
Syela di luar gedung apartemen tampak menatap dalam kebisuan, wajahnya antara sedih dan juga khawatir atas keadaan Monica yang kini terkurung di sana,
Oh... Oh... Semua kekacauan ini sungguh di luar rencananya,
Siapa yang menyangka Monica akan semarah itu begitu sampai di apartemen Gisela,
Syela pikir, Monica yang hanya hantu baru belum banyak pengalaman, tentu kekuatannya pun sangat terbatas,
Tapi...
Syela kembali memandangi apartemen tersebut, manakala kemudian ia melihat rombongan mobil yang datang memasuki pelataran parkir,
Syela yang penasaran pun lantas melayang agar lebih dekat dengan area parkir gedung apartemen,
Tentu saja sambil ia tetap celingak-celinguk waspada, takut mahluk tinggi besar yang menangkap Monica juga tiba-tiba akan muncul lalu menangkapnya,
Namun...
Syela sejenak tertegun, manakala ia kemudian melihat laki-laki yang turun dari mobil mewah yang baru datang tersebut,
Syela mengerutkan kening, karena ia tentu saja merasa tak asing dengan sosok tersebut,
Hantu yang kemarin-kemarin kepalanya nyaris putus itu lantas melayang untuk berusaha lebih dekat lagi,
__ADS_1
Melihat banyak orang dengan setelan jas rapi menunduk memberi salam,
Orang-orang dengan setelan jas rapi yang sejak tadi menjaga bagian depan gedung apartemen Alpha Centauri di mana Gisela tinggal bersama dengan anggota polisi juga,
"Dan... u... benarkah itu Mas Dan... u,"
Syela tampak melayang mendekati rombongan mobil yang baru datang tersebut, di mana di sana ada seorang laki-laki yang meski usianya sudah cukup matang terlihat berdiri sibuk bicara dengan beberapa laki-laki dengan setelan jas rapi,
Syela yang terus menatap sosok laki-laki yang baru datang dengan mobil mewah itupun kemudian mengulurkan tangannya untuk berusaha menyentuh wajahnya,
Namun, baru saja tangannya terulur, tiba-tiba ia melihat sekelebat bayangan putih dengan rambut pirang yang melewatinya lalu melesat masuk ke dalam gedung apartemen mengikuti seorang perempuan,
Siapa dia? Kenapa ada None Belanda berkeliaran di sini?
Lalu...
"Berarti aku harus menemui Tuan Zion di mana?"
Tanya Laki-laki itu,
Syela pun tampak mencuri dengar,
Zion? Benaknya bertanya-tanya lagi,
__ADS_1
"Ya Tuan, kata Tuan Zion, jika Tuan Danu Hartanto datang, maka bisa langsung menemui beliau?"
Terang salah satu laki-laki dengan setelan jas rapi hitam-hitam,
"Baiklah kalau begitu,"
Laki-laki yang tak lain adalah Tuan Danu Hartanto itupun lantas dikawal masuk ke dalam gedung apartemen,
Tentu saja ia datang ke sana karena Tuan Zion mengundangnya, ada hal penting terkait Monica, begitu kata Tuan Zion yang membuat Tuan Danu Hartanto langsung mengiyakan undangan Tuan Zion,
Sementara Tuan Danu Hartanto tampak berjalan cepat dengan dikawal laki-laki tinggu tegap dengan setelan hitam rapi, hantu Syela justeru kini tampak lemas melayang-layang seperti kertas bekas bungkus gorengan yang tertiup angin,
Mata Syela yang terus memandangi Tuan Danu pun mengalirkan air mata berwarna merah,
Terlihat jelas kesedihan wajahnya saat ini, kesedihan yang teramat amat sangat,
"Di lantai empat Tuan, di salah satu kamar di sana,"
Kata salah satu laki-laki bertubuh tegap yang mengiringi Tuan Danu Hartanto saat mereka menuju lift apartemen,
Tuan Danu Hartanto mengangguk, ia terlihat sudah sangat tidak sabar mengetahui tentang apa sebetulnya yang membuat Tuan Zion sampai mengundangnya,
Monica, ada sesuatu yang penting dengan Monica, ada apa dengannya? Ada apa dengan anakku? Batin Tuan Danu Hartanto terus bertanya-tanya.
__ADS_1
...****************...