
Jam dilayar HP Erik menunjukan pukul 23.59 WIB, satu menit lagi menjelang tengah malam. Tit..jam tepat menunjukan pukul tengah malam tepat, angin berhembus dari luar melewati jendela, pintu, dan setiap celah di Villa itu, seolah-olah aura hitam jahat masuk ke Villa itu.
“Uuuh, sakit banget perut ini, kenapa aku jadi beser sih“ Gumam Fany yang terbangun dari tidurnya.
Fany membangunkan Erik dan mengajaknya mengantar ke kamar mandi.
“Sayang..bangun sayang, anter aku ke kamar mandi, beser nih! “
“Fany ??ahh tengah malam begini, yaudah ayo cepet ! “
“Tapi aku gak tahu kamar mandi dimana ? “
“Kayanya di deket dapur deh disebelah Barat“
Fany dan Erik bangun dari tidurnya dan segera menuju kamar mandi.
“Sayang udah belum ?kok lama amat sih, ngantuk nih“ Teriak Erik yang menunggu diluar kamar mandi
“Iya sabar dikit lagi kok“
Tok…tok…tok…
“Iya sebentar Erik, gak sabaran amat sih“
“Hah ??maksud kamu apa sayang ? “
__ADS_1
“Kamu barusan ketok-ketok pintu kan ?
“Ah kamu ini ada-ada aja, dari tadi aku diem gini“
“Lho terus yang tadi…
Belum sempat Fany meneruskan kata-katanya, sesosok bayangan hitam menghampirinya.
“Aaaarrrh Erik tolong…Erik…“
“Sayang…sayang apa yng terjadi ?sayang cepet buka pintunya ! “ Seru Erik sembari menggedor-gedor pintu kamar mandi dari luar.
Suara teriakan Fany dan gedoran pintu Erik membuat teman-temannya terbangun dan segera menghampiri.
“Erik apa yang terjadi ? “ Tanya Galih
“Fany ?Fany ? buka pintunya cepat ! “ Teriak Galih
Namun sekeras apapun mereka memanggil Fany, tidak ada jawaban sedikitpun dari Fany.
“Galih aku takut ! “ Kata Adel yang menggigil
Bery hanya terdiam, mengingat tadi dia yang datang sendiri ke kamar mandi ini dan melihat keran air terbuka dengan sendirinya.
“Gak ada cara lain, kita harus mendobrak pintu kamar mandi ini ! “ suruh Galih
__ADS_1
“Ya sudah ayo cepat biar kita tahu apa yang terjadi didalam“ Jawab Bery
“Adel menjauh dari pintu ! “ Suruh Galih
Pada hitungan ketiga..Lanjut Galih
Pada hitungan ketiga mereka bertiga mendobrak pintu kamar mandi, “braaaakkk“ pintunya terbuka, namun kenaehan nampak terjadi, dikamar mandi yang luas itu tak ada siapapun, pintu keluar Cuma pintu yang mereka dobrak tadi, Fany hilang dari kamar mandi itu.
“Fany kamu dimana ? “ Teriak Erik
Mereka berempat meneriaki memanggil Fany, namun nihil, seluas-luasnya kamar mandi itu gak mungkin Fany bisa hilang begitu saja kalo tak terjadi sesuatu yang ada diluar logika.
“Fany…Fany.. “ Erik teriak lalu menangis
Merasa tak akan menemukan apapun dikamar mandi itu, mereka semua kembali ke ruangan dimana mereka tidur tadi.
“Kamu harus tenang dulu Rik, mungkin tadi kamu mimpi atau ngigau dan merasa mengantar Fany ke kamar mandi ? “ Kata Galih sambil mencoba menenangkan perasaan temannya itu.
“Aku gak mimpi Galih, aku seratus persen sadar, lgian kalau tadi aku mimpi, dimana Fany sekarang ?harusnya dia ada disini kan tidur bersama kita kalau iya aku mimpi“ Jawab Erik.
Kegelisahan menyelimuti mereka berempat, setiap benak bertanya apa yang terjadi pada Fany.
"Harusnya aku tak mengajak Fany dan kalian semua berlibur, mungkin hal ini tak akan pernah terjadi" Kata Erik.
"Ini bukan salahmu Rik, hanya saja mungkin tempat tujuan kita yang salah, sebenarnya Akupun sudah tak enak hati saat kita berangkat, ditambah cerita mitos dari Bapak warung tadi benar-benar membuatku gelisah, hanya saja Aku tak bisa memintamu membatalkan perjalanan, aku juga minta maaf Rik" Kata Galih sembari menepuk-nepuk pundak Erik, berharap sedikit menenangkan perasaannya.
__ADS_1
*