Rumah Angker

Rumah Angker
33. Mau Aku Bantu?


__ADS_3

Monica yang dalam kondisi begitu terpukul dan hancur, tampak berjalan ke arah meja rias Gisela dan menyambar botol parfum milik sang artis,


Namun, ternyata, begitu ia melihat botol parfum tersebut malah justeru membuat Monica semakin meradang dan marah,


Bagaimana tidak?


Botol parfum itu adalah botol parfum merk ternama dari Paris yang Monica tahu betul adalah merk parfum mahal dan itu adalah merk parfum yang juga pernah kekasihnya belikan untuk Monica di kala mereka baru pertama kali bersama,


"Kalian benar-benar binatang, tidak punya hati, jahat, sangat jahat,"


Kata Monica sambil menatap tajam ke arah Gisela,


Tampak Gisela memandang ke arah sang asisten seolah meminta perempuan itu bisa segera membawa Monica pergi dari sana,


Juwita, asisten Gisela yang mengerti jika sang artis ingin ia melakukan sesuatu akhirnya langsung mendekati Monica,


"Nona... Nona Monica, tenanglah, semua bisa dibicarakan dengan baik-baik,"


Juwita sang asisten menarik tangan Monica, tapi Monica cepat mengibaskan tangannya,


"Aku akan buka semua kelakuanmu ini di depan publik, biar semua orang tahu betapa memalukannya kamu Gisela,"


Kata Monica,


"Silahkan, buka saja, aku tidak peduli,"


Sahut Gisela yang kemudian duduk di sisi tempat tidur,


"Lagipula, harusnya kamu sudah tahu sejak awal Mon, kekasihmu itu benar-benar sayang tidak sama kamu, atau kamu hanya dimanfaatkan saja olehnya karena ia butuh Ayahmu,"


Sinis Gisela,

__ADS_1


"Tidak! Itu tidak benar!"


Monica memekik,


Gisela menghela nafas, tatapannya ke arah Monica terlihat seperti setengah menertawakan, dan itu jelas semakin membuat hati Monica hancur,


"Kamu beruntung diambil anak oleh pengusaha kaya, tidak seperti aku,"


Kata Gisela kemudian,


"Tapi sayangnya kamu itu bodoh, merasa semuanya tetap akan berjalan sama seperti apa yang kamu mau, Mon... Mon... Kamu pikir ini hidup itu seperti dongeng, yang bisa berjalan sesuai keinginanmu saja?"


Kata Gisela,


Melihat sikap Gisela dan mendengar suara Gisela saat mengatakan semuanya membuat Monica benar-benar seperti tak pernah mengenal Gisela selama ini,


Gisela tiba-tiba seolah terlihat menjadi sosok asing di mata Monica,


Kini...


Semua tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat, semua tiba-tiba jadi sama sekali berbeda,


Gisela menjadi ratu tega, jahat sampai merasuk ke dalam lambung bahkan sampai ke limpa,


"Dia hanya butuh Ayah angkatmu berinvestasi, harusnya kamu tahu itu Mon, dan lagi, asal kamu tahu, aku juga tak benar-benar menerima cinta kekasihmu, aku tidak ada rasa sama sekali padanya, kalau kamu tetap tak mau kehilangan, ambil saja lagi,"


Gisela tersenyum setelah mengatakannya, lalu ia bangun dari posisi duduknya dan kembali berjalan ke kamar mandi,


"Pulanglah, aku ingin berendam,"


Kata Gisela pula, sebelum akhirnya menghilang masuk ke kamar mandi pribadinya,

__ADS_1


Juwita, asisten Gisela kembali mencoba menarik tangan Monica agar bisa membawa gadis itu keluar dari kamar,


Tapi Monica dengan sebal mengibaskan lagi tangan Juwita,


"Aku bisa keluar sendiri!"


Ketus Monica,


Ia lalu berjalan menuju pintu untuk keluar sambil menelfon Ayahnya,


Tentu saja Monica meminta sang Ayah untuk menarik seluruh investasi nya dari bisnis sang kekasih,


Bukan hanya itu, Monica juga menghubungi kekasihnya dan mengancam akan menghancurkan bisnisnya. Tapi, apa yang terjadi?


Monica justeru berakhir di jembatan Ancol dan menjadi korban percobaan pembunuhan.


Flashback berakhir,


"Sebelum kau benar-benar meninggal, lebih baik kau balas dendam dulu, biar tidak mati penasaran,"


Kata si hantu perempuan yang kepalanya tadinya nyaris putus, sebelum benar-benar pergi.


"Balas dendam? Bagaimana caranya?"


Tanya Monica,


Hantu perempuan tampak cekikikan, lalu...


"Mau aku bantu?"


Tanyanya kemudian sambil menyeringai,

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2