskan dengan panjang lebar macam tanah kapling,


Arya menatap si hantu perempuan yang tampak bicara sambil terus sibuk membetulkan letak kepalanya,


"Jadi benar bukan kamu?"


Arya masih berusaha mencecar,


Hantu perempuan yang kesulitan mengangguk itupun semakin mendekati Arya, lalu...


"Sungguh bukan aku, itu ulah hantu lain yang ada di rumah ini, aku melihatnya pindah masuk ke rumah ini belum ada satu minggu yang lalu, entah dia hantu dari mana,"


Ujar si hantu perempuan,


Mendengar penuturan si hantu perempuan yang kepalanya hampir putus itupun akhirnya membuat Arya menatap rumahnya,


"Ada hantu lain di rumahku?"


Arya bergumam,


"Dia hantu kepoan, dari tadi dia mengintip dari balik jendela, dia pasti berpikir aku tidak tahu, Hihihihi..."


Si hantu cekikikan,

__ADS_1


Arya menghela nafas,


"Baiklah, akan aku usir dia,"


Kata Arya,


"Ya usir saja, dia terlalu cantik, aku tidak suka,"


Si hantu perempuan jujur kacang ijo,


Arya pun ganti memandang hantu perempuan untuk kesekian kalinya sejak pertama ia tadi melihat sosok mahluk halus yang satu itu,


"Kau iri?"


Tanya Arya heran ada yang mengaku iri dengan orang lain eh dengan hantu lain secara terang-terangan,


"Tentu saja aku iri, dia sangat cantik, sementara aku kepala nyaris putus, sungguh tidak adil,"


Kesalnya kemudian,


"Tidak baik merasa iri pada teman,"


"Dia bukan teman,"


Sahut hantu perempuan cepat,


"Ya sesama orang, jangan suka iri,"


Kata Arya lagi,


"Tidak bisa, ini sudah jadi sifat alamiah setan,"


Kata si hantu perempuan, membuat Arya jadi geleng-geleng kepala,


"Sudahlah, sini aku harus melakukan apa agar kepalamu tak sampai benar-benar putus,"


"Oh iya iya..."


Si hantu perempuan lantas mengeluarkan beberapa lembar daun dari dalam saku dasternya,


Dan kemudian diberikan pada Arya,


"Tempelkan kepalaku dan leherku dengan itu,"


Arya menerima beberapa lembar daun tersebut, lalu mengikuti tata cara menempelkan kepala dan leher si hantu perempuan sesuai intruksi si hantu yang sudah sejak lama diberitahu dan diajarkan oleh sesosok senior di kawasan tersebut,


Flashback berakhir,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2